RADARBANYUWANGI.ID – AS Roma berusaha bangkit saat menjamu Genoa pada lanjutan Liga Italia Serie A, Sabtu malam. Meski baru saja menelan kekalahan dramatis 3-4 dari Real Madrid di kompetisi Eropa, tuan rumah tetap lebih diunggulkan berkat konsistensi mereka di liga domestik dan catatan impresif di Stadion Olimpico.
Genoa datang dengan modal kemenangan 2-1 atas Fiorentina. Hasil itu mengakhiri rentetan 10 pertandingan tanpa kemenangan di Serie A sekaligus sedikit meredakan tekanan terhadap pelatih Daniele De Rossi.
Pertandingan ini menjadi ujian bagi kedua tim dengan situasi yang berbeda. Roma ingin menjaga persaingan di papan atas, sedangkan Genoa berupaya melanjutkan kebangkitan setelah melewati periode sulit.
Roma Harus Melupakan Luka dari Real Madrid
Roma sebenarnya hampir menorehkan hasil membanggakan ketika menghadapi Real Madrid pada tengah pekan. Namun, konsentrasi mereka runtuh menjelang pertandingan berakhir.
Tiga gol bersarang di gawang Giallorossi dalam 10 menit terakhir. Mantan bek Roma, Antonio Rudiger, menjadi penentu kemenangan Madrid dalam duel yang berlangsung menegangkan di Stadion Olimpico.
Kekalahan tersebut terasa menyakitkan bagi Gian Piero Gasperini. Roma sempat berada di jalur yang tepat untuk mencuri hasil positif, tetapi kegagalan menjaga pertahanan membuat mereka harus membayar mahal.
Hasil itu juga menyisakan pekerjaan rumah sebelum Roma menghadapi Slovan Bratislava pada Selasa mendatang. Meski demikian, kompetisi Eropa untuk sementara harus dikesampingkan karena mereka perlu menjaga konsistensi di Serie A.
Performa Roma di liga domestik sejauh ini cukup menjanjikan. Mereka mengawali musim dengan empat kemenangan beruntun sebelum ditahan imbang Inter Milan 2-2 dan Como 0-0.
Saat menghadapi Como pekan lalu, Roma bahkan harus bermain dengan situasi sulit setelah penyerang andalan Donyell Malen menerima kartu merah akibat tekel yang terlambat. Mereka tetap mampu membawa pulang satu poin.
Roma kini belum terkalahkan dalam 13 pertandingan terakhir di kompetisi kasta tertinggi Italia. Catatan pertahanan mereka juga mengesankan: empat kali mencatatkan nirbobol dan belum kebobolan pada babak pertama pertandingan Serie A musim ini.
Posisi mereka pun masih berada dalam jarak dua poin dari pemuncak klasemen Inter Milan dan rival sekota, Lazio. Satu modal lain yang tak kalah penting adalah rekor kandang. Roma sudah hampir setahun tidak mengalami kekalahan di Serie A saat bermain di Stadion Olimpico.
Genoa Bangkit, De Rossi Kembali ke Kota Abadi
Di kubu seberang, Genoa akhirnya menemukan jalan keluar dari periode sulit. Setelah melewati 10 pertandingan Serie A tanpa kemenangan, tim asuhan Daniele De Rossi berhasil mengalahkan Fiorentina dengan skor 2-1. Mereka langsung mencetak dua gol dalam 15 menit pertama sebelum berjuang mempertahankan keunggulan hingga peluit akhir.
Kemenangan itu memberikan napas lega bagi De Rossi, yang sempat berada di bawah tekanan. Kesabaran manajemen Genoa selama jeda internasional akhirnya terbayar.
Laga di Olimpico juga memiliki makna emosional bagi pelatih berusia 43 tahun tersebut. De Rossi pernah menangani Roma pada Januari hingga September 2024, setelah sebelumnya menjadi salah satu ikon klub itu sebagai pemain.
Ia mencatatkan 616 penampilan bersama Roma. Dalam daftar pemain dengan penampilan terbanyak sepanjang sejarah klub, De Rossi hanya berada di bawah Francesco Totti yang membukukan 786 pertandingan.
Namun, kenangan manis tersebut tidak otomatis membuat tugasnya lebih mudah. Genoa memiliki catatan tandang yang buruk ketika berhadapan dengan Roma.
Kemenangan 2-1 pada pertemuan terakhir di Stadion Ferraris, Maret lalu, memang menjadi modal psikologis. Akan tetapi, kemenangan tandang terakhir Genoa atas Roma di kasta tertinggi Liga Italia terjadi pada 1990.
Dalam 40 pertemuan liga terakhir di kandang Roma, Genoa menelan 33 kekalahan. Statistik tersebut menjadi gambaran betapa berat tantangan yang harus mereka hadapi akhir pekan ini.
Donyell Malen Absen, Roma Kehilangan Mesin Gol
Roma berpotensi tampil tanpa sejumlah pemain penting. Paulo Dybala masih berpeluang pulih dari cedera otot yang membuatnya ditarik keluar saat jeda pertandingan melawan Real Madrid.
Namun, Bryan Cristante belum pulih dari masalah lutut yang membuatnya absen dari skuad Italia di ajang Nations League. Manu Kone juga diragukan tampil karena mengalami cedera paha.
Di sektor penjaga gawang, Mile Svilar masih harus menepi. Pier Luigi Gollini diperkirakan kembali dipercaya mengawal gawang Roma.
Kehilangan paling signifikan adalah Donyell Malen. Penyerang tersebut harus menjalani larangan bermain satu pertandingan setelah mendapat kartu merah ketika menghadapi Como.
Absennya Malen menjadi pukulan tersendiri. Ia telah mencetak enam gol di Serie A musim ini dan bahkan membukukan dua gol saat Roma menghadapi Real Madrid di tengah pekan.
Santiago Castro diperkirakan mengisi posisi yang ditinggalkan Malen untuk membantu Roma membongkar pertahanan Genoa.
Sementara itu, Genoa kemungkinan mengandalkan Milutin Osmajic di lini depan. Penyerang asal Montenegro tersebut telah mencetak tiga gol dalam lima penampilan Serie A musim ini.
Junior Messias juga patut diwaspadai. Penyerang asal Brasil itu mencetak gol ketika Genoa mengalahkan Fiorentina dan pernah membobol gawang Roma pada pertemuan kandang musim lalu.
Alex Amorim sudah kembali mengikuti latihan penuh sehingga berpeluang masuk skuad. Sebaliknya, Lorenzo Colombo, Djibril Sow, Elias Havel, Ethan Meichtry, dan Lorenzo Venturino masih harus menepi.
Perkiraan Susunan Pemain Roma vs Genoa
AS Roma (3-4-2-1): Gollini; Mancini, Balerdi, Hermoso; Rensch, De Roon, Pisilli, Wesley; Soulé, Mora; Castro.
Genoa (3-4-2-1): Bijlow; Otoa, Ostigard, Vasquez; Ehizibue, Frendrup, Traore, Ellertsson; Messias, El Shaarawy; Osmajic.
Prediksi skor: AS Roma 2-0 Genoa.
Kekalahan dari Real Madrid bisa memengaruhi mental Roma. Namun, performa mereka di Serie A sejauh ini menunjukkan fondasi permainan yang cukup solid, terutama dalam menjaga pertahanan dan memanfaatkan dukungan publik sendiri.
Absennya Malen memang mengurangi daya gedor. Meski demikian, Roma masih memiliki sejumlah opsi untuk menekan Genoa, terlebih tim tamu baru saja mengakhiri periode panjang tanpa kemenangan.
Genoa berpotensi memberikan perlawanan melalui serangan balik dan ketajaman Osmajic. Namun, catatan tandang mereka di Olimpico menjadi kendala besar yang sulit diabaikan.
Dengan mempertimbangkan konsistensi Roma di liga, rekor kandang, serta masalah Genoa dalam menjaga performa, tuan rumah lebih berpeluang mengamankan tiga poin. (*)
Editor : Niklaas Andries
Sumber : Radar Banyuwangi