Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Mitos Keramas Tanpa Mandi Bikin Umur Pendek Orang Tua? Jawa vs Madura Beda Makna

Fanzha Shefya Yuananda • Kamis, 12 Juni 2025 | 20:05 WIB
Mandi hanya keramas saja, hindari hal ini.
Mandi hanya keramas saja, hindari hal ini.

RADARBANYUWANGI.ID – Ungkapan yang mungkin terdengar menyeramkan ini merupakan bagian mitos yang nyaring di dengar bagi minoritas masyarakat Jawa dan Madura.

Pepatah ini berbunyi “Jangan mandi hanya keramas kepala saja, nanti orang tua nya mati separuh, kepalanya mati tapi badannya hidup.”

Membacanya saja sudah membuat bulu kuduk berdiri, merinding sebadan.

Ungkapan ini memang sangat jarang didengar jika kalian hidup jauh dari lingkungan Jawa dan Madura.

Berikut penjelasan maknanya menurut budaya, kiasan dan filosofi kehidupan.

Versi Jawa dan Madura

Potongan kalimat “Mandi hanya keramas kepala saja,” artinya seseorang itu hanya membasuh atau membasahi bagian rambut saja.

Dalam budaya Jawa, mandi seperti ini dianggap tidak lengkap memenuhi syarat bersih sempurna yakni mandi secara menyeluruh dari ujung kepala hingga kaki.

Pembahasaan Madura, bâk-abâk artinya ialah hanya membasahi badan bagian atas. Mempertegas bahwa mandi hanya dilakukan di sebagian tubuh saja dan tidak menyeluruh.

Menurut Arti Kiasan

Untuk kiasan, mari kita pecah menjadi tiga kalimat bagian:

  1. Orang Tuanya Mati Separuh

Kalimat ini menandakan bahwa dalam melakukan sesuatu selalu tidak sempurna, tidak tuntas dan setengah-setengah.

Konteks mandi yang dibicarakan disini, berarti saat sedang membersihkan diri hanya di beberapa bagian saja, hingga tujuannya tidak tercapai dengan sempurna.

  1. Kepala Mati, Badan Hidup

Sekedar simbolisme yakni bagian tubuh yang bersih hanya kepala saja, sementara bagian badan yang lain tidak bersih (mati). Menggambarkan tidak seimbang dan tidak sempurnanya saat menjalani dan melakukan sesuatu.

Menurut Filosofi Kehidupan

Di lingkungan masyarakat tradisional, membersihkan diri merupakan simbol penyucian lahir dan batin.

Jika dilakukan hanya sebagian, dipandang sebagai aktivitas yang kurang menghormati nilai-nilai kebersihan ini.

Tidak jarang, pepatah kuno ini digunakan sebagai nasehat supaya seseorang melakukan sesuatu tidak hanya mementingkan bagian tertentu saja, tapi juga sepenuh hati.

Disclaimer: Artikel ini berasal dari mitos dan kepercayaan masyarakat yang berkembang turun-temurun. Pembaca sebaiknya bijak dalam menyikapi dan hanya menganggapnya sebagai warisan lisan sebagai bagian dari kekayaan budaya dan cerita rakyat.

Editor : Agung Sedana
#mandi keramas saja #mitos