RADARBANYUWANGI.ID - Isu pensiunnya Lewis Hamilton mulai mengemuka di tengah performa kurang meyakinkan Ferrari pada musim Formula 1 2026. Pembalap asal Inggris itu disebut berpotensi mengakhiri kariernya lebih cepat apabila gagal bersaing dalam perebutan gelar juara dunia.
Hamilton kini menjadi salah satu pembalap tertua di grid Formula 1 2026. Di usia 41 tahun, ia hanya kalah senior dari Fernando Alonso yang masih membela Aston Martin pada usia 44 tahun.
Meski selama ini Hamilton belum pernah memberi sinyal kuat terkait pensiun, spekulasi mulai berkembang setelah Ferrari dinilai gagal tampil kompetitif pada awal musim ini.
Hamilton sendiri memiliki perjalanan panjang bersama tim-tim besar Formula 1. Ia pernah membela McLaren, Mercedes, hingga kini bergabung dengan Ferrari. Tujuh gelar juara dunia yang dimilikinya membuat nama Hamilton sejajar dengan legenda Formula 1 Michael Schumacher.
Namun, ambisinya meraih gelar dunia kedelapan bersama Ferrari sejauh ini belum berjalan sesuai harapan. Hingga awal musim 2026, Hamilton masih tertahan di posisi kelima klasemen sementara dan belum mampu meraih kemenangan grand prix bersama tim asal Italia tersebut.
Kemenangan terakhir Hamilton terjadi di Grand Prix Belgia pada 28 Juli 2024 saat masih memperkuat Mercedes.
Baca Juga: Kejurkab Taekwondo Banyuwangi 2026 Diikuti 301 Atlet, Pembinaan Dinilai Makin Berkualitas
Spekulasi pensiun Hamilton semakin menguat setelah jurnalis Louis Dekker menyampaikan prediksinya dalam podcast NOS-F1.
“Ferrari mengecewakan saya. Selain start yang bagus, mereka tidak mampu bertarung untuk kemenangan. Mereka terlihat akan menjadi tim yang harus dikalahkan, tetapi McLaren kembali lebih unggul,” ujar Dekker, dikutip Sport Bible.
Ia bahkan berani memperkirakan kapan Hamilton akan membuat keputusan besar tersebut.
“Saya berani bertaruh. Saya pikir Hamilton akan mengumumkan pensiun di Silverstone pada akhir musim ini,” lanjutnya.
Pendapat itu mendapat dukungan dari jurnalis sekaligus mantan pembalap Jeroen Bleekemolen.
“Ia pasti harus membuat keputusan cepat atau lambat, dan mungkin saja dia sudah membuat keputusan itu,” kata Bleekemolen.
Situasi Ferrari musim ini memang menjadi sorotan. Tim berlogo kuda jingkrak tersebut belum mampu konsisten menantang McLaren yang kembali tampil dominan dalam perebutan kemenangan.
Baca Juga: Viral Razia Dishub Palembang Diduga Picu Kecelakaan Beruntun, Lima PPPK Terancam Dipecat
Kondisi itu membuat peluang Hamilton meraih gelar dunia kedelapan tampak semakin berat. Padahal, kepindahannya dari Mercedes ke Ferrari sebelumnya dipandang sebagai langkah besar untuk mencetak sejarah baru di Formula 1.
Meski begitu, peluang Hamilton bertahan masih terbuka. Jika Ferrari mampu menunjukkan perkembangan signifikan dan membangun mobil kompetitif untuk musim depan, pembalap Inggris tersebut diyakini masih memiliki motivasi untuk terus memburu status sebagai pembalap terbaik sepanjang sejarah Formula 1.
Editor : Lugas Rumpakaadi