Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Jika Nabi Hadir di Tengah Indonesia Hari Ini

T
Oleh: Moh Nur Fauzi, Dosen Studi Islam dan Filsafat Ilmu Fakultas Ushuluddin dan Syariah Universitas KH. Mukhtar Syafaat Banyuwangi
Oleh: Moh Nur Fauzi, Dosen Studi Islam dan Filsafat Ilmu Fakultas Ushuluddin dan Syariah Universitas KH. Mukhtar Syafaat Banyuwangi

Advertisement

RADAR BANYUWANGI - Setiap kali Maulid Nabi Muhammad SAW tiba, umat Islam kembali menghidupkan ingatan tentang sosok yang membawa perubahan besar dalam sejarah manusia. Shalawat dilantunkan, pengajian digelar, dan kisah perjuangan Rasulullah SAW disampaikan dari masjid hingga musala.

Namun, ada pertanyaan yang mungkin lebih penting daripada sekadar merayakan Maulid: jika Nabi Muhammad SAW hadir di tengah Indonesia hari ini, apa yang pertama kali akan beliau lihat?

Pertanyaan tersebut bukan untuk berandai-andai tentang kehadiran Nabi secara fisik. Ia adalah cara reflektif untuk mengukur kehidupan kita dengan nilai-nilai kenabian.

Advertisement

Indonesia hari ini bukan negeri yang tanpa kemajuan. Infrastruktur berkembang, teknologi semakin canggih, dan ruang digital memungkinkan manusia terhubung tanpa batas. Tetapi di balik kemajuan itu, kita masih berhadapan dengan persoalan kemiskinan, kesenjangan, korupsi, konflik sosial, ujaran kebencian, intoleransi, serta krisis kepercayaan terhadap berbagai institusi.

Di sinilah Maulid Nabi menemukan relevansinya. Maulid bukan sekadar peristiwa sejarah yang diperingati setiap tahun. Ia seharusnya menjadi momentum untuk bertanya apakah nilai-nilai yang dibawa Rasulullah masih hidup dalam perilaku kita.

Membela Manusia

Advertisement

Nabi Muhammad SAW datang bukan hanya membawa ajaran tentang hubungan manusia dengan Tuhan. Risalahnya juga mengandung misi kemanusiaan. Al-Qur'an menggambarkan Nabi sebagai rahmat bagi semesta alam (QS Al-Anbiya: 107).

Rahmat itu mestinya terlihat dalam kehidupan sosial. Yang kuat tidak menindas yang lemah. Yang kaya tidak menutup mata terhadap kemiskinan. Yang berkuasa tidak menggunakan kekuasaan untuk kepentingan diri sendiri. Perbedaan tidak menjadi alasan untuk saling merendahkan.

Dalam konteks inilah pemikiran Abdurrahman Wahid (Gus Dur) menjadi penting. Dalam Islamku, Islam Anda, Islam Kita (2006), Gus Dur menempatkan kemanusiaan, keadilan, kebebasan, dan kehidupan demokratis sebagai bagian penting dari keberislaman. Islam tidak seharusnya dipakai untuk memaksakan kehendak, melainkan menghadirkan kemaslahatan bagi kehidupan bersama.

Gus Dur juga dikenal dengan gagasan bahwa yang perlu dibela bukanlah Tuhan, melainkan manusia yang mengalami ketidakadilan dan penindasan. Perspektif ini menggeser orientasi keberagamaan dari sekadar mempertahankan simbol menuju keberanian membela mereka yang menjadi korban. 

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Radar BanyuwangiIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Libur Maulid Nabi, KAI Divre III Palembang Catat 26.723 Pelanggan dalam Enam Hari Perjalanan

Libur Maulid Nabi, KAI Divre III Palembang Catat 26.723 Pelanggan dalam Enam Hari Perjalanan

KAI Divre III Palembang mengangkut 26.723 pelanggan pada libur Maulid Nabi 21-26 Agustus 2026. Minat tinggi terlihat pada KA Rajabasa, Bukit Serelo, dan Sindang Marga, dengan OTP mencapai 100 persen selama periode libur.

Mobilitas Libur Maulid Nabi Meningkat, KAI Catat Puluhan Ribu Penumpang di Jatim

Mobilitas Libur Maulid Nabi Meningkat, KAI Catat Puluhan Ribu Penumpang di Jatim

KAI mencatat tingginya mobilitas masyarakat saat libur Maulid Nabi Muhammad SAW 21–25 Agustus 2026. Stasiun Sidoarjo melayani 7.003 pelanggan, sementara Daop 9 Jember mencapai 110.590 penumpang selama long weekend.

MAN 2 Banyuwangi Padukan Maulid Nabi dan Semangat Kemerdekaan

MAN 2 Banyuwangi Padukan Maulid Nabi dan Semangat Kemerdekaan

MAN 2 Banyuwangi memadukan Maulid Nabi dan semangat kemerdekaan dengan pentas budaya serta peresmian Gazebo dan Pusat Kewirausahaan.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer