RADARBANYUWANGI.ID - Carlos Sainz, pembalap tim Williams, mengungkapkan alasan di balik manuver berani yang berujung pada kegagalannya finis di F1 Grand Prix Amerika Serikat 2025.
Aksi overtaking-nya terhadap Kimi Antonelli di Tikungan 15 Austin berakhir dengan benturan yang menyebabkan kerusakan suspensi dan memaksanya mundur dari balapan.
Sainz sebelumnya tampil konsisten dalam beberapa seri terakhir.
Setelah meraih podium di Singapura dan finis ketiga di Sprint Race Austin, ekspektasi terhadap penampilannya di balapan utama cukup tinggi.
Namun, harapan itu pupus setelah insiden dengan Antonelli yang membuatnya gagal mempertahankan tren positif.
Dalam wawancara usai balapan, Sainz menegaskan bahwa ia memilih untuk mengambil risiko demi hasil lebih baik, alih-alih puas dengan posisi kedelapan.
“Saya bisa saja bermain aman dan finis di P8, tapi saya selalu ingin lebih. Ketika melihat peluang, saya ambil kesempatan itu,” ujarnya.
Sainz menjelaskan bahwa pada saat itu ia merasa memiliki kecepatan yang cukup untuk menyalip.
Sebelumnya, ia berhasil melakukan manuver serupa terhadap Oliver Bearman tanpa kendala.
Namun, situasi berbeda terjadi saat melawan Antonelli.
“Kimi lebih agresif dalam bertahan. Saya sempat mengerem keras untuk menghindari tabrakan, tapi akhirnya ban terkunci dan kami bersenggolan,” tambahnya.
Akibat insiden tersebut, steward memberikan hukuman penalti lima posisi grid kepada Sainz untuk Grand Prix Meksiko mendatang, setelah menilai dirinya sebagai pihak yang menyebabkan kecelakaan.
Sainz mengakui bahwa dari luar, tabrakan itu tampak lebih parah dibanding yang ia rasakan di dalam mobil.
Ia menyesal kehilangan potensi poin, terutama karena mobil Williams menunjukkan performa kompetitif sepanjang akhir pekan.
“Kami sebenarnya sangat cepat. Sayang sekali semuanya berakhir seperti ini,” katanya.
Meskipun hasilnya mengecewakan, Sainz menilai keputusan untuk mencoba menyalip tetap tepat dalam konteks balapan.
“Sebagai pembalap, Anda selalu ingin berjuang. Kadang berhasil, kadang tidak. Kali ini, tidak berjalan sesuai harapan,” ujarnya.
Rekan setim Sainz, Alex Albon, juga menghadapi hari yang berat.
Pada lap pertama, ia bersenggolan dengan Gabriel Bortoleto di tikungan pertama, yang membuat mobilnya berputar dan kehilangan banyak posisi.
Meski melanjutkan balapan, Albon hanya mampu finis di posisi ke-14.
“Itu murni insiden balapan, tidak ada yang salah. Tapi secara keseluruhan, akhir pekan ini sulit bagi saya,” ucap Albon.
“Saya tidak pernah merasa benar-benar nyaman dengan mobil,” pungkasnya.
Editor : Lugas Rumpakaadi