Blue Tea dari Bunga Telang Jadi Herbal Favorit, Ini Kandungan dan Manfaatnya Menurut Kajian Kesehatan

Shinta Ayu Rahma Wardani • Dipublikasikan Selasa, 4 Agustus 2026 | 14:09 WIB
Bunga telang semakin populer sebagai herbal alami kaya antioksidan. (Pexels/Ann Barnes)
Bunga telang semakin populer sebagai herbal alami kaya antioksidan. (Pexels/Ann Barnes)

RADAR BANYUWANGI - Bunga telang (Clitoria ternatea) yang selama ini dikenal sebagai tanaman hias dengan mahkota berwarna biru keunguan kini semakin banyak dimanfaatkan sebagai tanaman herbal. Berbagai penelitian dan literatur kesehatan menunjukkan bunga ini mengandung senyawa bioaktif yang berpotensi memberikan beragam manfaat bagi kesehatan tubuh.

Popularitas bunga telang turut meningkat seiring maraknya konsumsi teh herbal atau blue tea. Minuman berwarna biru alami tersebut tidak hanya menawarkan tampilan yang menarik, tetapi juga mengandung berbagai zat nutraseutikal yang berperan menjaga kesehatan.

Salah satu kandungan utama bunga telang adalah antosianin, flavonoid, serta senyawa ternatin yang menjadi penyebab warna biru khas pada kelopaknya. Ketiga senyawa tersebut dikenal memiliki aktivitas antioksidan yang membantu melindungi sel-sel tubuh dari paparan radikal bebas. Selain itu, ternatin juga dilaporkan memiliki sifat antiinflamasi dan berpotensi mendukung pencegahan perkembangan sel kanker melalui berbagai mekanisme biologis yang masih terus diteliti.

Kandungan flavonoid dan bioflavonoid dalam bunga telang juga dinilai berperan dalam membantu menjaga kadar gula darah tetap stabil. Senyawa tersebut bekerja dengan memperlambat penyerapan glukosa sehingga dapat mendukung pengendalian kadar gula dalam tubuh sebagai bagian dari pola hidup sehat.

Tidak hanya itu, bioflavonoid juga berkontribusi menjaga kesehatan jantung. Kandungan tersebut diketahui membantu menekan kadar kolesterol jahat (LDL) sekaligus mengurangi penumpukan lemak di pembuluh darah, sehingga berpotensi mendukung fungsi sistem kardiovaskular.

Bagi masyarakat yang tengah menjalani program penurunan berat badan, teh bunga telang dapat menjadi salah satu alternatif minuman pendamping. Minuman herbal ini bebas kafein sehingga relatif aman dikonsumsi pada berbagai waktu. Selain membantu menjaga kesehatan sistem pencernaan, bunga telang juga diyakini mampu mendukung metabolisme lemak sehingga proses pembakaran kalori berlangsung lebih optimal apabila diimbangi pola makan seimbang dan aktivitas fisik.

Manfaat bunga telang tidak hanya dirasakan dari dalam tubuh, tetapi juga pada kesehatan kulit dan rambut. Kandungan nutrisinya dipercaya dapat membantu merangsang produksi kolagen alami sehingga elastisitas kulit tetap terjaga. Di sisi lain, senyawa aktif di dalam bunga telang juga berpotensi meningkatkan sirkulasi darah menuju kulit kepala sehingga nutrisi folikel rambut terpenuhi dan pertumbuhan rambut menjadi lebih sehat.

Tim medis Alodokter menjelaskan, kandungan antioksidan berupa antosianin dan flavonoid pada bunga telang berperan dalam membantu meredakan peradangan, menjaga kesehatan sel tubuh, sekaligus mendukung sistem kekebalan tubuh agar tetap optimal.

Untuk memperoleh manfaatnya, bunga telang umumnya diolah menjadi teh herbal dengan menyeduh tiga hingga lima kuntum bunga telang kering menggunakan air panas selama sekitar 10 menit. Sebagian masyarakat menambahkan perasan jeruk lemon untuk memberikan cita rasa lebih segar sekaligus menghasilkan perubahan warna seduhan dari biru menjadi ungu akibat perubahan tingkat keasaman (pH).

Meski memiliki banyak potensi manfaat, konsumsi bunga telang tetap dianjurkan secara wajar. Ibu hamil, ibu menyusui, maupun individu yang memiliki kondisi medis tertentu sebaiknya berkonsultasi terlebih dahulu dengan tenaga kesehatan sebelum mengonsumsi teh bunga telang secara rutin. Dengan penggunaan yang tepat dan diimbangi gaya hidup sehat, bunga telang dapat menjadi salah satu pilihan herbal alami untuk mendukung kesehatan tubuh.

Editor : Lugas Rumpakaadi
Sumber : Alodokter
bunga telang