RADAR BANYUWANGI – Bukan api yang dijinakkan, melainkan gorong-gorong mampet yang harus ditaklukkan. Tim Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Sektor Genteng turun ke dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Desa Kepundungan, Kecamatan Srono, Banyuwangi, Kamis (24/9), untuk mengatasi saluran pembuangan yang tersumbat.
Saluran yang mampet tersebut berpotensi membuat air meluap, menimbulkan genangan, hingga memunculkan bau tidak sedap di lingkungan SPPG. Jika dibiarkan, kondisi itu tentu dapat mengganggu aktivitas harian di lokasi tersebut.
Namun, petugas tidak memilih cara konvensional untuk mengatasinya. Alih-alih membongkar atau mengeruk sumbatan secara manual, Damkarmat menggunakan semburan air bertekanan tinggi untuk menghantam material yang menyumbat saluran.
Petugas Damkarmat Sektor Genteng Sutikno mengatakan, tim datang setelah menerima laporan mengenai saluran air yang tersumbat.
“Kami merespons laporan adanya saluran air yang mampet ini,” katanya.
Semburan Air Jadi Senjata
Setiba di lokasi, petugas terlebih dahulu melakukan observasi untuk mengetahui titik dan kondisi saluran yang bermasalah.
Setelah memastikan lokasi sumbatan, tim langsung melakukan penanganan menggunakan peralatan penyemprotan khusus.
Teknik yang digunakan cukup sederhana, tetapi membutuhkan tekanan kuat. Air disemprotkan langsung ke dalam saluran untuk mendorong material yang menghambat aliran.
“Penyemprotan saluran tersumbat itu dilakukan untuk melancarkan air menggunakan air bertekanan tinggi,” ujar Sutikno saat dikonfirmasi di lokasi.
Menurut dia, metode tersebut dipilih karena posisi sumbatan berada cukup jauh di bagian dalam gorong-gorong. Kondisi itu membuat pengerukan secara manual tidak mudah dilakukan.
Kerak, lumpur, dan sampah yang mengendap menjadi material yang harus dihancurkan agar aliran air kembali normal.
“Kalau dibersihkan pakai cara manual agak sulit karena posisinya di dalam. Maka dari itu kami pakai tekanan air tinggi supaya endapannya langsung hancur dan terbawa arus,” tambahnya.
Satu Jam, Saluran Kembali Lancar
Penanganan dilakukan dengan cepat. Sekitar satu jam, saluran yang sebelumnya tersumbat berhasil ditangani.
Tidak hanya mengembalikan kelancaran aliran air, tindakan tersebut juga menjadi langkah pencegahan agar masalah tidak berkembang menjadi genangan atau bau tidak sedap.
Terlebih, lokasi penanganan berada di lingkungan SPPG yang memiliki aktivitas rutin setiap hari.
“Alhamdulillah sekitar satu jam selesai, tidak sampai menimbulkan masalah berkepanjangan seperti bau maupun luapan air,” pungkas Sutikno.
Penanganan tersebut menunjukkan bahwa tugas Damkarmat tidak sebatas memadamkan kebakaran. Dalam kondisi tertentu, personel juga turun membantu masyarakat menangani persoalan lain yang berkaitan dengan keselamatan, lingkungan, dan kondisi darurat. (sas/sgt)
Editor : Ali Sodiqin