Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Pembalap Road Race Meninggal Usai Terjatuh Saat Berlaga di Sirkuit Pantai Marina Boom Banyuwangi: IMI Minta Panitia Bertanggung Jawab

Fredy Rizki Manunggal • Senin, 8 Juli 2024 | 08:00 WIB
TELAN KORBAN JIWA: Para pembalap beradu kecepatan dalam ajang road race yang berlangsung di sirkuit Pantai Marina Boom, Minggu (7/7).
TELAN KORBAN JIWA: Para pembalap beradu kecepatan dalam ajang road race yang berlangsung di sirkuit Pantai Marina Boom, Minggu (7/7).

Radarbanyuwangi.id - Event balap sepeda motor yang digelar di Pantai Marina Boom meninggalkan kabar duka bagi pembalap. Minggu (7/7) salah seorang racer meninggal dunia setelah terjatuh di tikungan saat balapan berlangsung.  

Pembalap nahas tersebut diketahui bernama Anggara Grineta, 34, asal Dusun Gayam Kidul, Desa Gumirih, Kecamatan Singojuruh. Selain sebagai pembalap, pria kelahiran 13 November 1990 tersebut juga dikenal sebagai mekanik sepeda motor.

Angga saat itu mengikuti ajang road race yang digelar oleh Banyuwangi Otomotif Sport Club (BOSC). Korban sedang beradu kecepatan dengan pembalap lainnya.

Tak diduga, korban terjatuh di tikungan. Akibatnya, Angga yang tergabung dalam PWRT Wageri Racing Team mengalami luka cukup parah dan akhirnya meninggal dunia. Jenazah langsung dibawa ke RSUD Blambangan untuk dilakukan pemeriksaan medis.

Insiden tersebut dibenarkan oleh Kapolsek Banyuwangi AKP Hadi Waluyo. Pihaknya mengaku belum bisa menjelaskan kronologi kecelakaan.

Pihaknya masih berupaya menelusuri penyebab kecelakaan tersebut. ”Kami masih kumpulkan keterangan saksi maupun panitia pelaksana,” katanya.

Insiden kecelakaan di ajang road race tersebut dibenarkan oleh Wakil Ketua Ikatan Motor Indonesia (IMI) Banyuwangi Didik Momo.

Insiden yang menewaskan pembalap tersebut terjadi saat korban sedang mengikuti perlombaan. ”Korban sedang fight. Saat posisinya berada di tikungan, korban terkejut karena ada kendaraan di depannya. Seketika itulah, korban langsung terjatuh dan meninggal,” ungkapnya.

Didik menjelaskan, ajang balap sepeda motor tersebut bukan digelar oleh Ikatan Motor Indonesia (IMI), melainkan BOSC. IMI tidak terlibat dalam kepanitiaan.

”Panitia harus bertanggung jawab atas insiden yang dialami pembalap. IMI Banyuwangi akan bersurat kepada IMI Provinsi Jatim untuk membantu korban mendapatkan haknya,” tegasnya.

Sekretaris pelaksana road race Handoyoyitno membenarkan peristiwa kecelakaan yang merenggut nyawa salah satu pembalap.

Pihaknya akan bertanggung jawab atas insiden kecelakaan tersebut. Panitia akan mengurus segala proses administrasi yang dibutuhkan, terutama asuransi pelaksanaan event tersebut.

Dikatakan Handoyoyitno, kecelakaan terjadi sekitar pukul 14.00. Pria yang akrab disapa Yit ini mengaku tidak ingat kelas yang diikuti korban dalam pertandingan. Sepengetahuannya, pembalap bernama Anggara tersebut sempat dilarikan ke IGD RSUD Blambangan, namun nyawanya tidak tertolong.

Pihak keluarga kemudian membawa korban ke rumah duka di Gumirih. ”Kami pasti bertanggung jawab. Ini kami masih mengurus berkas untuk asuransi. Keluarga juga kami temui. Mereka memahami risiko olahraga otomotif,” tegasnya. (rio/fre/aif/c1)

 

Editor : Niklaas Andries
#pemeriksaan medis #pembalap #imi #kapolsek #rsud blambangan #bosch #panitia #Pantai Marina Boom Banyuwangi #singojuruh #banyuwangi #road race #jenazah