Scent Layering Makin Populer, Begini Cara Membuat Kamar Lebih Rileks dengan Wewangian

Shinta Ayu Rahma Wardani • Dipublikasikan Selasa, 25 Agustus 2026 | 12:26 WIB
Scent layering memadukan beberapa produk wewangian dengan aroma senada untuk menciptakan suasana kamar yang lebih nyaman. (ChatGPT)
Scent layering memadukan beberapa produk wewangian dengan aroma senada untuk menciptakan suasana kamar yang lebih nyaman. (ChatGPT)

RADAR BANYUWANGI - Kebiasaan mempercantik suasana kamar tidur kini tidak hanya mengandalkan dekorasi.

Di kalangan generasi muda, wewangian mulai menjadi bagian dari gaya hidup untuk membangun suasana ruang yang lebih nyaman dan menenangkan.

Salah satu tren yang berkembang adalah scent layering, yakni mengombinasikan beberapa produk pewangi dengan aroma yang senada dalam satu ruangan.

Praktik tersebut dapat melibatkan lilin aromaterapi, reed diffuser, hingga room spray.

Aroma seperti lavender, chamomile, dan sandalwood banyak dipilih karena memberikan kesan lembut serta rileks.

Bagi sebagian pengguna, perpaduan aroma tersebut menjadi bagian dari rutinitas sebelum beristirahat setelah menjalani aktivitas sepanjang hari.

Scent layering pada dasarnya dilakukan dengan menumpuk beberapa bentuk wewangian yang memiliki karakter aroma serupa.

Kombinasi tersebut ditujukan untuk membentuk atmosfer kamar yang lebih personal, nyaman, dan sesuai dengan preferensi penggunanya.

Tren ini juga semakin mudah diterapkan karena produk wewangian lokal tersedia dalam beragam pilihan dengan harga yang relatif terjangkau.

Kemasan yang menarik membuat produk aromaterapi juga menjadi bagian dari dekorasi kamar, termasuk untuk mempercantik meja atau sudut ruang istirahat.

Di tengah popularitasnya, penggunaan aromaterapi tetap perlu dilakukan secara bijak.

Praktisi kesehatan dr. Tirta Mandira Hudhi, M.B.A., dalam unggahan edukasinya di media sosial, menjelaskan bahwa aroma berkaitan dengan indra penciuman dan respons otak terhadap rangsangan tersebut.

"Aromaterapi itu mempengaruhi salah satu indra kita, yaitu indra penciuman yang berhubungan langsung dengan area di otak. Sensasi itu membuat kita nyaman. Cuma, kalau berlebihan itu juga bisa mengganggu kinerja otak. Jadi pilihlah aromaterapi yang memang terbukti aman bagi kinerja otak," ujar dr. Tirta dalam unggahannya di akun Tirta PengPengPeng.

Menciptakan kamar yang harum tidak berarti harus menggunakan sebanyak mungkin produk pewangi. 

Penggunaan berlebihan di ruangan tertutup justru dapat mengurangi kenyamanan, terutama bagi orang yang sensitif terhadap aroma tertentu.

Karena itu, sirkulasi udara tetap menjadi faktor penting ketika menerapkan scent layering.

Pengguna sebaiknya memastikan ruangan memiliki pertukaran udara yang baik dan tidak terus-menerus terpapar wewangian dalam konsentrasi tinggi.

Aspek keamanan juga perlu diperhatikan ketika menggunakan lilin aromaterapi.

Lilin sebaiknya tidak dibiarkan menyala saat penghuni kamar tertidur.

Memadamkannya sebelum tidur merupakan langkah sederhana yang penting untuk mengurangi risiko kebakaran.

Editor : Lugas Rumpakaadi
scent layering