Kedua tim sebelumnya sudah berjumpa pada matchday ketujuh fase liga musim ini, ketika wakil Yunani menang 2-0 di stadion yang sama. Kini, Olympiacos bertekad mengulang hasil tersebut demi mengamankan keunggulan awal sebelum leg kedua.
Momentum Kebangkitan Olympiacos
Kemenangan atas Leverkusen menjadi bagian dari lonjakan performa impresif tim asuhan Jose Luis Mendilibar di penghujung fase liga. Setelah gagal menang dalam lima laga awal dengan 2 imbang, 3 kalah, Olympiacos bangkit dengan menyapu bersih tiga pertandingan terakhir.
Kebangkitan itu diawali kemenangan 1-0 di kandang Kairat Almaty, lalu ditutup dengan kemenangan 2-1 atas Ajax. Hasil tersebut mengangkat mereka ke posisi ke-18 klasemen akhir dari 36 tim dan memastikan tiket ke fase gugur untuk pertama kalinya sejak musim 2013-2014.
Secara historis, Olympiacos juga memiliki rekor kuat saat menjamu Leverkusen. Dari tiga pertemuan sebelumnya, dua kemenangan diraih di Piraeus, termasuk kemenangan telak 6-2 pada 2002.
Namun, performa domestik terkini sedikit menurun. Olympiacos hanya meraih satu kemenangan dalam empat laga terakhir dengan 2 imbang, 1 kalah.
Hasil imbang tanpa gol kontra Levadiakos akhir pekan lalu membuat mereka tertahan di posisi kedua klasemen Super League, tertinggal dua poin dari AEK Athens. Bahkan, mereka gagal mencetak gol dalam dua laga beruntun.
Leverkusen Datang dengan Kepercayaan Diri Tinggi
Sementara itu, Leverkusen berada dalam tren positif. Kemenangan telak 4-0 atas St Pauli mengangkat posisi mereka ke peringkat keenam Bundesliga, hanya terpaut tiga poin dari zona empat besar dengan satu laga sisa.
Tim asuhan Kasper Hjulmand tidak terkalahkan dalam enam pertandingan terakhir di semua kompetisi dengan 5 menang, 1 imbang. Catatan tersebut menjadi respons atas tiga kekalahan beruntun di awal 2026, termasuk saat tumbang dari Olympiacos di fase liga.
Leverkusen menutup fase liga dengan kemenangan meyakinkan 3-0 atas Villarreal, finis di posisi ke-16 dengan koleksi 12 poin.
Meski demikian, catatan fase gugur mereka di Liga Champions kurang menggembirakan. Die Werkself kalah dalam 10 dari 12 laga fase knockout terakhir. Rekor tandang pun tak terlalu solid, dengan 23 kekalahan dari 42 laga tandang di kompetisi ini.
Performa Terkini
Olympiacos (Liga Champions): Kalah-Seri-Kalah-Menang-Menang-Menang
Olympiacos (Semua Kompetisi): Menang-Menang_Seri-Menang-Kalah-Seri
Bayer Leverkusen (Liga Champions): Kalah-Menang-Menang-Seri-Kalah-Menang
Bayer Leverkusen (Semua Kompetisi): Menang-Menang-Menang-Menang-Seri-Menang
Kabar Tim: Cedera dan Ancaman Skorsing
Olympiacos masih kehilangan gelandang Theofanis Bakoulas yang menjalani pemulihan cedera lutut jangka panjang. Francisco Ortega dan Mehdi Taremi diragukan tampil, sementara Santiago Hezze dan Dani Garcia terancam skorsing jika kembali menerima kartu.
Bek Panagiotis Retsos, yang pernah memperkuat Leverkusen pada 2017-2022, dipastikan memiliki motivasi ekstra saat menghadapi mantan klubnya.
Di kubu tamu, Eliesse Ben Seghir masih absen karena cedera pergelangan kaki. Kiper Mark Flekken juga belum pulih dari cedera lutut, sehingga Janis Blaswich kembali dipercaya di bawah mistar. Nathan Tella masih menepi akibat cedera kaki.
Patrik Schick diprediksi kembali menjadi ujung tombak setelah mencetak gol dalam kemenangan atas St Pauli. Alejandro Grimaldo juga menjadi ancaman dari sisi kiri, setelah mencetak gol dalam tiga dari empat laga terakhir Liga Champions.
Perkiraan Susunan Pemain
Olympiacos: Tzolakis; Rodinei, Retsos, Pirola, Onyemaechi; Mouzakitis, Hezze; A. Luiz, Chiquinho, G. Martins; El Kaabi
Bayer Leverkusen: Blaswich; Quansah, Andrich, Tapsoba; L. Vasquez, Palacios, Garcia, Grimaldo; Tillman, Poku; Schick
Prediksi Skor: Olympiacos 2-1 Bayer Leverkusen
Meski performa Olympiacos belum sepenuhnya stabil, dukungan publik Piraeus diyakini mampu mengangkat moral tim tuan rumah. Leverkusen memang datang dengan momentum positif, tetapi rekor tandang dan catatan buruk di fase gugur menjadi tanda tanya.
Tuan rumah diperkirakan mampu meraih kemenangan tipis dalam laga yang berlangsung ketat dan sarat tensi tinggi. (*)
Editor : Niklaas Andries