Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Sumber Mata Air di Petilasan Mbah Kopek Senopati Mataram Tak Pernah Kering, Sering Dijadikan Lokasi Tirakat

Lugas Rumpakaadi • Sabtu, 5 Agustus 2023 | 19:00 WIB
PETILASAN: Juru Kunci Petilasan Mbah Kopek di Dusun Sumberjoyo, Desa Kumendung, Kecamatan Muncar, Sunardi, di salah satu titik lokasi yang sering digunakan untuk tirakat, Jumat (4/8).
PETILASAN: Juru Kunci Petilasan Mbah Kopek di Dusun Sumberjoyo, Desa Kumendung, Kecamatan Muncar, Sunardi, di salah satu titik lokasi yang sering digunakan untuk tirakat, Jumat (4/8).

RADAR GENTENG – Petilasan Mbah Kopek di Dusun Sumberjoyo, Desa Kumendung, Kecamatan Muncar, Banyuwangi, jadi salah satu jujugan untuk laku tirakat.

Di petilasan yang berada di tengah persawahan dan pemakaman umum tersebut, pelaku spiritual biasanya melakukan tirakatan atau hanya sekadar mandi untuk menyucikan diri.

Petilasan tersebut, memang sudah terkenal di kalangan para pelaku spiritual. Letaknya, ada di tengah-tengah persawahan dan di dekat TPU Dusun Sumberjoyo.

“Mayoritas peziarah yang ke sini biasanya mandi di sumber,” kata Juru Kunci Petilasan Mbah Kopek, Sunardi, Jumat (4/8).

Sumber itu, kata Sunardi, sepanjang tahun selalu mengeluarkan air dan tidak pernah mengering. “Meskipun kemarau panjang, selalu ada air di sini,” katanya kepada Jawa Pos Radar Genteng.

Petilasan Mbah Kopek dulunya merupakan sebuah sumber yang menjadi tempat Mbah Joyo Kusumo, senopati Mataram, bertapa. “Konon ceritanya, beliau pernah bertapa di sini dan moksa,” ungkapnya.

Petilasan ini, terang Sunardi, kerap didatangi para peziarah dari kampung sekitar hingga dari berbagai wilayah di Indonesia.

“Ada yang dari Yogyakarta, Kediri, Palembang, hingga Kalimantan,” ujarnya.

Tempat tersebut menjadi semakin terkenal saat ada seorang pengusaha yang meminta petunjuk di sana.

“Orang itu minta petunjuk karena akan membuka usaha. Ternyata usahanya sukses,” ujar Sunardi.

Dari cerita tersebut, kemudian petilasan Mbah Kopek ini semakin ramai dikunjungi orang.

“Bahkan, sempat menjadi salah satu tempat yang harus dikunjungi sebelum bertirakat ke Alas Purwo,” imbuhnya.

Sekarang, tidak banyak pelaku spiritual yang berkunjung ke petilasan tersebut sebelum laku tirakat di Alas Purwo.

“Orang-orang yang ke sini biasanya ingin menyepi dan memohon doa karena akan punya hajat,” ujar Suyono, 50, warga sekitar yang kerap berkunjung di petilasan.

Setelah berdoa di dekat petilasan dan menyucikan diri di sumber mata air, hajat yang diminta biasanya akan terkabul. “Yang hajatnya terkabul akan kembali lagi ke petilasan ini,” pungkasnya. (gas/als)

Editor : Ali Sodiqin
#petilasan #juru kunci #mataram #Mata Air #Tirakat #musim kemarau