RADAR BANYUWANGI – Enam regu dari lima SMP di Banyuwangi memastikan diri ambil bagian dalam Digital Mission Race (Digi MR) UKS/PMR Tingkat Madya. Lomba yang digelar Jawa Pos Radar Banyuwangi (JP-RaBa) ini memadukan ketangkasan, pengetahuan kepalangmerahan, pertolongan pertama, kreativitas, kekompakan tim, hingga pemanfaatan teknologi digital.
Antusiasme sekolah terhadap event tersebut terbilang tinggi. Hingga kemarin, enam regu telah mendaftarkan diri untuk mengikuti Digi MR UKS/PMR yang terbuka bagi anggota Palang Merah Remaja (PMR) tingkat SMP/MTs se-Banyuwangi.
Enam regu itu berasal dari lima sekolah. Masing-masing satu regu dikirim SMPN 1 Banyuwangi, SMPN 2 Srono, SMPN 2 Glagah, dan SMPN 2 Rogojampi. Sementara itu, SMPN 1 Songgon mengirimkan dua regu.
Bukan Sekadar Adu Cepat
Kepala SMPN 1 Banyuwangi Ali Mustofa menilai Digi MR UKS/PMR menjadi ruang penting bagi anggota PMR untuk mengasah kemampuan sekaligus membangun kekompakan.
Menurut dia, anggota PMR selama ini tidak hanya berlatih, tetapi juga kerap terlibat dalam memberikan pertolongan pertama di lingkungan sekolah.
“Selama ini para anggota PMR kerap berlatih dan memberikan pertolongan pertama di sekolah. Melalui lomba ini diharapkan mereka semakin terpacu untuk meningkatkan skill serta melatih kekompakan antar anggota PMR,” ujar Ali Mustofa yang juga Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMP Negeri Banyuwangi.
Konsep lomba yang menggabungkan kemampuan teknis dengan teknologi digital dinilai membuat peserta tidak hanya dituntut cekatan. Setiap regu juga harus mampu berpikir kritis, memecahkan persoalan, bekerja sama, sekaligus menghasilkan karya kreatif.
Empat Pos, Empat Tantangan
Digi MR UKS/PMR akan digelar Minggu, 27 September. Peserta harus menuntaskan sejumlah misi yang tersebar di beberapa pos.
Tantangan pertama berada di Pos I, yakni Digital Mission Race. Peserta akan menjalankan misi berbasis QR code yang menguji pengetahuan kepalangmerahan, kemampuan memecahkan masalah, mitigasi kegawatdaruratan, pemanfaatan teknologi, serta kemampuan berpikir kritis.
Dari dunia digital, peserta kemudian diuji secara fisik dan teknis melalui tantangan Cipta Tandu di Pos II.
Pada tantangan ini, kekompakan dan kecepatan setiap regu dalam merakit tandu menjadi bagian utama penilaian. Artinya, koordinasi antaranggota menjadi kunci untuk meraih hasil maksimal.
Tantangan berlanjut di Pos III melalui sesi Pertolongan Pertama. Setiap regu harus menunjukkan ketepatan dan kecepatan menangani korban cedera berdasarkan skenario yang diberikan juri.
Bukan hanya tindakan pertolongan yang dinilai. Peserta juga dituntut memahami prosedur komunikasi serta aspek keselamatan korban selama proses penanganan.
Kreativitas PMR Masuk Penilaian
Unsur kreativitas mendapat ruang tersendiri di Pos IV melalui Creative Challenge.
Di pos ini, peserta ditantang membuat video singkat berupa yel-yel PMR dan/atau konten edukasi kesehatan. Tantangan tersebut membuat kemampuan komunikasi dan kreativitas peserta ikut menjadi bagian dari kompetisi.
Dengan format itu, Digi MR UKS/PMR tidak berhenti pada kemampuan pertolongan pertama. Peserta juga diajak memanfaatkan teknologi digital sebagai sarana menyampaikan pesan kesehatan.
Ada Edukasi dari Dinkes Banyuwangi
Selain empat tantangan lomba, seluruh peserta juga akan mendapatkan edukasi kesehatan dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Banyuwangi.
Materi edukasi mengenai Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) dan PMR tersebut akan berlangsung di Pos V.
Dengan demikian, kegiatan tidak hanya berorientasi pada kompetisi. Peserta juga mendapat tambahan pengetahuan yang dapat diterapkan dalam aktivitas UKS maupun PMR di sekolah.
Bagi sekolah yang belum mendaftarkan regu, kesempatan masih terbuka. Pendaftaran Digi MR UKS/PMR berlangsung hingga 20 September.
Setelah terdaftar, seluruh tim diwajibkan mengikuti temu teknik pada 22 September yang dilaksanakan secara daring melalui Zoom Meeting.
Informasi lebih lanjut dan pendaftaran dapat dilakukan dengan menghubungi Elisa di nomor 0816-1572-2279.
Digi MR UKS/PMR diharapkan menjadi arena bagi pelajar untuk membuktikan bahwa kemampuan PMR bukan hanya soal ketangkasan memberikan pertolongan. Di dalamnya ada pengetahuan, ketepatan mengambil keputusan, komunikasi, kerja sama, kreativitas, dan kemampuan memanfaatkan teknologi. (*)
Editor : Ali Sodiqin