RadarBanyuwangi.id - Penjualan tiket sepur untuk masa libur Lebaran 2025, sudah mulai dibuka. Tidak ada antrean di stasiun Kereta Api (KA) lantaran tiket bisa dipesan secara daring sesuai jadwal keberangkatan yang tersedia untuk H-10 dan H+10 Lebaran, Kamis (13/2).
Menurut Kepala Stasiun Kalisetail, Desa/Kecamatan Sempu, Ibnu Afandi, penjualan tiket untuk angkutan Lebaran 2025 sudah dibuka sejak Selasa (4/2) lalu. “Tiket sudah bisa dibeli sejak H-45 sebelum keberangkatan. Artinya pemesanan tanggal 4 Februari 2025 itu untuk keberangkatan kereta tanggal 21 Maret atau H-10 Lebaran,” katanya.
Ibnu menyebut, loket di stasiun saat ini hanya melayani penjualan tiket KA go show alias keberangkatan sepur mulai tiga jam sebelum keberangkatan kereta. “Untuk tiket, baik KA Blambangan Ekspres, Wijaya Kusuma, Logawa, atau Sritanjung masih tersedia. Belum ludes dan bisa dilihat di KAI Access,” terangnya.
Ibnu menyampaikan, okupansi penumpang KA di Stasiun Kalisetail untuk musim mudik pada Hari Raya Idul Fitri dipastikan mengalami peningkatan. Idealnya, selama musim mudik Lebaran, setiap hari ribuan penumpang meninggalkan dan datang ke Banyuwangi melalui stasiun tersebut. “Menjelang Lebaran, penumpang pasti ramai,” cetusnya.
Diprediksi, jelas dia, setiap harinya rata-rata penumpang akan mencapai 1.000 orang yang datang dan pergi melalui Stasiun Kalisetail ini. Peningkatan penumpang dibandingkan hari biasa jelas ada. “Untuk perbandingan dengan tahun sebelumnya, juga akan dihitung,” tandasnya.
Tren kenaikan penumpang itu, lanjut dia, biasanya mulai terlihat pada H-7 Lebaran. Trennya akan terus naik sampai H-1 Lebaran. “Pemudik sudah mulai datang dan pergi, sehingga okupansi penumpang juga naik. Saat hari H masih ada tapi sudah turun,” tandasnya.
Sedangkan arus balik, jelas dia, biasanya dimulai sejak H+4 Lebaran. Jumlah penumpang yang akan pergi, akan bertambah seiring habisnya masa cuti bersama yang sudah ditetapkan pemerintah. “Ini pertanda arus balik Lebaran sudah dimulai, trennya akan berangsur naik,” ujarnya.
Naiknya okupansi penumpang saat H+4 ini, jelas dia, lantaran Kota Banyuwangi bukan kota industri yang banyak dihuni oleh perantau dari luar daerah. “Arus balik banyak orang Banyuwangi yang pergi ke luar daerah,” katanya.(sas/abi)
Editor : Agus Baihaqi