Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Jembatan Alternatif Sungai Lembu Pesanggaran Ditutup Sementara, Pondasi Tergerus Luapan Sungai

Salis Ali Muhyidin • Kamis, 9 April 2026 | 01:30 WIB
SEMPAT MELUAP: Debit arus kali Sungailembu di Desa Sumberagung, Kecamatan Pesanggaran mulai mengecil, Rabu (8/4). (Sur for Radar Banyuwangi)
SEMPAT MELUAP: Debit arus kali Sungailembu di Desa Sumberagung, Kecamatan Pesanggaran mulai mengecil, Rabu (8/4). (Sur for Radar Banyuwangi)

RADARBANYUWANGI.ID – Jembatan alternatif untuk kendaraan roda dua di Dusun Sungai Lembu, Desa Sumberagung, Kecamatan Pesanggaran, terpaksa ditutup sementara oleh warga pada Selasa (7/4).

Penutupan dilakukan menyusul kondisi pondasi jembatan yang mulai tergerus akibat luapan arus Kali Sungai Lembu setelah hujan deras mengguyur kawasan tersebut.

Jembatan alternatif tersebut sebelumnya dibangun sebagai akses darurat sejak jembatan utama ambrol pada Juli 2025 lalu. Selama beberapa bulan terakhir, jembatan itu menjadi jalur penting bagi mobilitas warga, terutama pengendara sepeda motor yang melintas dari dan menuju sejumlah desa di wilayah selatan Banyuwangi.

Namun, derasnya arus sungai yang meluap pada Selasa sore membuat kondisi plengsengan di bawah jembatan semakin memprihatinkan.

Warga yang khawatir struktur pondasi jembatan amblas akhirnya memutuskan menutup akses tersebut demi keselamatan pengguna jalan.

Salah satu warga setempat, Nasokah, 45, mengatakan hujan deras mulai mengguyur wilayah Sungai Lembu sejak siang hari dan menyebabkan debit air sungai meningkat tajam.

Akibatnya, arus deras sempat menggerus bagian bawah jembatan alternatif.

“Kemarin memang hujan deras, sampai bawahnya gladak (jembatan) alternatif itu sedikit tergerus. Sekarang ditutup oleh warga,” ujarnya kepada Jawa Pos Radar Genteng.

Menurut Nasokah, untuk sementara waktu warga yang biasa melintas di jalur tersebut harus menggunakan jembatan alternatif lain yang diperuntukkan bagi kendaraan roda empat.

Akses tersebut kini menjadi satu-satunya jalur yang bisa digunakan masyarakat untuk mobilitas dari dan menuju Desa Kandangan serta Desa Sarongan, Kecamatan Pesanggaran.

“Sementara lewat jembatan yang satunya, semoga masih kuat,” katanya.

Penutupan jembatan roda dua ini cukup berdampak terhadap aktivitas harian warga, terutama para pekerja, pelajar, dan masyarakat yang biasa menggunakan kendaraan roda dua sebagai alat transportasi utama.

Selain menjadi akses penghubung antar desa, jalur tersebut juga menjadi rute vital menuju kawasan permukiman dan aktivitas ekonomi masyarakat sekitar.

Sementara itu, Staf Kecamatan Pesanggaran, Suryanto, mengatakan kondisi arus Kali Sungai Lembu saat ini sudah jauh menurun dibanding sehari sebelumnya.

Menurut dia, luapan air yang terjadi memang berlangsung singkat, namun cukup memberikan dampak terhadap struktur pondasi jembatan.

“Kemarin cuma sekitar setengah jam, tapi ya dampaknya menggerus pondasi jembatan. Hari ini muka airnya sudah menurun,” ujarnya.

Suryanto yang akrab disapa Sur mengaku telah melakukan pemantauan langsung ke lokasi selama dua hari berturut-turut untuk memastikan kondisi di lapangan.

Ia menyebut, pada Rabu kondisi lokasi sudah relatif aman karena tidak ada hujan yang turun di kawasan tersebut.

“Kemarin (Selasa) dan hari ini saya ke lokasi untuk melakukan peninjauan, tadi kondisinya sudah aman, di sini tidak hujan,” terangnya.

Meski kondisi debit air mulai surut, warga tetap diminta waspada, terutama jika hujan kembali turun dengan intensitas tinggi.

Pasalnya, pondasi jembatan yang sudah tergerus dikhawatirkan tidak mampu menahan beban jika arus sungai kembali meluap.

Di sisi lain, upaya pemantauan debit sungai masih mengalami kendala.

Koordinator Sumber Daya Air (Korsda) Pesanggaran, Sugiyono, mengatakan di lokasi Sungai Lembu belum tersedia alat pengukur debit air.

Akibatnya, peningkatan volume air sungai tidak dapat terpantau secara pasti.

“Debitnya tidak bisa diketahui, besok (hari ini) mungkin kami bisa ke sana. Di lokasi tidak ada alatnya dan jaraknya cukup jauh dari lokasi kami,” pungkasnya. (sas/aif)

Editor : Ali Sodiqin
#Pesanggaran Banyuwangi #Jembatan Sungai Lembu #Desa Sumberagung #banjir Sungai Lembu #jembatan alternatif