RADARBANYUWANGI.ID - Bagi masyarakat Jawa, hutan bukan sekadar tempat rimba belantara.
Ia adalah ruang sakral tempat manusia menyatu dengan alam, berkomunikasi dengan batin, dan mencari makna dalam diam.
Di bulan Suro, tempat-tempat ini kembali hidup oleh mereka yang setia pada tradisi leluhur.
Berikut hutan beraroma mistis yang paling sering dikunjungi saat bulan Suro dalam penanggalan Jawa.
1. Alas Purwo – Banyuwangi
Dikenal sebagai “hutan paling angker di Pulau Jawa”, Alas Purwo dipercaya sebagai tempat berkumpulnya makhluk halus dan pusat kerajaan gaib.
Setiap bulan Suro, banyak orang datang untuk tirakat, semadi, atau sekadar mencari wangsit.
Gua Istana dan Gua Putri adalah dua titik yang paling sering didatangi pada malam 1 Suro.
Meski berada di dalam kawasan Taman Nasional, kepercayaan ini tetap hidup di kalangan masyarakat adat Osing dan spiritualis Kejawen.
2. Alas Ketonggo – Ngawi
Hutan ini disebut sebagai tempat lelaku Pangeran Diponegoro, dan hingga kini banyak dikunjungi spiritualis, terutama saat bulan Suro.
Di dalamnya terdapat puluhan titik ritual seperti Watu Gilang, Sendang Drajat, dan Petilasan Semar.
Setiap 1 Suro, ribuan orang datang diam-diam untuk kungkum, semedi, atau tirakat mutih.
Ritual di hutan ini dikenal dengan sebutan “jalan sunyi”, karena dilakukan tanpa keramaian, hanya dengan keheningan dan doa.
3. Hutan Krendowahono – Karanganyar
Hutan ini berada di kawasan lereng Gunung Lawu dan terkenal dengan pohon-pohon besar serta aura mistisnya.
Dikenal sebagai tempat para leluhur dan sesepuh bertapa. Banyak pelaku spiritual datang di bulan Suro untuk bersemedi di bawah pohon-pohon tua, terutama saat malam hari.
Lokasi ini juga sering dikunjungi oleh pelaku ilmu kejawen untuk menyendiri dan mencari wangsit.
4. Alas Donoloyo – Wonogiri
Merupakan hutan rakyat yang dipenuhi dengan pepohonan raksasa dan berbagai petilasan.
Salah satu yang terkenal adalah Makam Pangeran Sambernyawa (Raden Mas Said), yang menjadi lokasi ziarah pada malam 1 Suro.
Banyak peziarah bermalam di hutan ini sambil berdoa dan melakukan tirakat.
Tempat ini tidak dijadikan lokasi wisata umum, tetapi tetap ramai oleh pengunjung spiritual di bulan Suro.
5. Alas Setro – Blitar
Dianggap sakral oleh masyarakat lokal karena dipercaya sebagai hutan tempat persembunyian dan pertapaan tokoh-tokoh sakti.
Saat bulan Suro, warga desa sekitar sering melakukan selamatan desa dan beberapa orang memilih masuk ke dalam hutan untuk semedi atau mencari petunjuk batin.
Tempat ini tidak banyak diketahui wisatawan, namun sangat hidup dalam praktik budaya lokal.
Disclaimer: Artikel ini disusun berdasarkan cerita rakyat, kesaksian warga, dan pandangan spiritual yang hidup di kalangan masyarakat adat Jawa. Tidak ada klaim ilmiah atau pembuktian empiris atas keberadaan kebenarannya mahluk halus. Pembaca disarankan untuk menyikapi isi artikel secara bijak sebagai bagian dari tradisi lisan dan kepercayaan lokal.
Editor : Agung Sedana