
RADAR BANYUWANGI - Kesiapan dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) di Banyuwangi diperkuat melalui Awareness HACCP dan Grading SPPG yang melibatkan SUCOFINDO.
Langkah ini menjadi bagian dari upaya memastikan seluruh proses penyediaan makanan memenuhi standar keamanan pangan sekaligus mencegah terulangnya kasus keracunan MBG seperti yang terjadi di sejumlah daerah.
Pelaksanaan grading tersebut dirangkai dengan sosialisasi Pemkab Banyuwangi, SPPI, dan stakeholder terkait di Ballroom Blambangan Hotel Aston, Rabu (16/9).
Evaluasi tidak hanya melihat hasil akhir makanan, tetapi juga kesiapan sistem di dapur, mulai pemilihan bahan baku, pengolahan, pemorsian, penyimpanan, hingga distribusi.
Ketua HMD Gemas Banyuwangi Sugiarto mengatakan, pelibatan pihak yang memiliki kompetensi dalam pengawasan dan penilaian menjadi bagian penting untuk memperkuat standar dapur SPPG.
“Program MBG tidak bisa dikerjakan sendiri. Semua stakeholder harus berjalan bersama-sama, saling mengontrol, dan melakukan mitigasi persoalan di dapur agar tidak terlambat mengantisipasi,” ujarnya.
Menurut Sugiarto, grading dan awareness HACCP menjadi instrumen penting untuk mengetahui potensi risiko sejak awal.
Dengan demikian, kekurangan yang ditemukan dapat segera diperbaiki sebelum makanan sampai kepada penerima manfaat.
Kepala Dinas Kesehatan Banyuwangi Amir Hidayat menegaskan, hasil evaluasi harus ditindaklanjuti dengan kepatuhan terhadap SOP.
“Mulai proses pemilihan, pemorsian, hingga penyajian harus dipedomani dengan baik. Harapan kita MBG di Banyuwangi aman dan higienis prosesnya serta sehat dari sisi kualitas gizinya,” tegasnya.
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!





