Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Ferdhian Ceisar, Remaja 16 Tahun Juara Catur Kategori Umum Se-Banyuwangi: Tak Gentar Lawan Senior, Tantangan Besar Harus Bisa Kendalikan Mental

Fredy Rizki Manunggal • Jumat, 7 November 2025 | 14:44 WIB
LAWAN MASTER: Dalam perlombaan catur kategori umum, Ferdhian sedang bertanding melawan peserta yang lebih senior di RTH Benculuk, Kecamatan Cluring, Minggu (2/11).
LAWAN MASTER: Dalam perlombaan catur kategori umum, Ferdhian sedang bertanding melawan peserta yang lebih senior di RTH Benculuk, Kecamatan Cluring, Minggu (2/11).

RADARBANYUWANGI.ID - Siswa MAN 3 Banyuwangi, Ferdhian Ceisar Maulana, 16, tampil mengejutkan di turnamen  catur kategori umum se-Banyuwangi yang digelar di RTH Benculuk, Kecamatan Cluring, Minggu (2/11).

Di kelas yang diikuti pemain dewasa, ia justru sukses menembus podium tertinggi, meraih juara satu.

Ferdhian Ceisar Maulana membuktikan kualitasnya di papan catur. Dalam gelaran lomba catur kategori umum se-Banyuwangi yang berlangsung di RTH Benculuk, Kecamatan Cluring, Minggu (2/11), remaja yang masih berusia 16 tahun ini mampu bertengger sebagai juara pertama. Padahal di kategori ini pesertanya rata-rata sudah senior.

Ferdhian yang masih berstatus siswa MAN 10 Banyuwangi mengaku sudah menekuni catur sejak duduk di bangku kelas 2 SD ketika mengikuti ekstrakurikuler di sekolahnya.  

Motivasi semakin tinggi setelah dirinya melihat kakak kelas yang berhasil menorehkan prestasi di dunia catur.

“Saya mulai main catur di kelas 2 SD, lihat kakak kelas bisa juara, dari situ saya makin termotivasi,” ujarnya.

Sejak itu ia terus aktif mengikuti berbagai kejuaraan. Mulai tingkat kabupaten hingga provinsi. Kali pertama mengikuti turnamen catur, Ferdhian masih duduk di bangku SD.

“Lomba catur pertama saya ikuti waktu masih SD di Madiun. Kala itu saya diantar oleh pelatih,” kenangnya.

Ferdhian menuturkan, salah satu kunci keberhasilannya adalah kedisiplinan berlatih. Latihan ia jalani hampir setiap hari, baik bersama pelatih maupun secara mandiri di rumah.

“Saya tiap hari berlatih catur, baik bersama pelatih maupun main game untuk terus mengasah kemampuan,” jelasnya.

Jejak prestasinya juga tak main-main. Di ajang Porprov Jatim  ia mengikuti acara pekan olaraga tersebut dalam dua tahun terakhir. Pada Porprov Jatim 2025, Ferdhian berhasil meraih dua medali perunggu sekaligus di kategori catur cepat dan catur kilat.  

”Saya ikut Porprov di tahun 2024 dan 2025. Di kejuaraan terakhir alhamdulillah saya dapat dua mendali, dikategorikan catur pria cepat dan kilat,” pungkasnya.

Menurut Ferdhian, tantangan terbesar dalam catur bukan hanya soal strategi di papan, melainkan pengendalian mental ketika berlomba menjadi faktor X yang sangat menentukan.

“Yang tersulit itu mengendalikan mental dan pikiran agar tetap fokus selama pertandingan catur. Kalau mental down, itu bisa sangat berpengaruh saat bermain,” ungkapnya.

Sang pelatih, Faiz Abadi menjelaskan, sebelum turun ke turnamen anak didiknya selalu menjalani latihan yang terstruktur.  

“Kami memberikan pelatihan catur teori opening, middle game, dan ending, ditambah sparing dan ikut turnamen untuk pematangan,” pungkasnya. (Mohamad Ksatria Raya/aif)

Editor : Ali Sodiqin
#man 3 banyuwangi #catur #banyuwangi