Kebijakan ini diumumkan pada Senin, usai pertemuan antara Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, Gugus Tugas Gedung Putih, dan Presiden FIFA, Gianni Infantino.
Program yang dinamai FIFA Priority Appointment Scheduling System (FIFA PASS) tersebut dirancang untuk membantu pemerintah AS mempertahankan kebijakan imigrasi yang ketat, sekaligus memastikan para penonton dari seluruh dunia dapat masuk tanpa hambatan selama gelaran Piala Dunia.
“Amerika menyambut dunia,” ujar Infantino dalam pernyataannya.
“Kami selalu mengatakan bahwa Piala Dunia ini akan menjadi yang terbesar dan paling inklusif dalam sejarah, dan layanan FIFA PASS adalah bukti nyata dari komitmen tersebut.”
Pada edisi ini, 11 kota di Amerika Serikat akan menjadi tuan rumah dari total 78 pertandingan dalam turnamen yang melibatkan 48 tim. Selain itu, tiga kota di Meksiko dan dua kota di Kanada juga turut menjadi lokasi pertandingan.
Beberapa pekan setelah penjualan tiket dibuka pada Oktober lalu, FIFA mengumumkan bahwa lebih dari 1 juta tiket telah ludes terjual, disusul dimulainya tahap kedua penjualan tiket pada akhir Oktober untuk kuota satu juta tiket berikutnya.
Sementara itu, tim-tim dari berbagai negara kini memasuki fase akhir kualifikasi untuk melengkapi slot 48 peserta. Amerika Serikat, Meksiko, dan Kanada sebagai tuan rumah sudah dipastikan lolos otomatis. Pengundian fase grup dijadwalkan berlangsung pada 5 Desember.
Presiden Trump mengimbau para pelancong yang hendak datang ke AS untuk menyaksikan Piala Dunia agar segera mengajukan permohonan visa mereka.
“Saya sangat mendorong para calon pelancong untuk mengurus visa mereka secepat mungkin,” ujarnya. (*)
Editor : Niklaas Andries