Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Mengapa Penemu Mesin Jahit Pertama Justru Dihancurkan Massa?

D
Ilustrasi sejarah mesin jahit dari masa ke masa di atas meja kayu. (Nguyen Huy/Pexels)
Ilustrasi sejarah mesin jahit dari masa ke masa di atas meja kayu. (Nguyen Huy/Pexels)

Advertisement

RADAR BANYUWANGI - Kehadiran mesin jahit telah merevolusi cara manusia memproduksi pakaian, dari yang semula mengandalkan jarum manual yang menyita waktu kini menjadi jauh lebih cepat dan presisi. Di Indonesia, inovasi ini bahkan menjadi tumpuan para pengrajin batik hingga pelaku usaha konveksi di Banyuwangi untuk meningkatkan produktivitas harian mereka.

Perjalanan teknologi ini tercatat dimulai sejak akhir abad ke-18 hingga abad ke-19 melalui berbagai percobaan para tokoh dunia. Salah satu tonggak awalnya dicatatkan oleh Barthélemy Thimonnier, seorang penjahit asal Prancis yang mematenkan mesin berbahan kayu dengan jarum berkait pada 1830 untuk memproduksi seragam tentara.

"Pada tahun 1830, seorang penjahit asal Prancis bernama Barthélemy Thimonnier membuat mesin jahit dari kayu. Jarumnya bergerak naik-turun, menghasilkan jahitan rantai. Bahkan memiliki bengkel sendiri untuk memproduksi seragam tentara. Namun, bengkelnya diserang dan dihancurkan oleh penjahit lain karena kalah saing," demikian diulas dalam kanal YouTube Dafiology.

Advertisement

Setelah penolakan tersebut, inovasi disempurnakan oleh Elias Howe asal Amerika Serikat pada 1846 lewat paten jahitan kunci (lockstitch) berkekuatan ganda. Desain ini lantas disempurnakan serta dipasarkan luas oleh Isaac Merritt Singer pada era 1850-an melalui penambahan sistem jarum vertikal dan pedal kaki.

"Pada abad ke-19 dan ke-20, muncul permintaan akan mesin jahit yang lebih kecil dan mudah dibawa. Pada tahun 1911, Singer mengambil semua komponen dari mesin model 66 mereka yang berukuran penuh, memasukkannya ke dalam bodi berukuran 3/4, melengkapinya dengan tas jinjing, dan menamai mesin baru ini sebagai model 99," tutur Cornelius Quiring.

Perkembangan model portabel tersebut kian memudahkan masyarakat karena kemudian dilengkapi motor listrik pada era 1930-an untuk menggantikan engkol putar tangan. Kehadiran mesin jahit ringkas ini akhirnya sukses memperluas pemanfaatan teknologi menjahit, dari pabrik skala besar hingga menyentuh kebutuhan rumah tangga.

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Radar BanyuwangiIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Pedagang Kecil Kini Andalkan QRIS untuk Transaksi Harian

Pedagang Kecil Kini Andalkan QRIS untuk Transaksi Harian

Penggunaan QRIS bantu pedagang kecil atasi masalah uang kembalian. Transaksi lebih praktis, efisien, dan pencatatan keuangan otomatis lebih rapi.

BSI International Expo 2026 Catatkan Transaksi Rp5,38 Triliun

BSI International Expo 2026 Catatkan Transaksi Rp5,38 Triliun

BSI International Expo 2026 cetak rekor transaksi Rp5,38 triliun dengan 65.800 pengunjung. Simak capaian UMKM dan ekonomi halal di sini.

Kisah UMKM Indonesia Tembus Pasar Dubai Lewat BSI Business Hub

Kisah UMKM Indonesia Tembus Pasar Dubai Lewat BSI Business Hub

BSI International Expo 2026 buka akses pasar global bagi UMKM lewat Business Hub. Strategi BSI dukung UMKM naik kelas ke pasar internasional.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer