Bukan Menyehatkan, Yogurt Jenis Ini Bisa Memicu Diabetes

RADAR BANYUWANGI - Yogurt kerap dianggap sebagai asupan sehat untuk pencernaan, padahal sebagian besar produk di pasaran justru mengandung gula tersembunyi yang tinggi. Kandungan gula pada varian rasa buah bahkan dapat setara dengan minuman bersoda dan memicu risiko diabetes melitus tipe 2 jika dikonsumsi berlebihan.
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengingatkan masyarakat agar lebih teliti membaca tabel nilai gizi sebelum membeli yogurt kemasan. Produsen umumnya menambahkan gula pasir hingga sirup jagung tinggi fruktosa guna menggantikan lemak susu yang dikurangi pada produk berlabel rendah lemak.
"Katanya minum yoghurt itu sehat ya, saya sebenarnya kurang setuju, karena tergantung yoghurtnya yang mana. Saran saya, cek labelnya dulu sebelum beli," ujar Budi Gunadi Sadikin dalam unggahan edukasinya.
Rata-rata yogurt varian rasa buah atau produk untuk anak-anak mengemas sekitar 10 hingga 20 gram gula per sajian. Jumlah tersebut sudah mendekati batas konsumsi harian dan berisiko memicu resistensi insulin dalam jangka panjang.
"Biasanya kalau orang beli yoghurt yang dicari kan probiotiknya atau juga proteinnya. Tapi kalau udah ditambah rasa-rasa seperti ini, yang didapat malah gulanya," tegas Budi.
Sebagai langkah pencegahan, masyarakat disarankan memilih yogurt tawar (plain) atau Greek yogurt tanpa pemanis yang murni hanya berbahan dasar susu dan kultur bakteri hidup. Rasa manis alami dapat ditambahkan secara mandiri menggunakan potongan buah segar atau biji-bijian di rumah.
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!




