Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Karina Ranau Ungkap Curahan Hati di Pemakaman Epy Kusnandar: ‘Kang Mus Akan Dikenang’

Lugas Rumpakaadi • Jumat, 5 Desember 2025 | 12:53 WIB
Suasana haru mewarnai pemakaman Epy Kusnandar di TPU Jeruk Purut.
Suasana haru mewarnai pemakaman Epy Kusnandar di TPU Jeruk Purut.

RADARBANYUWANGI.ID - Pemakaman aktor senior Epy Kusnandar di TPU Jeruk Purut, Jakarta Selatan, Kamis (4/12/2025), berlangsung dalam suasana duka mendalam.

Ratusan pelayat hadir untuk melepas pemeran ikonik Kang Mus dalam Preman Pensiun itu ke tempat peristirahatan terakhir.

Langit yang mendung seolah ikut meresapi kesedihan keluarga dan kerabat.

Sambutan Karina Ranau, Permohonan Maaf dan Ungkapan Cinta

Sebelum jenazah dikebumikan, sang istri, Karina Ranau, berdiri dengan suara bergetar di hadapan pusara.

Dengan penuh ketulusan, ia menyampaikan permintaan maaf mewakili keluarga atas segala kesalahan almarhum semasa hidup.

Karina juga menyebut nama Aris Nugraha, sutradara sekaligus kreator Preman Pensiun, yang berjasa membesarkan nama Epy melalui karakter Kang Mus.

Rasa terima kasih disampaikan bersamaan dengan sebuah curahan hati mendalam.

Menurut Karina, Epy pernah merasa bahwa karakter Kang Mus begitu melekat hingga menutupi jati dirinya sebagai manusia biasa.

Karina mengungkapkan pesan terakhir suaminya kepada Aris, yang diucapkan tiga hari sebelum wafat.

Epy berkhayal untuk selalu berada di dekat keluarganya, menggambarkan kedekatan emosional yang terjalin selama bertahun-tahun.

Keinginan Terakhir yang Tak Terwujud

Di hadapan Aris Nugraha yang hadir sebagai pelayat, Karina memohon maaf karena keinginan Epy untuk menyusul ke Yogyakarta tak dapat terlaksana akibat kondisi fisiknya yang menurun.

Menurutnya, menjelang akhir hayat, Epy amat gelisah dan berharap dapat bertemu Uwa Aris.

Karina juga menegaskan bahwa karakter Kang Mus yang diciptakan Aris akan selalu menjadi bagian penting dari perjalanan seni suaminya.

“Kang Mus akan selalu dikenang selamanya,” tuturnya.

Firasat dan Perubahan Spiritual Menjelang Wafat

Usai prosesi pemakaman, Karina mengungkapkan bahwa suaminya kerap menunjukkan firasat mengenai kepergiannya.

Setiap hari, mereka selalu meluangkan waktu untuk berbincang dan mengevaluasi kehidupan.

Bagi Karina, suaminya memperlihatkan perubahan spiritual yang kuat dan menunjukkan keinginan beribadah lebih mendalam, termasuk cita-cita untuk menunaikan ibadah umrah.

Karina bertekad untuk mewujudkan impian tersebut sebagai bentuk penghargaan terakhir bagi sosok yang mendampinginya selama 22 tahun.

Momen Perpisahan Paling Mengharukan

Isak tangis Karina pecah saat jenazah diturunkan ke liang lahad.

Ia nyaris tak kuasa berdiri, memeluk potret sang suami dengan erat.

Putra mereka, Quentin Stanislavski, turun ke liang lahat dan melantunkan azan serta ikamah di sisi jenazah ayahnya, suatu penghormatan terakhir yang membuat suasana semakin pilu.

Saat menabur bunga di atas pusara, Karina menyampaikan salam perpisahan penuh cinta.

“I love you, Pi. Sampai ketemu lagi. Jangan berubah ya,” ucapnya sambil menahan sesak.

Epy Kusnandar di Mata Karina, Pendengar Terbaik

Dalam sambutan penutupnya, Karina menggambarkan sosok Epy bukan hanya suami dan ayah, tetapi juga sahabat sekaligus pendengar setia.

Selama 22 tahun pernikahan, ia merasa selalu memiliki tempat untuk bercerita.

Kini, setelah kepergian itu, Karina mengaku kehilangan teman curhat terbaik dalam hidupnya.

“Papi, Mami bakalan cerita ke siapa lagi? Papi pendengar terbaik buat Mami,” keluhnya, menggambarkan duka yang tak bisa diungkapkan kata-kata.

Editor : Lugas Rumpakaadi
#epy kusnandar #karina ranau #tpu jeruk purut