Pada pertemuan pertama musim ini di Amex Stadium, Brighton menang 2-1. Kini, The Seagulls memburu kemenangan ganda atas Brentford untuk pertama kalinya sejak musim 2021-2022 di ajang Premier League.
Brentford, Kuda Hitam yang Serius Bidik Eropa
Brentford menjelma menjadi salah satu kejutan terbesar musim ini. Di bawah arahan Keith Andrews, yang sukses melanjutkan fondasi dari Thomas Frank, The Bees tampil konsisten dan kini menjadi pesaing serius zona Eropa.
Dalam 10 laga terakhir Premier League, Brentford mengoleksi 20 poin dengan 6 menang, 2 imbang, 2 kalah, menyamai total poin dari 16 pertandingan awal musim ini. Tujuh poin diraih dari tiga laga terakhir melawan Aston Villa 1-0, Newcastle 3-2, dan pemuncak klasemen Arsenal 1-1.
Saat ini, Brentford menempati posisi ketujuh klasemen. Mereka hanya terpaut dua poin dari Liverpool di peringkat keenam, empat poin dari Chelsea di posisi kelima, dan lima poin dari Manchester United di posisi keempat, dengan 12 laga tersisa.
Salah satu kekuatan utama Brentford adalah efektivitas lemparan jauh. Dalam dua musim terakhir, mereka mencetak 10 gol dari situasi tersebut, setidaknya enam gol lebih banyak dibanding tim lain di Premier League. Catatan ini menjadi yang terbaik sejak Stoke City pada 2008-2009 dan 2009-2010.
Musim lalu, Brentford menang 4-2 atas Brighton di kandang. Kini, mereka berpeluang mencatat kemenangan kandang beruntun atas The Seagulls untuk pertama kalinya sejak periode 1998–2007.
Brighton Terpuruk, Tekanan untuk Hurzeler
Sebaliknya, performa Brighton mengalami penurunan drastis. Sejak Desember, tak ada tim yang meraih kemenangan lebih sedikit dibanding mereka dengan 1 menang, 6 imbang, 6 kalah. Satu-satunya kemenangan diraih atas Burnley pada Januari.
Dari posisi lima besar, Brighton kini melorot ke peringkat ke-14. Kekalahan tipis 0-1 dari Aston Villa pekan lalu membuat mereka hanya unggul tujuh poin dari zona degradasi dan tertinggal sembilan poin dari Brentford.
Tekanan kini mengarah kepada pelatih Fabian Hurzeler, yang juga tersingkir dari Piala FA setelah kalah 0-3 dari Liverpool. Statistik menyerang Brighton musim ini pun menurun, rata-rata 13 tembakan per laga, empat tepat sasaran, dan 27 sentuhan di kotak penalti lawan per 90 menit, terendah sejak musim 2021-2022.
Brighton kalah 0-1 dalam dua laga liga terakhir dan belum pernah gagal mencetak gol dalam tiga laga beruntun sejak Januari 2024.
Kabar Terkini Tim
Brentford
Brentford masih tanpa Antoni Milambo, Fabio Carvalho, dan Josh Dasilva karena cedera lutut. Namun, Kevin Schade kembali setelah menjalani skorsing tiga pertandingan.
Schade berpotensi mengisi lini depan bersama Dango Ouattara dan Igor Thiago, yang telah mencetak 17 gol musim ini. Di lini belakang, Nathan Collins berpeluang kembali tampil sebagai starter.
Brighton
Brighton belum bisa diperkuat Solly March, Adam Webster, dan Stefanos Tzimas akibat cedera lutut. Yasin Ayari masih diragukan tampil karena cedera bahu.
Veteran James Milner berpeluang mencetak rekor penampilan terbanyak sepanjang sejarah Premier League jika turun akhir pekan ini, melampaui Gareth Barry (653 laga).
Di lini serang, Jack Hinshelwood diprediksi mengisi posisi striker, didukung Kaoru Mitoma dan Yankuba Minteh dari sektor sayap.
Prediksi Susunan Pemain
Brentford (4-2-3-1): Kelleher; Kayode, Van den Berg, Collins, Henry; Yarmolyuk, Henderson; Ouattara, Jensen, Schade; Thiago.
Brighton (4-2-3-1): Verbruggen; Kadioglu, Van Hecke, Dunk, De Cuyper; Gross, Baleba; Minteh, Rutter, Mitoma; Welbeck.
Prediksi Skor: Brentford 3-1 Brighton & Hove Albion
Meski Brighton cukup kompetitif dalam rekor pertemuan terakhir, momentum saat ini jelas berpihak kepada Brentford. Performa kandang solid—hampir dua poin per laga musim ini—ditambah ketajaman lini depan membuat tuan rumah lebih diunggulkan.
Brighton masih berpotensi mencetak gol, namun konsistensi dan efektivitas Brentford diyakini menjadi pembeda.
Jika mampu menjaga tren positif, Brentford semakin dekat dengan mimpi tampil di kompetisi Eropa musim depan, sementara Brighton harus segera menemukan solusi sebelum semakin terseret ke papan bawah. (*)
Editor : Niklaas Andries