Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Tottenham Pecahkan Rekor Memalukan! Catat Peluang Cetak Gol Terendah Musim Ini Saat Dibantai Arsenal 4-1, Ancaman Gagal ke Liga Champions Makin Nyata

Niklaas Andries • Senin, 24 November 2025 | 16:14 WIB

REKOR MEMALUKAN: Spurs gagal imbangi permainan Arsenal dalam derby London Utara di Premier League
REKOR MEMALUKAN: Spurs gagal imbangi permainan Arsenal dalam derby London Utara di Premier League
RADARBANYUWANGI.ID - Tottenham Hotspur mencatat rekor yang tidak diinginkan ketika mereka tumbang 1-4 dari Arsenal pada laga derby London Utara, Minggu lalu.

Dalam pertandingan yang berlangsung di Stadion Emirates tersebut, Spurs hanya menghasilkan expected goals (xG) sebesar 0,07, angka terendah yang dicapai tim Premier League sepanjang musim ini.

Skuad asuhan Thomas Frank tampil jauh di bawah standar. Meski sempat mencetak satu gol melalui Richarlison, gol itu terjadi akibat blunder Martin Zubimendi, bukan hasil dari kreativitas atau tekanan ofensif yang dibangun Tottenham.

Tottenham Tak Mampu Mengancam Arsenal

Statistik memperlihatkan buruknya performa Spurs. Mereka tidak melepaskan satu pun tembakan dari dalam kotak penalti, dan tiga upaya yang tercipta semuanya merupakan tembakan jarak jauh.

Catatan xG 0,07 itu bahkan memperburuk rekor sebelumnya, yang juga dipegang Spurs, yakni 0,12 xG saat menghadapi Chelsea pada 1 November. Hal ini menimbulkan pertanyaan serius mengenai strategi yang diterapkan Frank.

Arsenal Terlalu Kuat atau Tottenham Terlalu Lemah?

Kekalahan dari Arsenal mungkin bukan kejutan mengingat The Gunners disebut sebagai salah satu tim terbaik di dunia saat ini. Namun, para pendukung Spurs menilai kekalahan ini lebih disebabkan pendekatan permainan yang terlalu defensif.

Frank memilih bermain dengan formasi dasar tiga bek yang sering berubah menjadi 5-2-3. Keputusan itu membuat beberapa pemain kreatif seperti Xavi Simons, Pedro Porro, dan Brennan Johnson justru duduk di bangku cadangan.

Menariknya, bukan hanya Arsenal yang mampu menekan Tottenham. Chelsea juga berhasil membatasi Spurs hanya dengan tiga tembakan, menguatkan dugaan bahwa masalah terletak pada pendekatan taktik, bukan kualitas lawan saja.

Ancaman Nyata: Gaya Frank Berisiko Gagalkan Target Liga Champions

Meskipun kekalahan ini belum memupus peluang Tottenham untuk finis di empat besar, mereka hanya tertinggal empat poin dari Manchester City di posisi ketiga, performa seperti ini menimbulkan kekhawatiran.

Dalam delapan laga terakhir Premier League, Spurs hanya menang dua kali, imbang tiga kali, dan kalah tiga kali. Jika ritme tersebut berlanjut, mereka berpotensi tertinggal jauh di persaingan menuju Liga Champions.

Gaya defensif Frank memang efektif saat ia melatih Brentford, terutama karena tim tersebut lebih sering tanpa bola dan mengandalkan serangan balik. Namun, di Tottenham kondisi berbeda. Spurs kerap memegang kendali permainan, sehingga taktik ultra-defensif justru menghambat potensi mereka.

Saat menghadapi tim-tim besar seperti Arsenal dan Chelsea, Spurs seharusnya dapat meningkatkan agresivitas menyerang dengan memainkan lebih banyak pemain kreatif, meski harus mengorbankan sedikit keseimbangan defensif. (*)

 

Editor : Niklaas Andries
#arsenal #premier league #Tottenham Hotspur #liga champions #cetak gol