RADAR BANYUWANGI - Penurunan harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi jenis Pertamax dinilai belum cukup untuk menahan potensi perpindahan konsumen ke Pertalite. Selisih harga yang masih mencapai lebih dari Rp5 ribu per liter dianggap tetap menjadi faktor utama yang mendorong masyarakat, khususnya kelompok menengah ke bawah, beralih ke BBM bersubsidi.
Pengamat ekonomi energi Universitas Gadjah Mada (UGM), Fahmy Radhi, mengatakan disparitas harga antara Pertamax dan Pertalite masih terlalu lebar meskipun Pertamina telah menurunkan harga Pertamax mulai awal Agustus.
Menurutnya, harga Pertamax yang kini berada di level Rp15.950 per liter masih berjarak cukup jauh dibandingkan Pertalite sehingga berpotensi mendorong migrasi konsumen.
"Dengan harga masih Rp15.950, disparitas harga terhadap Pertalite cukup lebar. Kondisi ini berpotensi mendorong konsumen Pertamax, terutama dari kelompok menengah ke bawah, beralih menggunakan Pertalite," ujarnya, Selasa (4/8/2026), dikutip Antara.
Fahmy menjelaskan, penyesuaian harga Pertamax dari Rp16.250 menjadi Rp15.950 per liter memang memberikan keringanan bagi konsumen. Namun, besarnya selisih harga dengan Pertalite membuat insentif untuk tetap menggunakan BBM nonsubsidi belum cukup kuat.
Ia menilai, apabila perpindahan konsumen benar-benar terjadi dalam jumlah besar, pemerintah harus menghadapi konsekuensi berupa meningkatnya beban subsidi energi.
"Kalau benar terjadi perpindahan, ini akan memperberat beban subsidi untuk Pertalite. Kuotanya juga berpotensi tidak mencukupi sehingga harus ditambah," katanya.
Sementara itu, PT Pertamina (Persero) resmi menyesuaikan harga sejumlah BBM nonsubsidi mulai 1 Agustus. Harga Pertamax turun menjadi Rp15.950 per liter dari sebelumnya Rp16.250 per liter.
Vice President Corporate Communication Pertamina Patra Niaga, Kitty Andhora, menjelaskan bahwa penyesuaian harga dilakukan mengikuti ketentuan dan arahan pemerintah. Kebijakan tersebut mempertimbangkan perkembangan harga minyak mentah dunia, nilai tukar rupiah, serta daya beli masyarakat.
Selain Pertamax, Pertamina juga menurunkan harga BBM nonsubsidi lainnya. Pertamax Turbo kini dijual Rp18.300 per liter dari sebelumnya Rp19.300 per liter. Pertamax Green 95 turun dari Rp17.000 menjadi Rp16.600 per liter.
Adapun harga Pertamina Dex tetap Rp21.150 per liter, sedangkan Dexlite masih dipertahankan di angka Rp19.700 per liter.
Harga tersebut berlaku di wilayah yang menerapkan Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor (PBBKB) sebesar 5 persen, termasuk DKI Jakarta.
Editor : Lugas RumpakaadiSumber : Antara