RADARBANYUWANGI.ID – Sebanyak 51 perusahaan di Kawasan Industri Suryacipta, Kecamatan Ciampel, Kabupaten Karawang, terdampak pemadaman listrik terbatas yang dilakukan PT PLN (Persero). Langkah darurat tersebut diambil untuk menjaga stabilitas sistem kelistrikan dan mencegah gangguan yang lebih luas setelah ditemukan kondisi kritis pada jaringan listrik hulu.
Pemadaman berlangsung pada Kamis, 11 Juni 2026, mulai pukul 17.30 hingga 21.00 WIB. Kebijakan ini dilakukan melalui pekerjaan penguatan dan rekonfigurasi darurat sistem kelistrikan yang dinilai tidak dapat ditunda karena berpotensi mengganggu pasokan listrik dalam skala lebih besar.
Informasi yang dihimpun menyebutkan, penghentian sementara pasokan listrik dilakukan secara terbatas kepada sejumlah pelanggan industri di kawasan tersebut. Dampaknya, aktivitas produksi puluhan pabrik harus melakukan penyesuaian guna menghindari kerusakan mesin maupun gangguan operasional.
PLN Ungkap Alasan Pemadaman Darurat
Dalam pemberitahuannya, PLN menyatakan kondisi jaringan listrik hulu memerlukan penanganan segera demi menjaga keandalan pasokan listrik bagi pelanggan industri maupun masyarakat.
Perusahaan pelat merah itu meminta seluruh tim engineering perusahaan terdampak untuk melakukan mitigasi sejak sebelum pemadaman dimulai.
"Kami mengimbau pelanggan terdampak untuk melakukan langkah mitigasi berupa penurunan beban produksi secara bertahap menjelang pukul 17.30 WIB," tulis PLN ULP Prima Karawang dalam keterangannya.
PLN juga menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang ditimbulkan akibat pekerjaan darurat tersebut.
Penguatan Sistem Kelistrikan Demi Hindari Risiko Lebih Besar
Humas PLN UP3 Karawang, Wahyu Nur, membenarkan adanya pengaturan pembebanan listrik di kawasan industri terbesar di Karawang tersebut.
Menurutnya, langkah tersebut dilakukan untuk mendukung pekerjaan penguatan sistem kelistrikan sehingga pasokan listrik tetap aman dalam jangka panjang.
"Ya benar untuk wilayah kawasan Suryacipta sore hari itu dibutuhkan pengaturan pembebanan sehubungan dengan adanya pekerjaan penguatan sistem kelistrikan. Komunikasi sudah dilakukan PLN kepada pelanggan terkait untuk melakukan persiapan," kata Wahyu Nur.
Ia memastikan normalisasi pasokan listrik dilakukan secara bertahap setelah pekerjaan selesai dan kondisi sistem dinyatakan aman.
Industri Otomotif hingga Elektronik Terdampak
Dari daftar pelanggan yang terdampak, sejumlah perusahaan besar di sektor otomotif, manufaktur, elektronik, hingga makanan dan minuman ikut terkena penghentian pasokan sementara.
Beberapa di antaranya adalah:
-
PT Astra International Tbk
-
PT Astra Daihatsu Motor
-
PT Bridgestone
-
PT Honda Prospect Motor
-
PT Nestle Indonesia
-
PT JVCKenwood Electronics
-
PT Tenma Indonesia
-
PT Nipro Indonesia Jaya
Selain perusahaan besar, puluhan pabrik pendukung rantai pasok industri otomotif dan manufaktur lainnya juga masuk dalam daftar pelanggan terdampak.
Daftar 51 Perusahaan Terdampak Pemadaman
PLN mencatat sedikitnya 51 perusahaan di Kawasan Industri Suryacipta yang terdampak pengaturan beban listrik, mulai dari sektor otomotif, logistik, elektronik, metal, hingga pengolahan makanan.
Kebijakan ini menjadi perhatian pelaku industri karena Karawang merupakan salah satu pusat manufaktur terbesar di Indonesia. Meski bersifat sementara, gangguan listrik dapat memengaruhi jadwal produksi dan distribusi jika berlangsung lebih lama.
PLN menegaskan langkah tersebut merupakan tindakan preventif untuk menjaga stabilitas sistem kelistrikan dan menghindari risiko pemadaman yang lebih luas di kawasan industri maupun wilayah sekitarnya.
1. PT ASTRA INTL TBK — Gardu G.ASIN
2. PT GREEN TECH SOLUTION — Gardu G.LMTH
3. PT ASTRA DAIHATSU MOTOR — Gardu G.ADST
4. PT BRIDGE STONE — Gardu GH BST
5. PT VUTEQ INDONESIA — Gardu GH VUTQ
6. PT MEIDOH INDONESIA — Gardu G.MDOH
7. PT SUGIURA INDONESIA — Gardu G.SGRA
8. PT AKASHI WAHANA IND — Gardu G.AWI
9. PT CENTRAL MOTOR WHEEL I — Gardu G.CMWL
10. PT TRIMITRA DAYA — Gardu G.NSOL
11. PT FUJI SEAT INDONESIA 3 — Gardu G.FJSI
12. PUMP STATION PHASE II — Gardu G.PSTN2
13. PT AUTO ASKA INDONESIA — Gardu G.AAI
14. PT JAYA REFRIGERATION EQUIPMENT — Gardu G.ESRA
15. PT NISSEN CHEMITEC INDO — Gardu G.NSCH
16. PT APM LEAF SPRINGS IND — Gardu G.APAC
17. PT KHN METAL INDONESIA — Gardu G.KHN
18. PT ART PISTON INDONESIA — Gardu G.APST
19. PT MITSUI KINZOKU C — Gardu G.MSUI
20. PT NUGRAHA INDAH C I — Gardu G.NICR
21. PT PLASSES INDONESIA — Gardu G.PLSS
22. KPA SATKER BLUPPB — Gardu G.FUKU
23. WATER TREATMENT PLANT SPI — Gardu G.WIKK
24. PT INTI PANTJA PRESS IN — Gardu G.IPPI
25. PT KLF MEDICAL INDONESIA — Gardu G.IAMI
26. PT ILC LOGISTICS IND — Gardu G.ILCL
27. PT WWRC INDONESIA — Gardu G.WWCR
28. PT PRIMA SURYA MEDTECH — Gardu G.PSMT
29. PT BERGER PAINTS IND — Gardu G.ASPI
30. PT YANGTZE OPTICS IND — Gardu G.YOI
31. PT EVERPRO INDONESIA 2 — Gardu G.YNZE
32. PT PRISCOLIN — Gardu G.KVKL
33. PT APM ARMADA SUSPENSION — Gardu G.APMA
34. PT KERAMIKA IND ASSOSIASI — Gardu G.KIA
35. PT TEIKURO ENGINEERING IN — Gardu G.TKRO
36. MOLD & DIES — Gardu G.MOLD
37. PT HONDA PROSPECT MOTOR — Gardu G.SWIP
38. PT EVERPRO INDONESIA 2 — Gardu G.EVIT2
39. PT NESTLE INDONESIA — Gardu G.NSTL
40. PT JVCKENWOOD ELECTRONICS — Gardu G.JVC
41. PT SAKAE RIKEN INDONESIA — Gardu G.SKRN
42. PT MATSUMOTO INDUSTRIES — Gardu G.MATS
43. PT KANAAN KRW LESTARI — Gardu G.CMOL
44. PT DAIKYO NISHIKAWA T. I — Gardu G.DKYO
45. PT TENMA INDONESIA — Gardu G.TNMA
46. PT ESR INDONESIA — Gardu G.ESRB
47. PT TUFFINDO NITTOKU A — Gardu G.TUFO
48. PT DASA WINDU AGUNG — Gardu G.GDWA
49. PT PRISCOLIN — Gardu G.KVKL
50. PT SANKO GOSEI TECH IND — Gardu G.SKGS
51. PT NIPRO INDONESIA JAYA — Gardu G.NPRO