Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Geger Balita Sukabumi Meninggal, Tubuh Dipenuhi Cacing Hampir 1 Kg!

Agung Sedana • Rabu, 20 Agustus 2025 | 21:44 WIB
Cacing parasit.
Cacing parasit.

RADARBANYUWANGI.ID - Seorang balita bernama Raya, warga Kampung Padangenyang, Desa Kabandungan, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, meninggal dunia setelah tubuhnya dipenuhi cacing.

Bocah perempuan berusia empat tahun itu sebelumnya sudah masuk dalam pengawasan gizi karena berstatus BGM (bawah garis merah), istilah medis untuk anak dengan gizi buruk.

Petugas kesehatan desa menyebut Raya menjadi perhatian khusus posyandu sejak lama.

“Ya kebetulan Raya itu sering ke posyandu, sehingga berat badannya kita kontrol. Memang sejak kecil Raya termasuk BGM itu di bawah garis merah, benar-benar terpantau kalau untuk berat badannya,” ujar Bidan Desa Kabandungan, Cisri Maryati, dikutip detik.com pada Rabu (20/8/2025).

Menurut Cisri, berbagai bantuan gizi tambahan rutin diberikan kepada Raya, mulai dari susu, telur, ayam, hingga buah-buahan.

Program Pemberian Makanan Tambahan (PMT) lokal juga pernah dijalani Raya selama 60 hari, dan saat itu berat badannya sempat menunjukkan kenaikan.

“Jadi sehingga bantuan dari desa pun tetap kita prioritaskan untuk Raya, ada seperti susu, telor, ayam, buahan, itu dapat Raya. Terus kemarin itu ada program PMT lokal, untuk Raya itu dapat 60 hari, jadi terpantau setiap harinya, berat badannya juga kita pantau. Udah ada kenaikan berat badannya waktu kemarin dapat PMT lokal,” jelasnya.

Raya juga mendapatkan obat cacing secara berkala dari program kesehatan anak.

“Sebetulnya obat cacing kalau untuk Raya dan semua anak-anak itu dapat setiap 6 bulan sekali, setiap bulan Februari dan Agustus. Jadi untuk Raya juga terakhir dapat itu bulan Februari itu obat cacing,” tambahnya.

Namun, kendala muncul karena orang tua Raya menolak ketika disarankan agar balita itu dirujuk ke Puskesmas untuk berkonsultasi dengan ahli gizi.

“Sudah berkali-kali untuk konsultasi minimal dengan ahli gizinya. Cuman memang kalau jawaban dari ibunya, nggak bisa. Mang Rizalnya nggak bolehin, katanya begitu,” ungkap Cisri.

Kasus ini menjadi perhatian publik setelah video kondisi Raya saat dirawat di RS Bunut menyebar di media sosial. Dalam rekaman tersebut, terlihat cacing keluar dari tubuh balita itu dalam jumlah besar.

“Ada, tahu. Karena dari pihak relawannya juga menghubungi kami, jadi kita diberitahukan kondisi Raya seperti ini, dirawat di RS Bunut, kondisinya seperti ini, cacingnya banyak. Waktu itu udah dapat 1 Kg kalau tidak salah,” imbuh Cisri.

Kepala Desa Cianaga, Wardi Sutandi, menegaskan pihaknya sejak lama ikut memantau kondisi keluarga Raya.

Bahkan pemerintah desa sudah mengalokasikan bantuan khusus untuk mendukung pemenuhan gizi anak tersebut.

Editor : Agung Sedana
#sukabumi #balita meninggal #Raya