Karhutla Kawah Ijen Merambat Cepat, Api Kini Dekat Paltuding, Pendakian Ditutup Total

Bagus Rio Rohman • Dipublikasikan Sabtu, 5 September 2026 | 17:38 WIB
Personel BPBD membawa tandon untuk mengatasi kobaran api yang membakar lahan di TWA Kawah Ijen, Banyuwangi, Jumat (4/9). (BPBD Banyuwangi)
Personel BPBD membawa tandon untuk mengatasi kobaran api yang membakar lahan di TWA Kawah Ijen, Banyuwangi, Jumat (4/9). (BPBD Banyuwangi)

RADAR BANYUWANGI – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Taman Wisata Alam (TWA) Kawah Ijen kian mengkhawatirkan. Api yang bergerak cepat akibat hembusan angin kencang kini telah menjalar hingga radius sekitar 500 meter dari Paltuding. Kondisi tersebut membuat Pemkab Banyuwangi mengerahkan personel, kendaraan, tangki air, hingga mesin semprot untuk menahan laju kobaran.

Upaya pemadaman dipimpin Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banyuwangi. Sedikitnya 11 personel gabungan khusus dari Pemkab Banyuwangi diterjunkan ke lokasi. Mereka bekerja bersama personel Perhutani, taman nasional, Pemkab Bondowoso, serta sejumlah relawan.

Medan yang sulit menjadi tantangan tersendiri. Titik api berada cukup jauh dan berada di kawasan dengan kontur yang menyulitkan mobilisasi personel maupun peralatan.

“Api yang membakar TWA Kawah Ijen ini cukup cepat merambat. Tiupan angin yang kencang membuat api semakin membesar dan menjalar lebih jauh,” ujar Kalaksa BPBD Banyuwangi Partana.

Untuk mempercepat pemadaman, Pemkab Banyuwangi membawa sejumlah peralatan. Di antaranya dua unit tangki air pemadam, empat unit mobil double cabin, enam unit tangki air berkapasitas masing-masing 1.200 liter, tiga unit mesin semprot, serta dua unit posko lengkap dengan perlengkapannya.

Mesin semprot menjadi salah satu andalan petugas untuk menghentikan penjalaran api. Setiap titik yang memungkinkan dijangkau diupayakan segera disemprot agar kobaran tidak semakin meluas.

“Api yang menjalar ujungnya kita upayakan penyemprotan, agar tidak terus menjalar semakin parah,” kata Partana.

Api Merambat ke Dekat Paltuding

Di tengah upaya pemadaman, petugas juga mendirikan posko di Paltuding. Posko tersebut berdampingan dengan posko milik Pemkab Bondowoso lantaran kawasan yang terdampak kebakaran berada di wilayah administratif Banyuwangi dan Bondowoso.

Namun, jarak api dengan Paltuding menjadi perhatian serius. Kobaran telah menjalar hingga radius sekitar 500 meter dari kawasan tersebut.

Kondisi itu pula yang membuat akses pendakian Kawah Ijen ditutup sementara. Penutupan dilakukan sampai batas waktu yang belum dapat ditentukan karena kondisi di lapangan masih dinamis.

Partana meminta masyarakat maupun calon pendaki tidak memaksakan diri menuju kawasan puncak.

“Demi keamanan semua pendakian ditutup sampai batas waktu belum dapat ditentukan. Semua pendaki kita harapkan tidak memaksa melakukan pendakian demi keselamatan,” tegasnya.

Sementara itu, luas lahan yang terbakar belum bisa dipastikan. Petugas masih menghadapi api yang terus bergerak akibat angin kencang. Penghitungan luasan baru dapat dilakukan setelah kondisi lebih terkendali.

Berharap Pemadaman dari Udara

BPBD Banyuwangi telah berkoordinasi dengan BPBD Provinsi Jawa Timur. Salah satu opsi yang diharapkan dapat membantu mempercepat penanganan adalah pemadaman melalui udara.

Bukan tanpa alasan. Selain titik api yang berada cukup jauh, medan di kawasan TWA Kawah Ijen membuat petugas tidak mudah menjangkau seluruh lokasi kebakaran.

“Kesulitan kita medannya. Makanya, kita tentu harapannya ada pemadaman lewat udara agar api dapat dipadamkan,” ungkap Partana.

Di sisi lain, BPBD mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran selama musim kemarau. Salah satunya dengan membakar sampah sembarangan.

Masyarakat diminta mengelola sampah dengan benar. Jika belum bisa dibuang atau dikelola, sampah sebaiknya ditimbun sementara dan tidak dibakar, terutama di sekitar kawasan hutan dan lahan kering.

Partana mengingatkan bahwa ancaman kebakaran masih tinggi karena musim kemarau diperkirakan berlangsung hingga November. September juga diprediksi menjadi salah satu periode puncak musim kemarau.

“Jangan sembarang melakukan pembakaran meski alasannya membakar sampah. Sesuai prediksi BMKG, musim kemarau masih hingga November mendatang. September ini masuk puncak musim kemarau,” pungkasnya. (rio/aif)

Editor : Ali Sodiqin
Kebakaran Kawah Ijen Karhutla Kawah Ijen Pendakian Kawah Ijen bpbd banyuwangi paltuding ijen