Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Api Karhutla Ijen Mereda, Petugas Masih Kejar Bara Tersembunyi

M
Penulis: M Ksatria Raya❯
Petugas BKSDA melakukan penyiraman di bekas karhutla yang masih berasap di area TWA Ijen, Sabtu (12/9). (Rusdi for Radar Banyuwangi)
Petugas BKSDA melakukan penyiraman di bekas karhutla yang masih berasap di area TWA Ijen, Sabtu (12/9). (Rusdi for Radar Banyuwangi)

Advertisement

RADAR BANYUWANGI — Amukan api di kawasan Taman Wisata Alam (TWA) Ijen memang telah mereda, tetapi perburuan bara belum berakhir. Petugas Resort Kawah Ijen masih menyisir sejumlah titik bekas kebakaran pada Sabtu (12/9) untuk memastikan tak ada bara maupun kepulan asap tersembunyi yang bisa memicu karhutla susulan.

Penyisiran atau mopping up itu menjadi tahap penting setelah kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda kawasan Ijen sejak Jumat (4/9). Meski operasi penanganan skala besar telah berakhir pada Selasa (8/9), petugas tetap melakukan pengawasan dan pendinginan di lokasi yang sebelumnya terbakar.

Kepala TWA Ijen Rusdi Santoso mengatakan, penyisiran difokuskan pada area vegetasi yang sempat dilalap api. Petugas harus memastikan titik-titik rawan benar-benar aman sebelum pengawasan dikendurkan.

Advertisement

"Kami terus bergerak menyisir lapangan untuk mencari sisa bara api atau titik asap yang masih mengepul di bekas kebakaran TWA Ijen," ujar Rusdi kepada Jawa Pos kemarin.

Bara yang tertinggal di balik vegetasi atau material kering menjadi perhatian utama. Api yang terlihat padam di permukaan belum tentu sepenuhnya mati. Karena itu, petugas masih bergerak dari satu titik ke titik lain untuk menemukan indikasi panas, asap, maupun bara yang berpotensi kembali menyala.

Tak Hanya Memburu Bara

Advertisement

Penanganan pascakebakaran juga dilakukan dengan pembasahan intensif. Petugas menggunakan mesin penyiram dan armada mobil tangki untuk membasahi sejumlah kawasan yang dinilai rawan.

Sasaran pembasahan tidak hanya lokasi yang sempat terbakar. Area di sepanjang tepi jalan raya utama, termasuk zona hijau yang belum tersentuh api, ikut mendapat perhatian.

Vegetasi kering di pinggir jalan berpotensi menjadi jalur rambatan apabila kembali tersulut. Karena itu, pembasahan dilakukan sebagai langkah preventif sekaligus menciptakan sekat untuk mengurangi potensi api menjalar.

Strategi tersebut dilakukan di tengah kondisi kawasan yang masih mendapat pengawasan ketat. Petugas tidak ingin kebakaran yang sudah berhasil dikendalikan kembali muncul akibat bara yang luput dari pemantauan.

Kawah Ijen Masih Ditutup

Di sisi lain, jalur pendakian menuju destinasi wisata alam Kawah Ijen masih ditutup total bagi wisatawan umum.

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Radar BanyuwangiIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Karhutla Ijen Padam, Jalur Pendakian Belum Dibuka, Ini Alasannya

Karhutla Ijen Padam, Jalur Pendakian Belum Dibuka, Ini Alasannya

Karhutla Kawah Ijen telah padam, tetapi jalur pendakian masih ditutup. Pembukaan wisata menunggu SE BBKSDA Jatim dan status darurat hingga 17 September.

Ijen Senyap, Pemandu Wisata Menjerit: Rp300 Ribu Sehari Kini Menguap

Ijen Senyap, Pemandu Wisata Menjerit: Rp300 Ribu Sehari Kini Menguap

Karhutla membuat TWA Kawah Ijen ditutup. Pemandu, pemilik warung, hingga penambang belerang kehilangan pemasukan dan berharap wisata segera pulih.

Api Ijen Padam, Lebih dari 300 Hektare Gunung Buthak Hangus Terbakar

Api Ijen Padam, Lebih dari 300 Hektare Gunung Buthak Hangus Terbakar

Karhutla Ijen Banyuwangi padam setelah enam hari dan 18 kali water bombing. Fokus penanganan kini bergeser ke Gunung Buthak yang terbakar.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer