Radarbanyuwangi.id – Bulu kudu masyarakat dibuat merinding. Bagaimana tidak, 17 orang dari 37 orang dibuat meregang nyawa.
Kebanyakan korban meninggal akibat luka bacok jombret, sejenis parang asli Suku Osing, yang mengenai bagian leher dan bagian tubuh vital korban.
Dari kebanyakan korban yang meninggal cukup merata. Ada anak-anak, dewasa hingga kalangan orang lanjut usia (lansia).
Mereka yang selamat terpaksa dirawat di RSUD Blambangan untuk penyembuhan lukanya.
Pelaku aksi pembacokan tersebu tidak lain adalah Wirjo. Pria yang tinggal di Lingkungan Watubuncul, Kelurahan Boyolangu, Kecamatan Giri, Banyuwangi.
Pria berambut ikal ini diplot sebagai dalang dibalik aksi berdarah yang dilakukan pada Rabu 15 April 1987 menjelang siang hari.
Kengerian yang dilakukan Wirjo awalnya hanya dirasakan masyarakat di sekitaram Desa Olehsari (Kecamatan Glagah), Desa Kemiren (Kecamatan Glagah), Desa Boyolangu (Kecamatan Giri), hingga Desa Kelir (Kecamatan Kalipuro).
Namun lambat laut, sosok Wirjo pun langsung membuat masyarakat Banyuwangi dibuat diliputi rasa ketakutan.
"Kejadian tersebut masih membekas sampai sekarang. Bikin merinding. Saat kejadian saya masih sekolah dasar kelas 4," ujar Sidrotul Muntaha. (*)
Editor : Niklaas Andries