Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Kebakaran Baru Mengintai Gunung Merapi Ungup-Ungup Banyuwangi, Medan Sulit Jadi Tantangan

B
Penulis: Bagus Rio Rohman❯
MASIH MENYALA: Titik api baru terpantau di kawasan Cagar Alam Merapi Ungup-Ungup, TWA Kawah Ijen, Jumat (18/9). (BKSDA for Radar Banyuwangi)
MASIH MENYALA: Titik api baru terpantau di kawasan Cagar Alam Merapi Ungup-Ungup, TWA Kawah Ijen, Jumat (18/9). (BKSDA for Radar Banyuwangi)

Advertisement

RADAR BANYUWANGI – Ancaman kebakaran kembali muncul di kawasan konservasi Cagar Alam Merapi Ungup-Ungup, Taman Wisata Alam (TWA) Kawah Ijen, Banyuwangi. Sejak Selasa (15/9), tim lapangan menemukan titik api baru di punggung bukit yang sulit dijangkau, sehingga BBKSDA Jawa Timur memperketat pemantauan menggunakan drone untuk mencegah api meluas.

Titik api tersebut berada di lokasi berbeda dari titik kebakaran yang sebelumnya ditangani petugas. Kondisi medan menjadi tantangan tersendiri karena posisi api berada di punggung bukit sehingga sulit diamati dan dijangkau secara langsung.

Kepala Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Jawa Timur Nur Patria Kurniawan mengatakan, keberadaan api diketahui setelah tim melakukan pemantauan dari udara.

Advertisement

Drone diterbangkan untuk mendapatkan gambaran kondisi lapangan. Dari rekaman video dan foto udara, petugas memastikan bahwa yang terlihat bukan sekadar indikasi panas, melainkan api yang masih menyala.

“Melihat situasi tersebut, akhirnya kami cek di Sipongi dan Sentinel, yakni peta kebakaran hutan Indonesia. Di situ memang ada beberapa hotspot, tetapi tidak terlihat kalau itu fire spot. Namun, di lapangannya ternyata fire spot, artinya api menyala,” kata Patria.

Titik Api Berada di Medan Sulit

Advertisement

Pemantauan melalui drone menjadi pilihan karena petugas tidak dapat dengan mudah mendatangi titik api secara langsung.

Lokasinya berada di punggung bukit dengan medan yang sulit. Karena itu, pengawasan dari udara dilakukan untuk mengetahui perkembangan api sekaligus memperkirakan kemungkinan rambatan.

BBKSDA Jatim juga meminta petugas di lapangan memperhatikan kondisi bahan bakar di sekitar titik api. Vegetasi dan pepohonan yang mengering menjadi salah satu faktor yang dapat memengaruhi cepat atau tidaknya api merambat.

“Pengecekan petugas juga terus dilakukan. Kami melihat bagaimana potensi rambatannya dan apakah ada bahan bakar yang memungkinkan api mengarah ke jalur pendakian. Sampai saat ini masih diawasi,” jelas Patria.

Pemantauan tersebut menjadi bagian dari mitigasi dini untuk memastikan titik api tidak berkembang menjadi kebakaran yang lebih besar.

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Radar BanyuwangiIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

11 Titik Api Terpantau di Ungup-Ungup, Karhutla Mengancam Kawasan Ijen

11 Titik Api Terpantau di Ungup-Ungup, Karhutla Mengancam Kawasan Ijen

Karhutla terdeteksi di Gunung Merapi Ungup-Ungup, Banyuwangi. Sebanyak 11 titik panas muncul sekitar 1 km dari kawasan TWA Ijen dan terus dipantau.

Api Karhutla Ijen Mereda, Petugas Masih Kejar Bara Tersembunyi

Api Karhutla Ijen Mereda, Petugas Masih Kejar Bara Tersembunyi

Karhutla TWA Ijen mereda, tetapi petugas masih memburu bara tersembunyi dan melakukan pembasahan untuk mencegah kebakaran susulan.

Dari Udara Terlihat, Api Kawah Ijen Belum Sepenuhnya Padam

Dari Udara Terlihat, Api Kawah Ijen Belum Sepenuhnya Padam

Karhutla Kawah Ijen berangsur reda, tetapi titik api dan asap masih terpantau dari udara. Water bombing dan mopping up terus dilakukan tim gabungan.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer