Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Tradisi Pulang Berjemaah Santri Darussalam Blokagung Banyuwangi Menjelang Lebaran, 7.820 Santri Diangkut 58 Bus sampai Kampung Halaman

Salis Ali Muhyidin • Selasa, 18 Maret 2025 | 11:01 WIB
Santriwati Ponpes Darussalam Blokagung hendak pulang kampung untuk libur Hari Raya Idul Fitri, Senin (17/3).
Santriwati Ponpes Darussalam Blokagung hendak pulang kampung untuk libur Hari Raya Idul Fitri, Senin (17/3).

RADAR BANYUWANGI - Memasuki masa liburan Ramadan dan Lebaran, ribuan santri Pondok Pesantren Darussalam Blokagung, Desa Karangdoro, Kecamatan Tegalsari, Banyuwangi, pulang kampung Bersama, Senin (17/3).

Total ada 7.820 santri dari Sumatra, Kalimantan, Sulawesi, Jawa Tengah, Jawa Barat, Jakarta, Bali, Jogjakarta, hingga Papua. Dari pesantren, mereka diangkut menggunakan bus sampai tujuan.

Mudik bareng dalam rangka liburan Ramadan dan Lebaran yang biasa disebut ”Pujasalam” alias Pulang Berjemaah Santri Darussalam ini diselenggarakan oleh pengurus pesantren bekerja sama dengan organisasi daerah (orda) asal santri.

”Itu dilakukan agar pemulangan bisa lancar dan selamat,” kata salah satu dewan Pengasuh Pondok Pesantren Darussalam Blokagung KH Ali Asyikin.

Untuk mengakomodasi ribuan santri, kepulangan mereka dibagi menjadi dua gelombang. Di hari pertama pada Minggu (16/3), panitia menyiapkan total 58 bus.

”Gelombang pertama santri asal Banyuwangi, dan yang kedua ini dari luar Banyuwangi,” kata Kiai Asyikin saat melepas santri di lapangan pesantren.

Saat melepas para santri itu, Kiai Asyikin berpesan agar para santri yang mudik ke kampung halaman bisa menjaga nama baik pesantren.

”Saya harap, apa yang didapatkan di pondok bisa dipraktikkan di lingkungannya. Selama di rumah tetap ngaji dan salat jemaah seperti di pesantren,” pesannya.

Ketua panitia pemulangan santri, Arif menyebut, mudik bareng ini digelar pengurus pesantren bekerja sama dengan orda asal santri.

Untuk mudik bersama ini, disediakan 58 bus dengan kapasitas 35 sampai 60 tempat duduk dan satu mobil Elf.

”Bus ini akan mengantarkan para santri dengan tujuan Surabaya, Riau, Kebumen, Sumatra, Bali, Jawa Barat, dan Jakarta,” katanya.

Baca Juga: Dishub Banyuwangi Imbau Periksa Kendaraan dan Kesehatan Diri Sebelum Mudik

Untuk para santri yang mudik ke Kalimantan, Papua, dan luar negeri, imbuh Arif, mereka sudah pesan tiket pesawat. Para santri itu akan diantar sampai Bandara Juanda, Surabaya.

”Santri yang ke Papua sudah berangkat lebih dulu. Yang ke luar pulau dan pulang naik kapal juga banyak sekali, ada ratusan santri,” ujarnya.

Untuk santri lokal Banyuwangi, Arif menyebut jadwal pemulangan dilakukan pada Minggu (16/3). Berbeda dengan santri dari luar daerah, para santri lokal ini saat pulang harus dijemput oleh orang tua atau walinya.

”Para santri asli Banyuwangi bisa dijemput orang tuanya,” ucapnya.

Pemulangan santri yang dilakukan secara bersama ini untuk memastikan keselamatan dan kedisiplinan para santri mulai dari pesantren hingga sampai di rumahnya.

”Semua demi kedisiplinan, santri asli Banyuwangi dikawal orang tua pasti lebih aman,” ucap Arif pada Jawa Pos Radar Genteng.

Arif mengatakan, para santri akan mendapat jatah libur sampai April 2025. Pada 21 April, semua santri harus sudah sampai di pesantren lagi.

”Santri dari Banyuwangi 20 April masuk, untuk yang luar Banyuwangi sampai 21 April harus sudah di pondok untuk memulai kegiatan lagi,” jelasnya.

Arif menyebut, tidak semua santri pulang setiap libur Ramadan dan Lebaran. Sejumlah santri memilih tetap berada di pesantren atau pulang ke rumah kerabatnya yang ada di daerah Banyuwangi.

”Tahun ini diimbau untuk pulang semua. Jadi, yang tidak pulang hanya sedikit. Yang tidak pulang itu santri yang biasanya mudik setiap dua atau tiga tahun sekali,” pungkasnya. (sas/abi/c1)

Editor : Ali Sodiqin
#pulang kampung #blokagung #idul fitri #ponpes darussalam #Santri #ramadan #banyuwangi #liburan