RADAR BANYUWANGI - Jaringan Wi-Fi rumah bisa menjadi pintu masuk peretas. Bukan hanya laptop dan ponsel yang terancam. Kamera CCTV, televisi pintar, hingga perangkat rumah tangga yang terhubung ke internet juga berpotensi menjadi sasaran serangan siber.
Ancaman tersebut bukan sekadar dugaan. Badan Keamanan Nasional Amerika Serikat (NSA) mengungkap jaringan perangkat yang dibajak atau botnet berisi lebih dari 260 ribu perangkat pada Juni 2024. Perangkat yang terdampak tersebar di sejumlah wilayah, termasuk Asia Tenggara.
Dalam laporan yang diumumkan pada 18 September 2024, NSA menjelaskan bahwa perangkat yang dibobol mencakup router, kamera internet, dan perangkat Internet of Things (IoT).
"Botnet tersebut melibatkan ribuan perangkat di AS dengan korban yang berasal dari berbagai sektor," kata Direktur Keamanan Siber NSA Dave Luber melalui siaran pers resmi.
Pernyataan tersebut menjelaskan bahwa ribuan perangkat di Amerika Serikat telah menjadi bagian dari jaringan berbahaya yang menjangkau berbagai sektor.
Perangkat yang terinfeksi dapat dimanfaatkan untuk menyamarkan aktivitas pelaku hingga melancarkan serangan terhadap jaringan lain.
Lantas, bagaimana cara mengamankan Wi-Fi dan perangkat IoT di rumah? Berikut delapan langkah yang bisa diterapkan.
Baca Juga: Jaringan Wifi Tak Berizin Dibongkar, Pemkab Banyuwangi Kejar Retribusi Miliaran
1. Ganti Kata Sandi Wi-Fi dan Router
Langkah pertama adalah mengganti kata sandi bawaan router.
Hindari kombinasi yang mudah ditebak, seperti tanggal lahir, nomor telepon, atau urutan angka sederhana. Gunakan kata sandi panjang, idealnya minimal 16 karakter, dan berbeda dari kata sandi akun lainnya.
Perlu diingat, kata sandi Wi-Fi berbeda dengan kata sandi administrator router.
Kata sandi Wi-Fi digunakan untuk menghubungkan perangkat ke jaringan. Sementara itu, kata sandi administrator memberikan akses untuk mengubah konfigurasi router.
Keduanya wajib diamankan agar orang lain tidak mudah mengambil alih pengaturan jaringan.
Baca Juga: Mudik Lebaran 2026: WiFi Gratis hingga 24 Ribu Buku di Stasiun Pasar Senen
2. Aktifkan Enkripsi WPA3
Periksa pengaturan keamanan jaringan melalui halaman administrasi atau aplikasi resmi router.
Pilih WPA3-Personal apabila tersedia dan didukung seluruh perangkat.
"WPA3 adalah enkripsi terbaru, dan terbaik, yang tersedia," tulis Federal Trade Commission (FTC) dalam panduan keamanan Wi-Fi rumah yang diterbitkan pada Desember 2022.
FTC menegaskan bahwa WPA3 merupakan pilihan enkripsi yang lebih baru dan lebih baik dibandingkan standar sebelumnya.
Jika perangkat belum mendukung WPA3, gunakan WPA2-Personal dengan enkripsi AES. Hindari WEP dan WPA generasi awal karena standar tersebut sudah tidak aman.
Baca Juga: Sopir Mengantuk, Truk Box Seruduk Tiang WiFi dan Warung di Genteng Banyuwangi
3. Perbarui Firmware Secara Berkala
Router dan perangkat IoT membutuhkan pembaruan perangkat lunak untuk menutup celah keamanan.
Karena itu, periksa pembaruan firmware router, kamera CCTV, televisi pintar, serta perangkat lain yang terhubung ke internet.
Aktifkan pembaruan otomatis apabila tersedia. Pastikan pembaruan diperoleh melalui aplikasi atau situs resmi produsen.
Perangkat yang sudah tidak mendapatkan dukungan keamanan sebaiknya diganti, terutama jika memiliki akses langsung ke internet.
Baca Juga: WIFI Disebut Menang Lelang Frekuensi 1,4 GHz, Siap Ubah Peta Internet Nasional?
4. Pisahkan Jaringan Wi-Fi dan Perangkat IoT
Jangan menempatkan seluruh perangkat pada jaringan yang sama tanpa pembatasan akses.
Manfaatkan fitur guest network atau jaringan tamu untuk menghubungkan kamera CCTV, lampu pintar, dan perangkat IoT lainnya.
Laptop kerja dan ponsel utama dapat tetap menggunakan jaringan pribadi.
Namun, pastikan fitur isolasi jaringan diaktifkan. Pemisahan nama Wi-Fi saja belum tentu mencegah perangkat IoT mengakses perangkat lain.
Langkah ini dapat membatasi pergerakan peretas apabila salah satu perangkat berhasil disusupi.
Baca Juga: Stasiun Whoosh Halim, Surga Baru untuk WFA, WiFi Kencang dan Ruang Nyaman
5. Nonaktifkan Fitur Router yang Tidak Dibutuhkan
Sejumlah fitur router menawarkan kemudahan, tetapi dapat menambah risiko keamanan.
FTC menyarankan pengguna menonaktifkan fitur remote management, Wi-Fi Protected Setup (WPS), dan Universal Plug and Play (UPnP) apabila tidak diperlukan.
Remote management memungkinkan pengaturan router diakses dari luar jaringan lokal. Sementara itu, WPS dan UPnP mempermudah koneksi antardevice, tetapi dapat menambah jalur akses yang berisiko jika tidak dikonfigurasi dengan aman.
Periksa pula firewall bawaan router dan pastikan fitur perlindungan tersebut aktif.
Baca Juga: Intip Fasilitas Pos JPL di Banyuwangi: Ada WiFi dan Tombol Palang Otomatis
6. Amankan Kamera CCTV dan Akun Perangkat Pintar
Kamera CCTV dan perangkat rumah pintar perlu mendapatkan perlindungan tambahan.
Segera ganti kata sandi bawaan perangkat. Gunakan kata sandi yang berbeda untuk setiap akun.
Aktifkan autentikasi dua faktor apabila tersedia, khususnya pada aplikasi kamera keamanan.
Periksa juga izin aplikasi, akses jarak jauh, dan pengaturan penyimpanan rekaman.
Jangan memberikan izin mikrofon, kamera, atau lokasi apabila tidak diperlukan untuk menjalankan fungsi perangkat.
Baca Juga: Siasati Kondisi Alam di Desa Sarongan Banyuwangi, KPPS Siapkan Genset dan Jaringan Wifi
7. Periksa Perangkat yang Terhubung
Pengguna sebaiknya memeriksa daftar perangkat yang terkoneksi ke jaringan Wi-Fi secara berkala.
Caranya, buka halaman administrasi router, kemudian cari menu Connected Devices, Device List, atau menu sejenis.
Cocokkan daftar tersebut dengan perangkat milik anggota keluarga.
Jika menemukan perangkat asing, lakukan identifikasi terlebih dahulu. Nama perangkat yang tidak dikenal belum tentu menandakan peretasan.
Apabila terbukti ada koneksi tanpa izin, segera blokir perangkat tersebut dan ganti kata sandi jaringan.
8. Kenali Tanda Peretasan dan Segera Bertindak
Pengaturan router yang berubah sendiri, munculnya perangkat asing, atau pemberitahuan masuk ke akun dari lokasi tidak dikenal perlu diwaspadai.
Meski demikian, koneksi internet yang melambat bukan bukti pasti adanya peretasan.
Jika menemukan indikasi kuat, putuskan koneksi perangkat yang dicurigai. Kemudian, ganti kata sandi dari perangkat yang aman, perbarui firmware, dan periksa kembali pengaturan router.
Jika diperlukan, lakukan pengaturan ulang ke setelan pabrik sesuai petunjuk produsen. Konfigurasikan ulang dengan kata sandi unik dan pengaturan keamanan terbaru.
Baca Juga: Belum Ada Regulasi Pemasangan Kabel Wifi
Jangan Menunggu Wi-Fi Diretas
Menjaga keamanan Wi-Fi bukan hanya urusan mengganti kata sandi.
Pengguna perlu memastikan enkripsi aktif, firmware diperbarui, dan perangkat IoT tidak memiliki akses berlebihan ke jaringan utama.
Delapan langkah tersebut dapat mengurangi risiko pencurian data, pengambilalihan perangkat, dan penyalahgunaan koneksi internet.
Tidak ada jaringan yang sepenuhnya kebal terhadap serangan. Namun, pengamanan berlapis dapat membuat peretas lebih sulit masuk sekaligus membatasi dampak ketika salah satu perangkat berhasil dibobol.
Mulailah dengan memeriksa pengaturan router hari ini. Langkah sederhana tersebut bisa menjadi perlindungan pertama bagi seluruh perangkat yang terhubung ke internet di rumah.
Editor : Lugas Rumpakaadi