Atletico Madrid vs Manchester United: Rekor Berpihak, Setan Merah Datang Mengancam

Niklaas Andries • Dipublikasikan Senin, 12 Oktober 2026 | 14:47 WIB
BELUM KALAH: Atletico Madrid akan menjamu Manchester United di ajang Liga Champions (Atletico Madrid)
BELUM KALAH: Atletico Madrid akan menjamu Manchester United di ajang Liga Champions (Atletico Madrid)

RADARBANYUWANGI.ID – Atletico Madrid dan Manchester United membawa modal berbeda saat bersiap bertemu pada matchday kedua Liga Champions. Catatan pertemuan sebelumnya berpihak kepada Atletico, tetapi performa Manchester United di kompetisi Eropa menunjukkan bahwa duel di Stadion Metropolitano berpotensi berlangsung ketat.

Atletico belum pernah kalah dalam empat pertemuan melawan Manchester United. Klub asal Spanyol itu membukukan dua kemenangan dan dua hasil imbang, termasuk saat menyingkirkan Setan Merah pada babak 16 besar Liga Champions musim 2021-2022.

Dalam duel tersebut, kedua tim bermain imbang 1-1 di Madrid. Atletico kemudian memastikan kelolosan setelah menang 1-0 ketika bertandang ke Manchester.

Namun, catatan historis bukan satu-satunya hal yang menarik menjelang pertandingan ini. Atletico memiliki rekor kandang yang cukup kuat di Liga Champions, sedangkan Manchester United datang dengan tren positif dalam kompetisi Eropa.

Atletico Madrid Masih Dibayangi Rekor Kontra Klub Inggris

Atletico memiliki catatan cukup baik ketika menjamu klub Inggris di kompetisi Eropa. Dari 19 pertandingan kandang melawan wakil Inggris, mereka hanya menelan dua kekalahan, dengan sembilan kemenangan dan delapan hasil imbang.

Meski demikian, performa Atletico secara keseluruhan saat menghadapi klub Inggris belakangan ini tidak terlalu meyakinkan. Mereka hanya meraih dua kemenangan dalam 15 pertandingan terakhir melawan tim-tim Inggris, disertai tiga hasil imbang dan 10 kekalahan.

Catatan tersebut semakin terlihat ketika pertandingan berlangsung di fase grup atau fase liga Liga Champions. Atletico belum pernah menang dalam 11 laga melawan klub Inggris pada fase tersebut, dengan empat hasil imbang dan tujuh kekalahan.

Pada pertandingan pertama musim ini, Atletico kalah 1-2 ketika bertandang ke markas Liverpool. Hasil itu memperpanjang catatan mereka menjadi empat pertandingan Liga Champions tanpa kemenangan, dengan satu hasil imbang dan tiga kekalahan.

Meski begitu, bermain di Metropolitano tetap menjadi modal penting bagi tim asuhan Diego Simeone. Atletico memenangi sembilan dari 11 pertandingan kandang terakhir mereka pada fase grup atau fase liga Liga Champions, meskipun dua lainnya berakhir dengan kekalahan.

Manchester United Punya Tren Positif di Eropa

Manchester United datang dengan catatan yang tidak kalah menarik. Dalam 11 pertandingan terakhir melawan klub Spanyol, mereka hanya sekali menelan kekalahan, dengan tujuh kemenangan dan tiga hasil imbang.

Setan Merah juga mencatatkan tiga kemenangan beruntun dalam pertemuan terakhir melawan klub Spanyol. Salah satunya terjadi ketika mereka menghadapi Athletic Club pada semifinal Liga Europa 2024-2025.

Manchester United menang 3-0 saat bermain tandang, kemudian menuntaskan leg kedua dengan kemenangan 4-1 di kandang sendiri.

Secara keseluruhan, 10 pertandingan terakhir Manchester United melawan klub Spanyol menghasilkan 35 gol. Artinya, rata-rata tercipta 3,5 gol per pertandingan.

Performa mereka di kompetisi Eropa juga terbilang stabil. Manchester United tidak terkalahkan dalam sembilan pertandingan fase liga terakhir, dengan enam kemenangan dan tiga hasil imbang. Enam pertandingan terbaru bahkan seluruhnya berakhir dengan kemenangan.

Selain itu, mereka hanya sekali kalah dalam 16 pertandingan Eropa terakhir, dengan rincian 10 kemenangan dan lima hasil imbang pada laga lainnya.

Atletico Punya Produktivitas Gol, tetapi Pertahanan Perlu Dibenahi

Atletico Madrid menjalani perjalanan panjang pada Liga Champions musim sebelumnya. Mereka mengakhiri fase liga di posisi ke-14 dengan empat kemenangan, satu hasil imbang, dan tiga kekalahan.

Setelah itu, Atletico melewati Club Brugge dengan agregat 7-4, menyingkirkan Tottenham Hotspur dengan agregat 7-5, serta mengalahkan Barcelona dengan agregat 3-2 sebelum langkah mereka dihentikan Arsenal pada semifinal.

Atletico kalah dengan agregat 1-2 dari Arsenal. Hasil tersebut menjadi pencapaian terbaik mereka sejak musim 2016-2017, ketika mereka juga tersingkir pada semifinal.

Dalam sejarah Liga Champions, Atletico telah tampil 17 kali di kompetisi utama dan menjalani penampilan ke-14 secara beruntun. Mereka menjadi runner-up pada 2014 dan 2016, dengan Real Madrid sebagai lawan di kedua final tersebut.

Dari sisi produktivitas, Atletico memiliki catatan yang menarik. Mereka selalu mencetak gol dalam 23 dari 25 pertandingan terakhir pada fase grup atau fase liga Liga Champions. Bahkan, dalam 12 pertandingan kandang terakhir di fase tersebut, Atletico mampu mencetak gol pada babak pertama dalam 11 laga.

Namun, lini pertahanan masih menjadi pekerjaan rumah. Atletico hanya mencatatkan satu nirbobol dalam 17 pertandingan terakhir Liga Champions. Mereka juga belum pernah mengakhiri 39 pertandingan terakhir di kompetisi tersebut dengan skor 0-0.

Manchester United Kembali Setelah Absen Semusim

Pertandingan ini juga menandai perjalanan baru Manchester United di Liga Champions setelah absen selama satu musim.

Klub Inggris tersebut menjalani kampanye Liga Champions ke-26, jumlah terbanyak di antara klub Inggris. Namun, penampilan ini menjadi yang pertama bagi mereka dalam tiga musim terakhir.

Pada edisi 2023-2024, Manchester United gagal melaju dari fase grup setelah finis di posisi keempat. Mereka hanya mengumpulkan satu kemenangan dan satu hasil imbang, serta menelan empat kekalahan dalam grup yang juga dihuni Bayern Munchen, Copenhagen, dan Galatasaray.

Perjalanan terakhir mereka di kompetisi Eropa berakhir dengan kekecewaan. Manchester United kalah 0-1 dari Tottenham Hotspur pada final Liga Europa 2025 di Bilbao.

Pada musim 2025/2026, mereka bahkan tidak tampil di kompetisi UEFA untuk pertama kalinya sejak musim 2014/2015. Itu juga menjadi kali kedua sejak musim 1989/1990 Manchester United absen dari kompetisi Eropa.

Sejumlah Pemain Memiliki Ikatan dengan Kedua Klub

Pertandingan Atletico Madrid kontra Manchester United turut menghadirkan beberapa kisah menarik dari para pemain yang pernah memperkuat klub lawan atau memiliki pengalaman menghadapi mereka.

Penyerang Atletico, Julian Alvarez, pernah bermain untuk Manchester City pada 2022 hingga 2024. Selama periode tersebut, ia memenangi seluruh tiga pertandingan Premier League melawan Manchester United. Namun, ia juga merasakan kekalahan 1-2 dari Setan Merah pada final Piala FA 2024, yang menjadi pertandingan terakhirnya bersama City.

Matheus Cunha juga pernah memperkuat Atletico Madrid pada periode 2021–2023. Ia mencetak tujuh gol dalam 54 penampilan di seluruh kompetisi.

Sementara itu, Alexander Sorloth menjalani debutnya di Liga Champions ketika RB Leipzig kalah telak 0-5 dari Manchester United pada Oktober 2020.

Youri Tielemans juga memiliki pencapaian tersendiri. Ia telah mengoleksi 99 penampilan di kompetisi antarklub UEFA bersama Anderlecht, AS Monaco, Leicester City, Aston Villa, dan Manchester United.

Head-to-Head dan Statistik Kunci

Berikut sejumlah data penting menjelang pertandingan Atletico Madrid melawan Manchester United:

Empat pertemuan terakhir: Atletico tidak terkalahkan, dengan dua kemenangan dan dua hasil imbang.

Pertemuan terakhir: Atletico menang 1-0 di Manchester setelah bermain imbang 1-1 di Madrid pada babak 16 besar Liga Champions 2021-2022.

Rekor kandang Atletico melawan klub Inggris: Sembilan kemenangan, delapan hasil imbang, dan dua kekalahan dari 19 pertandingan.

Rekor Manchester United melawan klub Spanyol: Tujuh kemenangan, tiga hasil imbang, dan satu kekalahan dalam 11 laga terakhir.

Produktivitas Atletico: Mencetak gol dalam 23 dari 25 pertandingan terakhir pada fase grup atau fase liga Liga Champions.

Performa kandang Atletico: Sembilan kemenangan dalam 11 pertandingan kandang terakhir pada fase grup atau fase liga.

Performa Eropa Manchester United: Tidak terkalahkan dalam sembilan pertandingan fase liga terakhir, termasuk enam kemenangan beruntun.

Statistik tersebut memperlihatkan dua kekuatan yang berbeda. Atletico memiliki pengalaman dan dukungan kandang, sedangkan Manchester United membawa tren positif di kompetisi Eropa.

Pertemuan di Metropolitano pun menjadi ujian bagi Atletico untuk memperbaiki hasil melawan klub Inggris sekaligus kesempatan bagi Manchester United membuktikan bahwa catatan positif mereka di Eropa dapat berlanjut saat menghadapi salah satu wakil terkuat Spanyol. (*)

Editor : Niklaas Andries
Sumber : Radar Banyuwangi
head-to-head Atletico vs MU statistik Liga Champions atletico madrid manchester united liga champions