RADARBANYUWANGI.ID - Tangis Naura tak terbendung. Bocah perempuan berusia 6 tahun ini pun larut dalam pelukan Bupati Ipuk Fiestiandani. Rupanya Naura tengah memendam rasa rindu yang teramat sangat pada sang Ibu. Sebab, sudah dua bulan terakhir dia tinggal di asrama Sekolah Rakyat (SR) Banyuwangi.
“Kaulah Ibu ku, cinta kasih ku. Terima kasih ku, takkan pernah terhenti. Kau bagai matahari yang selalu bersinar. Sinari hidup ku dengan kehangatan mu”.
Bak sembilu, penggalan lirik lagu berjudul “Ibu” yang dipopulerkan Haddad Alwi feat,. Farhan, tersebut menyayat dinding pertahanan Naura. Tangis siswi kelas 1 SD di Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 2 Banyuwangi ini pun pecah.
Sembari menangis, Naura lantas memeluk Bupati Ipuk Fiestiandani yang saat itu berada di hadapannya. Bahkan tak hanya menangis, Naura juga beberapa kali menyebut nama sang Ibu.
Momen ini terjadi saat Bupati Ipuk Fiestiandani bersama Kapolresta Kombespol Rama Samtama Putra mengunjungi Sekolah Rakyat pada Rabu sore (10/9).
Naura menangis karena rindu pada ibunya. Selama dua bulan terakhir dia tinggal di asrama Sekolah Rakyat, tepatnya di Gedung Pendidikan dan Pelatihan PNS, Desa/Kecamatan Licin. “Ibuk..Ibuk..,” kata Naura sambil menangis tersedu di pelukan Ipuk.
Ipuk lalu memangku dan terus memeluk erat Naura yang tak henti menangis. Sesekali orang nomor satu di lingkup Pemkab Banyuwangi ini mengelus pipi dan pundak Naura untuk menenangkan anak yang masih berusia 6 tahun tersebut. Ipuk juga terlihat berupaya menghibur Naura.
Naura mulai menangis saat kelompok paduan suara siswa Sekolah Rakyat, menyanyikan lagu berjudul ”Ibu” karya penyanyi dan penulis lagu asal Aceh Rara Tarmizi. Lagu yang dipopulerkan Haddad Alwi tersebut dinyayikan dengan apik oleh paduan suara yang personelnya terdiri dari siswa SMP dan SMA Sekolah Rakyat.
Tidak hanya Naura, puluhan siswa lainnya juga turut meneteskan air mata. Bahkan terlihat air mata juga menetes di pipi Ipuk. Pun demikian dengan beberapa Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemkab Banyuwangi yang kala itu mendampingi Ipuk.
“Saat ini kalian sedang berjuang. Sekolah ini menjadi bekal untuk masa depan kalian. Jadi tetap sabar dan semangat belajar. Nikmati semua prosesnya,” kata Ipuk.
Ipuk menambahkan, dirinya menyadari para siswa SR rindu rumah dan rindu orang tua. “Pasti berat bagi kalian. Tapi yakinlah apa yang kalian perjuangkan saat ini, akan dinikmati di masa depan yang lebih baik,” tambah Ipuk.
Sekolah Rakyat merupakan sekolah berbasis asrama yang diperuntukkan bagi anak dari keluarga tidak mampu. Sekolah Rakyat Banyuwangi saat ini terdapat 125 orang, yang terdiri dari 25 siswa SD, 50 SMP, dan 50 SMA
Bupati Ipuk mengunjungi sekolah ini untuk memastikan kegiatan pembelajaran di Sekolah Rakyat berjalan lancar. “Kami ingin melihat langsung bagaimana progres Sekolah Rakyat Banyuwangi. Sekaligus memastikan bahwa semua kegiatan di sini berjalan dengan lancar,” kata Ipuk.
Sementara itu, para siswa mengaku mulai menikmati berada di Sekolah Rakyat. Salah satunya Hasyiela Zahra yang mengaku senang bisa belajar di Sekolah Rakyat. “Senang sekali. Di sini kebutuhan makan dan pendidikan kita terjamin. Kita juga bisa bertemu banyak teman baru, bahkan seperti saudara,” kata siswa kelas 10 SMA di Sekolah Rakyat Banyuwangi itu.
Hal serupa juga disampaikan Erlangga Frenky, siswa kelas 2 SMP Sekolah Rakyat. “Bisa meringankan beban orang tua karena gratis di sini. Di sini juga menyenangkan karena nyaman dan banyak teman,” ujarnya. (*)
Editor : Ali Sodiqin