RADARBANYUWANGI.ID - Tren edit foto dengan Gemini AI kini semakin meluas, bahkan merambah ke tema religius.
Media sosial dipenuhi unggahan orang yang tampil seolah-olah berada di depan Ka’bah, lengkap dengan ihram atau abaya.
Hasil editan ini terlihat sangat realistis, membuat banyak orang merasa seakan sedang benar-benar berada di Masjidil Haram.
Tak sekadar tren digital, bagi sebagian orang, ini dianggap sebagai ekspresi spiritual sekaligus doa visual menuju tanah suci.
Cara Bikin Foto AI Depan Ka’bah dengan Gemini
Untuk mencoba tren ini, langkah-langkahnya sederhana:
-
Siapkan foto pribadi terbaik. Pilih foto dengan wajah jelas dan resolusi tinggi.
-
Buka Gemini AI. Bisa lewat aplikasi di Play Store, App Store, atau situs resmi gemini.google.com.
-
Unggah foto. Pastikan posisi wajah jelas agar hasil edit natural.
-
Masukkan prompt detail. Semakin detail prompt, semakin realistis hasilnya.
-
Simpan & bagikan. Foto bisa langsung diunduh lalu diunggah ke media sosial.
Contoh Prompt Populer untuk Foto AI Ka’bah
-
Pria dengan Ihram Putih
“Fotografi sinematik 8K hiper-realistis di Masjidil Haram. Pria memakai ihram putih berdiri menghadap Ka’bah, wajah asli tidak berubah, ekspresi tenang.” -
Wanita dengan Abaya Hitam
“Wanita muslim memakai abaya longgar dan hijab hitam elegan berdiri di depan Ka’bah. Jangan ubah wajah, hasil natural dengan latar burung di langit.” -
Pasangan Suami Istri
“Ubah latar menjadi Ka’bah. Suami memakai ihram putih, istri memakai gamis putih. Wajah asli dipertahankan, ekspresi penuh ketenangan.” -
Keluarga Kecil Nuansa Umroh
“Pria memakai ihram, istri memakai abaya hitam, bersama anak-anak di depan Ka’bah. Cahaya sinematik, detail fotorealistik.” -
Duduk Menghadap Ka’bah
“Edit foto jadi duduk di lantai Masjidil Haram menghadap Ka’bah. Outfit hitam, bawa Al-Quran, pencahayaan indah golden hour.”
Lebih dari Sekadar Editan
Meski hanya hasil AI, tren ini jadi cara unik untuk mengekspresikan kerinduan spiritual.
Foto yang dihasilkan bukan sekadar karya digital, melainkan doa visual agar suatu saat benar-benar bisa melangkah ke tanah suci.
Dari layar smartphone, doa itu lahir dalam bentuk gambar—siapa tahu kelak jadi nyata di hadapan Ka’bah. (*)
Editor : Ali Sodiqin