RADAR BANYUWANGI – Sebelum makanan bergizi gratis (MBG) meluncur ke sekolah-sekolah di Kecamatan Genteng, Banyuwangi, sajian tersebut lebih dulu melewati pemeriksaan. Polsek Genteng menempatkan personel Unit Provos untuk mengawasi proses uji sampel harian di Dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), mulai dari suhu makanan hingga kebersihan dan pemeriksaan sampel.
Pengawasan tersebut dilakukan untuk memastikan makanan yang diterima para pelajar memenuhi aspek keamanan, kebersihan, dan kelayakan konsumsi.
Kapolsek Genteng Kompol Khoirul Anwar mengatakan, pengecekan bukan kegiatan sesekali. Uji sampel merupakan prosedur tetap yang dilakukan setiap hari sebelum paket MBG diberangkatkan menuju sekolah penerima manfaat.
“Pemeriksaan dilakukan secara menyeluruh beberapa jam sebelum seluruh paket makanan dimuat armada distribusi menuju sekolah-sekolah penerima manfaat di seputar Kecamatan Genteng,” kata Khoirul Anwar.
Suhu hingga Sampel Makanan Dicek
Proses pemeriksaan dilakukan sebelum makanan meninggalkan dapur SPPG. Petugas mengecek sejumlah parameter yang berkaitan dengan kualitas makanan.
Salah satunya adalah suhu makanan saat penyajian. Pemeriksaan ini dilakukan untuk memastikan makanan berada dalam kondisi yang sesuai sebelum didistribusikan.
Petugas juga memeriksa kebersihan area dapur dan kemasan makanan. Selain itu, sampel makanan menjalani pemeriksaan secara klinis sebagai bagian dari upaya mengantisipasi kemungkinan kontaminasi bahan berbahaya.
Rangkaian pemeriksaan tersebut menjadi bagian dari mekanisme pengawasan berlapis dalam pelaksanaan MBG di wilayah hukum Polsek Genteng.
“Pengawasan ketat dan berjenjang ini merupakan kunci utama dalam menjaga kualitas makanan dan nutrisi yang diterima oleh para siswa,” terangnya.
Bagi kepolisian, pengawasan dari dapur menjadi salah satu titik penting. Sebab, sebelum makanan dikonsumsi pelajar, kualitas sajian harus dipastikan terlebih dahulu melalui prosedur yang telah ditetapkan.
Polisi Pastikan SOP Berjalan
Keterlibatan Unit Provos Polsek Genteng tidak hanya berkaitan dengan pemeriksaan makanan. Personel juga memastikan seluruh proses di dapur berjalan sesuai standar operasional prosedur (SOP).
Khoirul mengatakan, keselamatan dan kesehatan anak-anak penerima manfaat menjadi perhatian utama dalam pengawasan tersebut.
“Kami ingin memastikan bahwa setiap porsi MBG yang sampai ke tangan anak-anak sekolah di Kecamatan Genteng ini betul-betul aman, sehat, dan memiliki kualitas yang baik. Pengawasan di tingkat dapur ini adalah filter pertama untuk mencegah timbulnya risiko gangguan kesehatan,” tegasnya.
Kehadiran personel Provos juga dimaksudkan untuk memastikan fungsi pengawasan internal Polri berjalan optimal.
Dengan pengawasan tersebut, anggota maupun pihak pengelola dapur diharapkan bekerja secara disiplin, profesional, dan mengikuti prosedur yang berlaku.
“Langkah pengawasan melekat ini juga menjadi wujud akuntabilitas dan komitmen internal Polsek Genteng. Seluruh personel dan mitra terkait yang bertugas di program MBG wajib menjalankan tanggung jawabnya secara profesional, transparan, dan penuh integritas,” imbuh Khoirul.
Pengawasan dari Hulu ke Hilir
Polsek Genteng berharap pengawasan yang dilakukan secara konsisten dapat menjaga pelaksanaan program MBG tetap berjalan sesuai ketentuan.
Bukan hanya soal distribusi makanan tepat waktu, aspek keamanan pangan dan kesehatan penerima manfaat juga menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari pelaksanaan program tersebut.
Melalui pengawasan dari dapur sebelum makanan dikirim hingga proses distribusi, kepolisian berharap potensi masalah dapat dicegah sedini mungkin.
“Dengan hadirnya jaminan keamanan pangan yang optimal, program Makan Bergizi Gratis diharapkan mampu memberikan dampak positif yang nyata bagi tumbuh kembang, kesehatan, serta kecerdasan generasi penerus bangsa, khususnya di wilayah Kecamatan Genteng,” pungkasnya. (sas/sgt)
Editor : Ali Sodiqin