RADARBANYUWANGI.ID - Olimpiade Matematika Gasing Nasional (OGN) yang diselengarakan di Banyuwangi memasuki hari kedua pada Rabu (24/9). Kali ini, sebanyak 60 peserta jenjang SD dari 15 tim perwakilan 10 daerah antusias mengikuti rangkaian lomba di Hotel Aston, Banyuwangi.
Tidak hanya beradu cepat dan tepat dalam berhitung, para peserta juga ditantang untuk menunjukkan kreativitas dalam kategori lomba budaya dan cerdas cermat. Suasana semakin semarak ketika setiap tim menampilkan budaya daerah masing-masing yang dipadukan dengan pembelajaran Gasing (Gampang, Asyik, dan Menyenangkan).
Peserta tampil dengan mengenakan pakaian adat daerah masing-masing. Tim Banyuwangi, misalnya, mereka mengenakan omprog Seblang. Sementara itu, peserta dari Jayapura tampil percaya diri dengan pakaian khas Papua.
Perpaduan ini membuat lomba bukan hanya soal kecerdasan, tetapi juga wadah untuk mengenalkan keragaman budaya Nusantara.
Kepala Dinas Pendidikan (Dispendik) Banyuwangi Suratno melalui Kepala Bidang (Kabid) SD Sutikno menyebutkan bahwa para peserta OGN mengikuti serangkaian acara perlombaan yang bertemakan matematika dengan metode gasing.
“Banyuwangi dipilih karena memenuhi syarat. Kami sudah menjalin MoU dengan Yayasan Surya Institute sejak 2023 untuk mengembangkan matematika Gasing. Banyak capaian yang telah diraih, baik prestasi siswa maupun peningkatan kompetensi guru. Yayasan menilai Banyuwangi berhasil dalam pengembangannya,” ungkapnya.
Olimpiade Matematika Gasing Nasional tahun ini menjadi gelaran ketiga sekaligus menjadi ruang bagi generasi muda untuk menumbuhkan kecintaan terhadap matematika dengan cara menyenangkan dan bernuansa kebudayaan.
Kepala Seksi (Kasi) Pengelolaan dan Pengembangan Pendidik dan Tenaga Kependidikan (PMPTK) SD Dispendik Banyuwangi Erpandi menambahkan, total peserta yang berkompetisi dalam ajang ini berjumlah 60 siswa SD dari 15 tim yang tersebar di 10 kabupaten di Indonesia. “Mereka datang dengan semangat untuk meraih juara, tetapi juga membawa ciri khas budaya yang menjadi kekuatan dalam penampilan lomba budaya,” ujarnya. (cw6/sgt)
Editor : Sigit Hariyadi