RADARBANYUWANGI.ID – Musyawarah Kabupaten (Muskab) Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Banyuwangi akhirnya melahirkan pemimpin baru. Ahmad Syifa Nailul Wafar atau yang akrab disapa Gus Syifa resmi terpilih sebagai Ketua IPSI Banyuwangi periode 2026-2031 setelah memenangkan pemungutan suara dengan raihan 14 dukungan dari perguruan pencak silat se-Banyuwangi.
Pemilihan yang berlangsung di ruang rapat DPRD Banyuwangi, Senin (1/6), menjadi momentum penting bagi masa depan organisasi pencak silat di Bumi Blambangan. Sebanyak 24 perguruan silat yang memiliki hak suara turut menentukan arah pembinaan olahraga bela diri tradisional tersebut untuk lima tahun ke depan.
Dalam kontestasi tersebut, Gus Syifa bersaing dengan kandidat lain, Suwito. Hasil penghitungan suara menunjukkan Gus Syifa memperoleh 14 suara, sementara Suwito mendapatkan 10 suara.
Perolehan tersebut memastikan kemenangan Gus Syifa sekaligus mengakhiri proses pemilihan yang berlangsung secara demokratis dan penuh kekeluargaan.
Dengan hasil itu, Gus Syifa resmi menggantikan kepengurusan sebelumnya yang selama dua periode dipimpin Ketua DPRD Banyuwangi, I Made Cahyana Negara.
Terpilihnya Gus Syifa menjadi perhatian banyak kalangan mengingat dirinya juga menjabat sebagai Ketua PC Pagar Nusa Banyuwangi. Kehadirannya di pucuk pimpinan IPSI diharapkan mampu memperkuat sinergi antarpaguron sekaligus meningkatkan prestasi atlet pencak silat Banyuwangi di level regional maupun nasional.
Usai ditetapkan sebagai ketua terpilih, Gus Syifa langsung membeberkan sejumlah agenda prioritas yang akan dijalankan dalam waktu dekat. Langkah pertama yang akan dilakukan adalah membangun komunikasi dan konsolidasi dengan seluruh perguruan pencak silat yang berada di bawah naungan IPSI Banyuwangi.
Menurutnya, soliditas organisasi menjadi fondasi utama untuk mewujudkan pembinaan atlet yang berkelanjutan.
“Yang pertama tentu konsolidasi dengan seluruh perguruan. Setelah itu kami akan melakukan talent scouting untuk mencari bibit-bibit atlet potensial yang bisa dibina lebih lanjut,” ujarnya.
Program pencarian bakat atau talent scouting tersebut menjadi salah satu fokus utama kepengurusan baru. Melalui program itu, IPSI Banyuwangi akan melakukan penjaringan atlet-atlet muda potensial dari berbagai perguruan untuk dipersiapkan menghadapi berbagai kejuaraan.
Langkah tersebut dinilai penting mengingat Banyuwangi memiliki jumlah perguruan silat yang cukup besar dengan potensi atlet yang tersebar di berbagai kecamatan.
Selain memperkuat pembinaan atlet, Gus Syifa juga menegaskan komitmennya menjadikan IPSI sebagai rumah bersama bagi seluruh perguruan pencak silat tanpa membedakan latar belakang organisasi.
Karena itu, penyusunan struktur kepengurusan akan dilakukan secara inklusif dengan melibatkan berbagai unsur perguruan yang ada di Banyuwangi.
“Kami ingin IPSI menjadi rumah bersama. Karena itu kepengurusan akan kami susun dengan melibatkan semua perguruan agar organisasi ini semakin solid dan kuat,” tegasnya.
Konsep kolaboratif tersebut diharapkan mampu memperkuat persatuan antarperguruan sekaligus meminimalkan sekat-sekat organisasi yang selama ini kerap muncul dalam dunia pencak silat.
Di sisi lain, penguatan organisasi juga dinilai penting untuk mendukung target peningkatan prestasi atlet Banyuwangi pada berbagai ajang kompetisi, termasuk Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Timur maupun kejuaraan nasional.
Dengan jumlah perguruan yang mencapai puluhan dan basis pesilat yang tersebar hampir di seluruh wilayah Banyuwangi, IPSI memiliki potensi besar untuk melahirkan atlet-atlet berprestasi yang mampu mengharumkan nama daerah.
Muskab IPSI Banyuwangi kali ini menjadi titik awal babak baru pembinaan pencak silat di Banyuwangi. Di bawah kepemimpinan Gus Syifa, harapan besar kini tertuju pada lahirnya organisasi yang lebih solid, pembinaan atlet yang lebih terarah, serta meningkatnya prestasi pencak silat Banyuwangi di berbagai level kompetisi.
Tantangan tersebut tidak ringan. Namun dengan dukungan seluruh perguruan dan semangat kebersamaan yang dibangun sejak awal, kepengurusan baru IPSI Banyuwangi diharapkan mampu membawa pencak silat Banyuwangi semakin berkembang sekaligus menjaga warisan budaya bela diri asli Indonesia tetap lestari di tengah perkembangan zaman. (fre/aif)
Editor : Ali Sodiqin