Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Ombak 3 Meter Terjang Grajagan, Perahu Nelayan Banyuwangi Terbalik di Plawangan

Zamrozi Wahyu • Selasa, 14 Juli 2026 | 23:29 WIB
Perahu Nelayan Grajagan terbalik usai dihantam ombak Plawangan pada Kamis (9/7). (Suyono for Radar Banyuwangi)
Perahu Nelayan Grajagan terbalik usai dihantam ombak Plawangan pada Kamis (9/7). (Suyono for Radar Banyuwangi)

RADAR BANYUWANGI – Gelombang tinggi yang melanda perairan selatan Banyuwangi kembali memakan korban. Sebuah perahu nelayan terbalik setelah dihantam ombak setinggi sekitar tiga meter di kawasan Plawangan, Pantai Grajagan, Rabu (9/7). Beruntung, dua orang yang berada di atas perahu, yakni ayah dan anak, berhasil diselamatkan nelayan lain yang berada di sekitar lokasi.

Perahu tersebut milik Syaifudin, warga Desa Grajagan, Kecamatan Purwoharjo. Saat kejadian, ia bersama putranya, Fiki, baru berangkat melaut untuk mencari ikan dari Pelabuhan Grajagan.

Insiden terjadi ketika perahu melintas di kawasan Plawangan, jalur keluar-masuk perahu nelayan yang dikenal memiliki arus kuat dan ombak tinggi, terutama pada musim angin timur.

Salah seorang warga Grajagan, Suyono, mengatakan kecelakaan laut itu dipicu gelombang besar yang tiba-tiba menghantam perahu.

"Ombaknya besar sekitar 3 meter," ujarnya.

Melihat kejadian tersebut, sejumlah nelayan yang berada tidak jauh dari lokasi langsung bergerak memberikan pertolongan. Mereka mengevakuasi kedua korban sebelum arus membawa perahu semakin jauh.

"Tidak ada korban, perahu dan nelayannya berhasil diselamatkan," katanya.

Komandan Pos TNI AL Grajagan Peltu Andik Karvianyo membenarkan adanya kecelakaan laut tersebut. Menurutnya, tinggi gelombang di perairan selatan Banyuwangi memang sedang meningkat dalam beberapa hari terakhir.

"Tinggi ombak mencapai 3 meter," ujarnya.

Ia menjelaskan, periode Mei hingga Agustus merupakan musim ketika gelombang di perairan selatan Banyuwangi cenderung lebih tinggi akibat pengaruh angin timur. Kondisi tersebut membuat kawasan Plawangan menjadi salah satu titik yang harus diwaspadai para nelayan.

Karena itu, para nelayan diminta lebih cermat memperhitungkan kondisi cuaca dan karakter gelombang sebelum memutuskan melaut, terutama saat melintasi jalur Plawangan.

"Bagi seluruh nelayan, ketika hendak melintas di Plawangan dianjurkan menggunakan pelampung atau life jacket. Hal ini bertujuan untuk menjaga keselamatan saat bekerja," imbaunya.

Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa keselamatan harus menjadi prioritas utama bagi para nelayan yang beraktivitas di perairan selatan Banyuwangi. Di tengah tingginya gelombang, penggunaan alat keselamatan serta kewaspadaan terhadap kondisi cuaca menjadi langkah penting untuk meminimalkan risiko kecelakaan laut. (why/sgt)

Editor : Ali Sodiqin
#Ombak Grajagan #Plawangan Grajagan #Gelombang Tinggi #nelayan banyuwangi #pantai grajagan