RADARBANYUWANGI.ID - Kabupaten Banyuwangi kembali menjadi sorotan dunia dengan digelarnya ajang balap sepeda internasional Tour de Banyuwangi Ijen (TdBI) 2025.
Event yang telah resmi masuk kalender Union Cycliste Internationale (UCI) ini akan digelar selama empat hari, mulai 28 hingga 31 Juli 2025, dan menempuh total lintasan sejauh 593 kilometer.
Sebanyak 100 pembalap dari 24 negara dipastikan ambil bagian, membawa nama 20 tim profesional, termasuk 14 tim luar negeri dan 6 tim asal Indonesia.
Tour de Banyuwangi Ijen bukan hanya soal adu kecepatan dan strategi, tetapi juga menjadi momentum penting untuk mempromosikan sport tourism dan keindahan lanskap Banyuwangi ke mata dunia.
Empat Etape Penuh Tantangan dan Eksotisme
TdBI 2025 akan dibagi menjadi empat etape yang menyuguhkan pemandangan alam khas Banyuwangi, mulai dari pantai, hutan tropis, pedesaan hingga kawasan pegunungan Ijen yang legendaris. Berikut rincian lengkapnya.
Etape 1 (125,5 km)
Pasar Pesanggaran – Kantor Bupati Banyuwangi
Kontur datar dan cocok bagi para sprinter untuk unjuk kecepatan di hari pertama.
Etape 2 (158,8 km)
Taman Nasional Alas Purwo – Kantor Bupati Banyuwangi
Lintasan terpanjang dalam gelaran ini dengan variasi elevasi dan tantangan rute hutan tropis.
Etape 3 (140,3 km)
RTH Glenmore – Kantor Bupati Banyuwangi
Medan rolling dengan segmen teknis yang menguji ketahanan dan kecerdikan strategi tim.
Etape 4 (150 km)
RTH Maron Genteng – Paltuding Gunung Ijen
Etape penentu atau queen stage dengan tanjakan ekstrem ke kawasan Ijen, elevasi lebih dari 1.500 mdpl dengan gradiens mencapai 30 persen.
Partisipasi Internasional dan Dukungan Lokal
Tahun ini, TdBI kedatangan peserta dari negara-negara baru seperti Estonia, Italia, dan Arab Saudi.
Beberapa tim kuat dari Asia seperti Victoire Hiroshima (Jepang) dan Trengganu Cycling Team (Malaysia) akan bersaing ketat dengan tim tuan rumah, seperti BRCC (Banyuwangi Road Cycling Club) dan Jakarta Pro Cycling.
Selain tantangan lintasan, para peserta juga harus beradaptasi dengan iklim tropis dan kondisi geografis yang bervariasi. Sejak 26 Juli, para atlet telah tiba di Banyuwangi untuk menjajal rute dan melakukan aklimatisasi.
Pengamanan dan Infrastruktur Maksimal
Pemerintah daerah, bersama TNI dan Polri, telah menyiapkan pengamanan menyeluruh guna memastikan jalannya kompetisi yang aman, lancar, dan tertib.
Koordinasi dengan Kementerian PU juga dilakukan untuk menjamin kondisi jalan tetap optimal sepanjang jalur yang dilintasi.
Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Banyuwangi, M. Alfin Kurniawan, menyampaikan bahwa TdBI 2025 adalah momentum besar yang diharapkan membawa dampak positif jangka panjang bagi masyarakat, baik dari sektor ekonomi, sosial, hingga pariwisata.
Ajang Sport Tourism Kelas Dunia
Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, menegaskan bahwa TdBI bukan sekadar lomba balap sepeda, melainkan wajah promosi wisata Banyuwangi kepada dunia.
Dengan lanskap yang menakjubkan dan budaya lokal yang kaya, Banyuwangi membuktikan diri sebagai destinasi sport tourism unggulan Indonesia.
“Kami konsisten menyelenggarakan TdBI hingga satu dekade ini. Event ini telah menjadi ikon Banyuwangi dan terus kami dorong sebagai daya tarik wisata kelas dunia,” kata Bupati Ipuk.
Disiarkan Secara Live Streaming di Youtube Channel Radar Banyuwangi
Bagi masyarakat Banyuwangi yang ingin menyaksikan ajang balap sepeda internasional hari ini, Jawa Pos Radar Banyuwangi juga menyiarkan langsung melalui Youtube yang bisa diakses secara gratis melalui link https://youtube.com/live/FnACKcBSCg0?feature=share. (*)
Editor : Lugas Rumpakaadi