Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Keistimewaan Madinah al-Munawwarah, Tempat Dimana Doa dan Cinta Menyatu, Ratusan Jamaah KBIHU Sabilillah Bergerak Menuju Makkah

Redaksi • Jumat, 23 Mei 2025 | 15:26 WIB
Jamaah haji KBIHU Sabilillah Banyuwangi saat pamitan kepada  Rasulullah SAW sebelum berangkat ke Makkah.
Jamaah haji KBIHU Sabilillah Banyuwangi saat pamitan kepada Rasulullah SAW sebelum berangkat ke Makkah.

RadarBanyuwangi.id - Madinah al-Munawwarah, kota suci yang menjadi pelita bagi umat Islam, tidak hanya istimewa karena sejarahnya, tetapi juga karena keberkahan yang mengalir dari dalam tanahnya.

Di kota inilah, jasad suci Nabi Muhammad SAW dimakamkan, menjadikannya tempat yang dirindukan setiap hati yang mencintai Rasulullah.

Nurnya, cahaya kenabian, disebut sebagai awal mula terciptanya alam semesta. Dari sinar itulah kehidupan mendapat makna, dan dari Madinah-lah ajaran suci menjelma nyata, menembus zaman, menggugah hati hingga hari ini.

Madinah bukan hanya sejarah, ia adalah napas peradaban. Setiap sudutnya, setiap hembusan udaranya, menyimpan keberkahan dan kisah cinta umat terhadap Nabinya.

Kota ini, dengan segala keagungannya, adalah lentera yang tak pernah padam, hingga akhir zaman.

Masjid Nabawi, yang menjadi jantung spiritual Madinah, menaungi makam Rasulullah SAW bersama dua sahabat terdekatnya, Abu Bakar Ash-Shiddiq dan Umar bin Khattab.

Di sinilah tanah menjadi saksi bagi kekasih Allah yang terakhir, tempat yang setiap butir debunya penuh dengan hikmah dan cinta.

Inilah tanah yang diberkahi. Inilah tempat yang dahulu sering didatangi malaikat Jibril untuk menyampaikan wahyu kepada Nabi SAW.

Di langit Madinah, ayat-ayat Al-Qur’an turun membawa cahaya, dan di bumi Madinah, umat Islam merasakan kedamaian yang tiada tanding.

Madinah bukan hanya tempat sejarah, tetapi juga tempat doa-doa terkabul, tempat jiwa-jiwa menemukan ketenangan, dan tempat cinta kepada Nabi SAW tumbuh semakin dalam. Barang siapa yang menginjakkan kaki di kota ini, akan merasakan getaran iman yang berbeda.

Akhirnya, kami pun harus berpisah setelah delapan hari tinggal di Madinah. Melangkah pasti penuh cerita menuju Makkah Al Mukarramah. Menunaikan rukun islam ke lima. Assalamu'alaika wa'ala ibadillahis sholihin. (*)

Editor : Lugas Rumpakaadi
#madinah #makkah #kbihu sabilillah