RadarBanyuwangi.id – Asrama Inggrisan yang terletak di Jalan Diponegoro, Kelurahan Kepatihan, bakal direvitalisasi menjadi cagar budaya.
Rencana ini telah mendapat lampu hijau dari Kepala Staf TNI Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI Dudung Abdurrachman.
Dengan persetujuan Kasad, bangunan yang didirikan oleh British East India Company (BEIC) tahun 1889 tersebut akan segera dikosongkan.
Bangunan yang menyimpan sejarah hubungan Banyuwangi dengan Broome, Australia Barat tersebut saat ini ditempati 12 anggota Kodim 0825 Banyuwangi.
Merespons pernyataan Kasad, Pemkab Banyuwangi mengupayakan rumah dinas (rumdin) untuk para anggota yang tinggal di Asrama Inggrisan tersebut.
”Kami siapkan rumdin untuk para anggota. Ketika Asrama Inggrisan direvitalisasi, para penghuni bisa menempati rumdin,” ujar Sekretaris Kabupaten (Sekkab) Banyuwangi Mujiono.
Mujiono mengatakan, rumdin yang disiapkan berada di Lingkungan Sukowidi, Kelurahan Klatak, Kecamatan Kalipuro.
Jaraknya memang cukup jauh dari Asrama Inggrisan, namun tetap terjangkau. ”Jaraknya sekitar 4 kilometer dari Kodim 0825 Banyuwangi,” katanya.
Hingga saat ini rumdin yang sudah terbangun baru lima unit. Sehingga, masih kurang tujuh unit yang disiapkan. ”Kekurangan bangunan masih terus kita kebut,” ungkap Mujiono.
Pembangunan rumdin tersebut menggunakan dana dari Perubahan Anggaran Pembangunan dan Belanja Daerah (PAPBD) 2023 atau di induk tahun 2024.
Sembari menunggu pembangunan rumdin, pemkab berkolaborasi dengan Kodim 0825 untuk menyewa rumah sementara bagi 12 anggota TNI tersebut.
”Sembari menunggu proses pembangunan, anggota TNI akan menempati rumah untuk tempat tinggal sementara,” tegasnya.
Diberitakan sebelumnya, Kasad Jenderal Dudung Abdurrachman mendukung perkembangan destinasi wisata berbasis alam dan budaya.
Dukungan itu disampaikan saat jenderal bintang empat tersebut berkunjung ke Banyuwangi, Senin lalu (31/7).
Mantan Pangkostrad itu juga mendukung upaya Pemkab Banyuwangi dalam mengembangkan wisata sejarah. Seperti halnya merevitalisasi kompleks Inggrisan yang memiliki nilai historis tinggi.
”Ini (Inggrisan) segera dikosongi dan dikembangkan menjadi destinasi wisata,” tegasnya di sela ramah tamah dengan Bupati Ipuk Fiestiandani dan Menpan-RB Abdullah Azwar Anas di Pendapa Sabha Swagata Blambangan.
Untuk memastikan imbauannya segera dilaksanakan, dalam waktu dekat Dudung akan segera kembali ke Banyuwangi. ”Kami ingin pastikan ini segera terwujud,” imbuhnya.
Saat itu juga, Dudung langsung memerintahkan Kepala Staf Logistik TNI AD dan Dandim 0825 Banyuwangi Letkol (Kav) Eko Julianto Ramadan untuk segera mengosongkan Inggrisan dengan deadline tanggal 17 Agustus nanti.
Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani menyambut baik dukungan dari Jenderal Dudung. Menurutnya, dukungan tersebut dapat mendorong pertumbuhan wisata di Banyuwangi.
”Terima kasih atas dukungannya Jenderal Dudung. Jika kompleks Inggrisan ini dapat dikelola secara maksimal, tentu saja akan memberikan dampak signifikan dalam pengembangan wisata berbasis sejarah di Banyuwangi,” terang Ipuk.
Gedung Inggrisan dibangun pada tahun 1889. Bangunan yang bakal menjadi cagar budaya itu dulunya merupakan kantor dagang Inggris yang didirikan oleh British East India Company (BEIC).
Di gedung tersebut juga terjejak bekas kabel telegram yang menghubungkan Banyuwangi dengan Kota Broome di Australia. Kabel ini terkoneksi hingga ke Eropa dan Afrika. (rio/aif/c1)
Editor : Ali Sodiqin