RadarBanyuwangi.id - Kereta Stainless Steel New Generation (SSNG) milik PT Kereta Api Indonesia (KAI) mengalami kendala saat uji coba di jalur Jember-Banyuwangi, Rabu (7/1/2025).
Ukuran kereta yang lebih besar dari biasanya membuatnya tidak dapat melewati Terowongan Garahan, Gunung Gumitir. Hingga Jumat (10/1/2025), hasil uji coba ini masih dalam tahap evaluasi.
KAI Daerah Operasional (Daop) 9 Jember sedang melakukan kajian mendalam untuk menentukan solusi agar kereta SSNG dapat melintas hingga Banyuwangi tanpa mengurangi faktor keselamatan. Kajian ini dilakukan sesuai Peraturan Menteri Perhubungan.
“Kami sedang menilai opsi-opsi yang memungkinkan, termasuk kemungkinan membangun terowongan baru sebagai solusi jangka panjang,” ujar Cahyo Widiantoro, Manager Hukum dan Humas KAI Daop 9.
Terowongan Gunung Gumitir, yang sudah berusia lebih dari seabad, memiliki nilai sejarah. Situasi serupa (pembangunan terowongan baru) pernah terjadi di Terowongan Ijo, Kebumen, Jawa Tengah.
Sehingga untuk menjaga keaslian dan nilai historisnya, Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA) Kementerian Perhubungan (Kemenhub) memilih membangun terowongan baru di sampingnya tanpa mengubah struktur aslinya.
“Pendekatan ini bisa diterapkan di Terowongan Garahan agar sejarahnya tetap lestari,” tambah Cahyo.
Namun, keputusan akhir tetap menunggu hasil kajian teknis dari DJKA. Keselamatan perjalanan kereta api menjadi prioritas utama sebelum sarana SSNG dioperasikan secara penuh.
“Setiap sarana baru selalu melalui serangkaian uji coba untuk memastikan operasionalnya aman bagi penumpang dan infrastruktur,” pungkas Cahyo. (*)
Editor : Lugas Rumpakaadi