RADARBANYUWANGI.ID - Inovasi membanggakan kembali lahir dari kampus Politeknik Negeri Banyuwangi (Poliwangi).
Sejumlah dosen dari Jurusan Teknik Sipil berhasil mengembangkan infrastruktur sumber air bersih bagi para peternak di Desa Tambong, Kecamatan Kabat, Banyuwangi.
Kegiatan yang dilaksanakan pada Rabu (15/10) lalu ini menjadi wujud nyata sinergi antara perguruan tinggi dan masyarakat dalam mendukung ketahanan pangan dan ekonomi desa.
Program tersebut digagas oleh tim dosen Teknik Sipil Poliwangi yang terdiri dari Qurrotus Shofiyah, Wahyu Naris Wari, dan Dora Melati Nurita Sandi, bekerja sama dengan Pemerintah Desa Tambong.
Fokus utama kolaborasi ini adalah penyediaan sarana air bersih berkelanjutan bagi sektor peternakan setempat.
“Kolaborasi ini bertujuan menggabungkan aspek teknis, kebutuhan lapangan, dan kebijakan daerah agar hasil pengabdian benar-benar memberi manfaat nyata dan berkelanjutan,” jelas Qurrotus Shofiyah, ketua pelaksana kegiatan.
Solusi Air Bersih untuk Peternak Tambong
Selama ini, peternak di Desa Tambong kerap menghadapi krisis air bersih, terutama di musim kemarau.
Lokasi peternakan yang dulunya merupakan lahan sawah tidak memiliki sumber air permanen.
Akibatnya, mereka kesulitan memenuhi kebutuhan air minum ternak serta pembersihan kandang.
Untuk menjawab persoalan tersebut, tim dosen Poliwangi merancang satu unit sumur bor berdiameter 80 sentimeter dengan kedalaman 10–15 meter, dilengkapi pompa submersible, sistem perpipaan, dan tandon berkapasitas 550 liter.
Infrastruktur ini mampu menyuplai air bersih secara kontinu ke area peternakan ayam berkapasitas 500–1.000 ekor.
Air dari sumur akan dipompa ke tandon utama, kemudian dialirkan ke kandang melalui sistem gravitasi.
“Skema ini membuat penggunaan air menjadi lebih efisien dan mudah diatur oleh peternak,” imbuh Qurrotus.
Gotong Royong dan Kemandirian Desa
Menariknya, proyek ini dikerjakan dengan semangat gotong royong. Tim dosen Poliwangi berperan dalam perencanaan dan pengawasan teknis, sementara masyarakat ikut terlibat langsung dalam pembangunan di lapangan.
“Keterlibatan warga menjadi kunci keberhasilan proyek ini. Setelah pembangunan selesai, pengelolaan dilakukan secara mandiri oleh masyarakat Desa Tambong dengan pendampingan berkala dari tim Poliwangi,” tambah Qurrotus.
Ke depan, masyarakat akan melakukan uji kualitas air secara rutin untuk memastikan kelayakan air bagi ternak.
Sementara itu, Poliwangi akan terus memberikan pendampingan teknis terkait pemeriksaan debit dan kualitas air.
Apresiasi dari Peternak Tambong
Salah satu peternak setempat, Agus Hermawan, menyampaikan apresiasinya atas dukungan yang diberikan oleh Poliwangi.
“Kami sangat berterima kasih atas bantuan dari Poliwangi. Semoga kerja sama seperti ini bisa terus berlanjut, terutama dalam pelatihan dan pembinaan teknis agar peternakan kami semakin berkembang,” ujarnya.
Dukung Ketahanan Pangan dan Kemandirian Desa
Dengan adanya inovasi ini, para peternak di Tambong kini memiliki akses air bersih yang stabil dan berkelanjutan.
Selain menunjang kebutuhan air minum dan kebersihan kandang, keberadaan sumur bor juga membuka peluang pengembangan usaha peternakan secara lebih luas tanpa bergantung pada musim.
Program ini menjadi bukti nyata komitmen Politeknik Negeri Banyuwangi dalam menghadirkan solusi berbasis riset dan teknologi tepat guna.
Melalui inovasi infrastruktur dasar seperti air bersih, perguruan tinggi berperan aktif dalam mewujudkan ketahanan pangan dan kemandirian ekonomi masyarakat desa. (cw5–Dalila Adinda)
Editor : Ali Sodiqin