RADARBANYUWANGI.ID - Dunia balap motor Indonesia kembali berduka.
Pembalap nasional Awhin Sanjaya meninggal dunia akibat kecelakaan fatal yang terjadi pada Grand Final Sumatera Cup Prix (SCP) 2025 di Sirkuit Zabak Nasional, Kabupaten Tanjung Jabung Timur, Jambi, Minggu (14/12/2025).
Ketua Pengprov Ikatan Motor Indonesia (IMI) Jambi, HAM Guntur Muchtar, menyampaikan rasa duka cita mendalam atas musibah tersebut.
Ia menyebut insiden ini menjadi pengingat pentingnya keselamatan dalam setiap ajang balap motor.
“Kami sangat prihatin atas musibah ini dan Pengprov IMI Jambi berharap insiden serupa tidak terulang lagi,” ujarnya di Jambi, Senin.
Kronologi Kecelakaan di Lintasan Balap
Manajemen Dragon Event Organizer selaku penyelenggara, melalui perwakilannya Darmawansyah atau yang akrab disapa Mawan Dragon, menjelaskan bahwa kecelakaan terjadi pada lap keempat dari total 15 lap di kelas SCP3 (Bebek 4Tak 150cc Tune Up Open).
Dalam kondisi cuaca cerah, Awhin menabrak ban belakang pembalap di depannya saat jarak antar motor sangat rapat.
Insiden tersebut memicu kecelakaan beruntun yang tidak dapat dihindari.
Petugas lintasan segera mengibarkan bendera kuning, disusul bendera merah untuk menghentikan balapan.
Tim medis langsung memberikan pertolongan pertama di lokasi sebelum mengevakuasi korban ke RSUD Nurdin Hamzah.
Awhin tiba di rumah sakit sekitar pukul 17.20 WIB dan sempat mendapatkan penanganan intensif di IGD.
Namun, pada pukul 18.14 WIB, dokter menyatakan pembalap berusia 27 tahun tersebut meninggal dunia akibat benturan keras di kepala.
Baca Juga: Dispendik Banyuwangi Imbau Murid Isi Libur Nataru dengan Kegiatan Aman dan Positif
Profil dan Prestasi Awhin Sanjaya
Awhin Sanjaya lahir di Masamba, Sulawesi Selatan, pada 22 Februari 1998.
Ia dikenal sebagai pembalap berbakat yang telah menorehkan prestasi di berbagai level kejuaraan, mulai dari daerah hingga internasional.
Puncak kariernya tercatat pada Asia Road Racing Championship (ARRC) 2019, saat ia meraih posisi runner-up kelas Asia Production 250 (AP250).
Di tingkat nasional, Awhin juga mengharumkan nama Sulawesi Selatan dengan meraih medali emas pada PON Papua 2021.
Nomor motor 198 yang selalu digunakannya menjadi identitas khas, melambangkan tanggal kelahirannya.
Dalam kehidupan pribadi, Awhin meninggalkan seorang istri dan seorang anak laki-laki yang masih berusia sekitar 11 bulan.
Kepergiannya di usia muda meninggalkan duka mendalam, tidak hanya bagi keluarga, tetapi juga bagi komunitas balap motor Indonesia.
Penghormatan Terakhir dan Rencana Penghargaan
Jenazah Awhin diterbangkan dari Jambi menuju kampung halamannya di Masamba, Sulawesi Selatan, dan dimakamkan di Desa Kamiri, Kecamatan Masamba, Kabupaten Luwu Utara.
Prosesi pemakaman berlangsung haru dengan dihadiri keluarga, rekan pembalap, serta masyarakat setempat.
Sebagai bentuk penghormatan, Pemerintah Kabupaten Luwu Utara berencana mengabadikan nama Awhin Sanjaya sebagai nama salah satu ruas jalan.
Pemerintah daerah juga menyatakan komitmennya untuk merealisasikan pemberian beasiswa pendidikan bagi anggota keluarga almarhum.
Editor : Lugas Rumpakaadi