RADARBANYUWANGI.ID – Dalam narasi besar akhir zaman menurut Islam, Yajuj dan Majuj adalah dua bangsa perusak yang akan muncul menjelang kiamat.
Mereka bukan makhluk gaib, tetapi manusia yang sangat kuat, berjumlah sangat besar, dan membawa kerusakan luas di bumi. Lalu, muncul dua pertanyaan yang sering ditanyakan banyak orang, berapa sebenarnya jumlah mereka? Lalu apa yang mereka makan untuk bertahan hidup saat dikurung?
Yajuj dan Majuj vs Manusia Moderen: Satu Banding Seribu
Dalam hadis sahih riwayat Imam Bukhari dan Muslim, Rasulullah SAW bersabda:
“Allah berfirman kepada Adam, ‘Keluarkanlah utusan neraka!’
Maka Adam berkata, ‘Berapa jumlahnya, wahai Rabb?’
Allah menjawab, ‘Dari setiap seribu, sembilan ratus sembilan puluh sembilan masuk neraka.’ Maka ketika itu anak-anak menjadi beruban dan manusia dalam ketakutan… kecuali satu orang dari kalian (umat Muhammad) dan 999 dari Yajuj dan Majuj.” (HR. Bukhari no. 3348)
Artinya, perbandingan mereka dengan umat manusia lainnya adalah 999 banding 1. Ini menandakan bahwa jumlah Yajuj dan Majuj sangatlah besar, bisa mencapai miliaran jiwa.
Perlu dicatat bahwa menurut data terkini, jumlah penduduk dunia pada pertengahan tahun 2025 telah mencapai sekitar 8,23 miliar jiwa.
Ini adalah angka yang mencerminkan laju pertumbuhan manusia yang stabil namun mulai melambat dibanding dekade-dekade sebelumnya.
Artinya, potensi jumlah Yajuj dan Majuj bisa mencapai lebih dari 8 triliun jiwa pada saat artikel ini dipublikasikan.
Prediksi jumlah ini dihitung secara simbolik atau hiperbolik dari hadis tersebut. Meskipun angka ini tidak harus dimaknai secara literal, ia menggambarkan betapa masifnya skala kerusakan dan tekanan populasi yang akan terjadi saat bangsa ini dilepaskan.
Mereka bukan hanya menyerbu, tetapi membanjiri bumi dengan jumlah tak terkendali, cukup untuk membuat seluruh sumber daya dunia tersedot dalam waktu singkat.
Berapa Umur Mereka?
Banyak ulama memahami ini secara harfiah, bahwa mereka adalah kaum yang jumlahnya sangat luar biasa dan tak bisa dibendung secara militer biasa.
Namun sekali lagi, keberadaan kaum ini merupakan izin Allah. Konon, Yajuj dan Majuj ini mampu berumur panjang.
Satu kaum berjenis perempuan disebutkan tidak akan mati sebelum melahirkan anak berjumlah 100.
Apa yang Mereka Makan?
Memang tidak digambarkan secara gamblang, selama bangsa perusak ini dikurung di dalam tembok Dzulqarnain, mereka memakan atau minum dengan apa untuk bertahan hidup.
Namun yang jelas, hadis-hadis sahih juga menjelaskan bahwa Yajuj dan Majuj akan menyapu bersih apa saja yang mereka lewati. Dalam riwayat dari Nawwas bin Sam’an (HR. Muslim):
“Mereka akan lewat di sebuah danau dan meminumnya hingga habis. Ketika rombongan terakhir melewati danau itu, mereka berkata, ‘Dulu di sini ada air.’”
Hadis ini menunjukkan bahwa mereka tidak hanya merusak secara fisik, tetapi juga menghabiskan sumber daya bumi, termasuk air dan hasil pertanian.
Dengan kata lain, mereka hidup dengan cara destruktif. Yakni makan apa pun yang ada di depan mereka, tanpa mempertimbangkan keberlanjutan atau kehidupan orang lain.
Bagaimana Mereka Bisa Dihentikan?
Karena jumlah dan keganasan mereka, manusia tak akan mampu menghentikan mereka. Bahkan Nabi Isa AS dan para pengikutnya diperintahkan untuk bersembunyi di gunung dan tidak melawan secara langsung.
Setelah semua cara gagal, Allah-lah yang akan menghancurkan mereka dengan mengirimkan semacam cacing atau ulat (yang disebut “naghaf”) yang menyerang leher-leher mereka.
Seluruh pasukan Yajuj dan Majuj tewas secara serentak bukan karena senjata, tapi karena kehendak langsung dari Allah.
Editor : Agung Sedana