RADARBANYUWANGI.ID - Harga emas perhiasan kembali bergerak naik pada perdagangan Selasa (23/6). Kenaikan tipis yang terjadi di sejumlah kadar emas menjadi perhatian masyarakat, terutama bagi mereka yang tengah berencana membeli perhiasan maupun menjadikannya sebagai instrumen investasi jangka panjang.
Di tengah ketidakpastian ekonomi global dan fluktuasi nilai tukar rupiah, emas masih menjadi salah satu aset yang dianggap aman untuk menjaga nilai kekayaan. Tak heran jika perkembangan harga emas perhiasan selalu menjadi informasi yang diburu pelaku pasar maupun konsumen.
Berdasarkan data perdagangan terbaru, harga emas perhiasan 24 karat di platform Lakuemas berada di level Rp2.294.000 per gram. Sementara harga tertinggi tercatat di Rajaemas yang membanderol emas 24 karat hingga Rp2.330.000 per gram.
Kenaikan ini menunjukkan bahwa tren positif logam mulia masih berlanjut, meski pergerakannya relatif terbatas dibandingkan lonjakan yang pernah terjadi pada periode sebelumnya.
Emas Kadar Tinggi Masih Jadi Favorit
Emas berkadar tinggi tetap menjadi pilihan utama masyarakat karena memiliki kandungan emas murni yang lebih besar serta nilai jual kembali yang relatif lebih baik.
Di Lakuemas, harga emas 23 karat tercatat Rp1.984.000 per gram, sedangkan emas 22 karat berada di level Rp1.899.000 per gram. Untuk emas 21 karat, harga jual mencapai Rp1.815.000 per gram.
Sementara di Rajaemas, emas 23 karat dipasarkan Rp2.030.000 per gram dan emas 22 karat dijual Rp1.911.000 per gram.
Perbedaan harga tersebut dipengaruhi oleh kebijakan masing-masing penyedia layanan, biaya operasional, hingga mekanisme penetapan harga yang mengikuti perkembangan pasar emas domestik dan internasional.
Kadar Menengah Banyak Diburu
Selain emas berkadar tinggi, perhiasan dengan kadar 18 karat hingga 14 karat juga menjadi favorit karena menawarkan keseimbangan antara nilai investasi dan daya tahan saat digunakan sehari-hari.
Di Lakuemas, emas 18 karat dijual Rp1.551.000 per gram dan emas 14 karat dibanderol Rp1.203.000 per gram.
Sedangkan di Rajaemas, harga emas 18 karat berada di level Rp1.565.000 per gram dan emas 14 karat mencapai Rp1.217.000 per gram.
Kadar ini banyak dipilih karena memiliki tingkat kekerasan yang lebih baik dibandingkan emas murni, sehingga cocok digunakan sebagai perhiasan harian.
Harga Terendah Mulai Rp435 Ribu
Bagi masyarakat yang memiliki anggaran terbatas, emas perhiasan dengan kadar rendah masih menjadi alternatif menarik.
Rajaemas mencatat harga emas 5 karat sebagai yang termurah, yakni Rp435.000 per gram. Sementara emas 6 karat dipasarkan Rp523.000 per gram dan emas 7 karat berada di level Rp608.000 per gram.
Di sisi lain, Lakuemas menyediakan emas mulai dari kadar 9 karat dengan harga Rp767.000 per gram.
Pilihan kadar yang beragam membuat masyarakat dapat menyesuaikan pembelian dengan kebutuhan dan kemampuan finansial masing-masing.
Faktor Penggerak Harga Emas
Penguatan harga emas perhiasan hari ini tidak lepas dari berbagai faktor global dan domestik. Pergerakan harga emas dunia, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS, serta tingkat permintaan pasar menjadi faktor utama yang memengaruhi harga di tingkat ritel.
Ketika nilai tukar rupiah melemah atau ketidakpastian ekonomi meningkat, harga emas biasanya cenderung mengalami kenaikan karena investor beralih ke aset safe haven.
Selain itu, tingginya permintaan menjelang musim pernikahan dan kebutuhan perhiasan juga dapat memengaruhi harga di pasar domestik.
Daftar Harga Emas Perhiasan Tertinggi Hari Ini
Lakuemas
-
24K (99%) : Rp2.294.000 per gram
-
23K : Rp1.984.000 per gram
-
22K : Rp1.899.000 per gram
-
18K : Rp1.551.000 per gram
-
14K : Rp1.203.000 per gram
-
9K : Rp767.000 per gram
Rajaemas
-
K24 : Rp2.330.000 per gram
-
K23 : Rp2.030.000 per gram
-
K22 : Rp1.911.000 per gram
-
K18 : Rp1.565.000 per gram
-
K14 : Rp1.217.000 per gram
-
K5 : Rp435.000 per gram
Dengan tren harga yang masih menguat, masyarakat disarankan untuk membandingkan harga antarpenyedia sebelum membeli emas perhiasan. Selain memperhatikan kadar dan desain, calon pembeli juga perlu mempertimbangkan nilai jual kembali agar investasi yang dilakukan tetap menguntungkan dalam jangka panjang. (*)
Editor : Ali Sodiqin