Radarbanyuwangi.id - RSI Fatimah Banyuwangi kembali menggelar kegiatan Oncom (One Case One Month) sebagai upaya peningkatan kompetensi dan kualitas pelayanan tenaga kesehatan. Kegiatan yang telah berlangsung secara rutin selama kurang lebih 2,5 tahun ini menjadi wadah pembelajaran dan diskusi berbagai kasus medis, baik kasus mena rik, langka, maupun ka sus yang memerlukan pembahasan mendalam.
Oncom edisi Juni dilak sanakan pada Jumat pekan lalu (19/6) mulai pukul 08.00 WIB. Berbeda dari pelak sanaan sebelumnya yang umumnya diikuti oleh tenaga kesehatan di Instalasi Gawat Darurat (IGD), kali ini peserta di perluas melibat kan unsur struktural, farmasi, radiologi, gizi, rekam medis, dokter, bidan, hingga ke pala rua ngan karena mengangkat tema yang berkaitan dengan aspek hukum dalam pelayanan kesehatan.
Kepala Bidang SDI dan Diklat RSI Fatimah Banyuwangi Ns Sri Suherning Skep MM menjelaskan bahwa kegiatan Oncom merupakan bagian dari komitmen rumah sakit dalam meningkatkan kompetensi sumber daya insani serta memperkuat kualitas pelayanan kepada pasien.
Baca Juga: RSI Fatimah Banyuwangi,ESWL Jadi Solusi Pecahkan Batu Ginjal Tanpa Operasi
Kegiatan dibuka oleh Wakil Direktur Medis RSI Fatimah Banyuwangi dr Syahrul Akbar MARS yang menekankan pentingnya pemahaman hukum bagi tenaga kesehatan. Menurutnya, selain kemampuan melakukan penilaian dan tindakan medis yang tepat, tenaga kesehatan juga perlu memahami aspek hukum agar pelayanan yang diberikan tetap sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Materi utama disampaikan oleh dr Novian Kurnia Perkasa MH. Dokter umum RSI Fatimah Banyuwangi ini menyampaikan materi dengan tema “Tenaga Kesehatan Wajib Paham Hukum untuk Melindungi Diri dari Tun tu tan Hukum”. Dalam pemaparannya, ia menjelaskan bahwa tenaga kesehatan memiliki hak untuk memperoleh perlindungan hukum, namun di sisi lain juga memiliki ke wajiban memberikan pelayanan yang berkualitas sesuai standar profesi dan standar operasional yang berlaku.(*/sgt)
Editor : Titin Wulandari