RADARBANYUWANGI.ID – Persebaya Surabaya menolak datang ke final Piala Presiden 2026 hanya sebagai pelengkap. Meski mengakui Persib Bandung berstatus unggulan berkat kedalaman skuad dan dominasi dalam beberapa musim terakhir, pelatih Bernardo Tavares memastikan Green Force siap memberikan perlawanan maksimal demi membawa pulang trofi pramusim bergengsi tersebut.
Atmosfer final Piala Presiden 2026 dipastikan menghadirkan duel dua kekuatan besar sepak bola nasional. Persebaya Surabaya akan menghadapi Persib Bandung di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Bali, Kamis (6/8), dalam pertandingan yang diprediksi berlangsung sengit sejak menit pertama.
Persebaya melangkah ke partai puncak setelah menyingkirkan rival sesama Jawa Timur, Arema FC, dengan kemenangan tipis 1-0 pada semifinal. Di sisi lain, Persib memastikan tiket final usai memenangi laga klasik melawan Persija Jakarta dengan skor 2-1.
Jelang laga penentuan tersebut, pelatih Persebaya Bernardo Tavares tidak menutup mata terhadap kualitas calon lawannya. Arsitek asal Portugal itu bahkan menyebut Persib sebagai tim dengan komposisi pemain paling lengkap di Indonesia saat ini.
Menurut Tavares, status Maung Bandung sebagai penguasa kompetisi domestik dalam tiga musim terakhir bukanlah kebetulan. Kedalaman skuad yang dimiliki membuat Persib mampu menjaga kualitas permainan meski melakukan rotasi pemain.
"Persib adalah juara Super League dalam tiga musim terakhir dan memiliki kedalaman skuad yang sangat baik. Jika melihat komposisi pemain mereka, seolah-olah mereka bisa membentuk tiga tim yang sama kuat," ujar Tavares.
Pernyataan tersebut sekaligus menjadi bentuk penghormatan terhadap kekuatan Persib. Namun, Tavares memastikan rasa hormat itu tidak akan berubah menjadi rasa gentar.
Pelatih berusia 46 tahun tersebut menegaskan pertandingan final tidak ditentukan oleh reputasi ataupun status favorit. Menurutnya, hasil pertandingan hanya akan ditentukan oleh performa para pemain selama 90 menit di atas lapangan.
Ia menilai Persebaya memiliki peluang yang sama selama mampu menjalankan strategi dengan disiplin, menjaga konsentrasi, dan memaksimalkan setiap kesempatan yang tercipta.
"Di atas kertas mungkin Persib adalah favorit. Namun pertandingan dimainkan oleh sebelas lawan sebelas pemain. Kami akan berusaha memberikan yang terbaik," tegasnya.
Optimisme itu juga dibangun dari perkembangan performa Green Force sepanjang turnamen. Setelah melewati fase grup hingga semifinal dengan tren permainan yang semakin solid, Persebaya dinilai memiliki modal mental yang cukup untuk menghadapi tekanan laga final.
Meski demikian, Tavares mengakui tantangan terbesar timnya saat ini bukan hanya kualitas lawan, melainkan waktu pemulihan yang sangat singkat setelah pertandingan semifinal.
Karena itu, seluruh fokus tim pelatih kini diarahkan pada proses recovery pemain agar kondisi fisik skuad berada pada level terbaik ketika memasuki laga penentuan.
"Ini memang turnamen pramusim, tetapi kami tetap ingin tampil maksimal. Sekarang fokus kami adalah memulihkan kondisi pemain agar bisa menghadapi final dalam keadaan sebaik mungkin," katanya.
Hal senada diungkapkan gelandang Persebaya, Rachmat Irianto. Pemain yang pernah memperkuat Persib tersebut mengakui kualitas Maung Bandung memang layak disebut sebagai favorit juara. Namun, ia memastikan seluruh pemain Green Force tetap memiliki keyakinan tinggi untuk menciptakan kejutan.
Menurut Rian, keberhasilan melangkah hingga final menjadi bukti bahwa Persebaya mampu bersaing dengan siapa pun. Karena itu, ia meminta rekan-rekannya tampil tanpa rasa takut dan memanfaatkan setiap peluang yang tersedia.
"Persib adalah tim yang sangat kuat dan layak disebut sebagai favorit. Mereka memiliki banyak pemain berkualitas. Namun kami akan mempersiapkan diri sebaik mungkin dan berusaha memanfaatkan setiap celah yang ada. Siapa pun lawannya, kami akan memberikan segalanya di lapangan demi membawa hasil terbaik untuk Persebaya," ujarnya.
Final Piala Presiden 2026 juga memiliki makna tersendiri bagi Bajol Ijo. Ini menjadi kesempatan kedua Persebaya tampil di partai puncak turnamen tersebut setelah terakhir mencapai final pada edisi 2019.
Di sisi lain, duel melawan Persib juga menjadi tolok ukur kesiapan kedua tim sebelum mengarungi musim baru Super League. Meski berlabel turnamen pramusim, intensitas pertandingan dipastikan tetap tinggi karena kedua klub sama-sama ingin membangun momentum positif sekaligus mengangkat trofi pertama musim ini.
Dengan semangat juang yang terus berkembang sepanjang turnamen, Persebaya berharap mampu mematahkan prediksi yang lebih banyak mengunggulkan Persib. Green Force ingin membuktikan bahwa determinasi, disiplin taktik, dan mental bertanding dapat menjadi pembeda dalam laga final yang hanya berlangsung selama 90 menit. (*)
Editor : Niklaas Andries
Sumber : Radar Banyuwangi