Dilepas Dubes RI di Teheran, Rider Abdul Kadir Hadapi Jalur Ekstrem 630 Km Menuju Tabriz


RADAR BANYUWANGI – Dukungan diplomatik Indonesia mengiringi perjalanan lintas negara Abdul Kadir dan Bintoro. Dilepas langsung Duta Besar (Dubes) RI untuk Republik Islam Iran, Rolliansyah Soemirat, Jumat (6/11), duo rider asal Indonesia tersebut melanjutkan ekspedisi keliling dunia dari Teheran menuju Tabriz. Mereka harus menaklukkan jalur darat sepanjang 600–630 kilometer dengan medan beragam, mulai jalan bebas hambatan, dataran tinggi berangin, hingga perbukitan dan pegunungan batu.
Pelepasan berlangsung di halaman Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Teheran. Suasana haru menyelimuti keberangkatan Abdul Kadir yang mengendarai sepeda motor turing bernomor polisi P-3315-QDR.
Dua hari berada di ibu kota Iran menjadi pengalaman istimewa bagi Kadir dan Bintoro. Keduanya mendapat sambutan hangat dari jajaran diplomatik Indonesia. Tak hanya menyediakan fasilitas menginap gratis di lingkungan kedutaan, pihak KBRI juga mengajak kedua petualang tersebut menikmati eksotisme tata kota Teheran.
Momen persinggahan itu sekaligus menjadi kesempatan untuk memperkuat hubungan dengan perwakilan Indonesia di luar negeri. Sebelum kembali memacu kendaraan, keduanya menerima dukungan dan pesan khusus dari Dubes RI.
Rolliansyah Soemirat, yang akrab disapa Roy Soemirat, mengapresiasi kegigihan Abdul Kadir dan Bintoro dalam menjalani ekspedisi lintas negara. Menurut dia, kedisiplinan melaporkan keberadaan kepada perwakilan diplomatik Indonesia merupakan bagian penting dari perjalanan internasional.
Selain mendoakan agar perjalanan keduanya berlangsung lancar, Roy mengingatkan seluruh pelancong asal Indonesia yang melintasi batas negara untuk membiasakan diri melapor kepada KBRI atau perwakilan RI setempat.
Langkah tersebut bukan sekadar memenuhi administrasi perjalanan. Lebih dari itu, pelaporan menjadi bagian penting dari upaya perlindungan warga negara Indonesia (WNI) ketika berada di luar negeri. Dengan begitu, keberadaan mereka dapat diketahui perwakilan pemerintah apabila sewaktu-waktu membutuhkan bantuan.

Tantangan 630 Kilometer Menuju Tabriz
Selepas meninggalkan Teheran, Abdul Kadir menghadapi etape panjang menuju Tabriz, kota bersejarah di barat laut Iran. Jarak tempuh diperkirakan mencapai 600 hingga 630 kilometer.
Dalam kondisi perjalanan normal, waktu berkendara diperkirakan membutuhkan 8–10 jam. Estimasi tersebut belum memperhitungkan waktu istirahat, pengisian bahan bakar, maupun kemungkinan hambatan di sepanjang perjalanan.
Rute barat laut Iran ini menawarkan bentang alam yang terus berubah. Dari kawasan metropolitan Karaj, perjalanan berlanjut melewati Qazvin, kawasan agraris Takestan yang dikenal dengan perkebunan anggurnya, Zanjan, Mianeh, hingga Maragheh sebelum mencapai Tabriz.
Namun, jarak bukan satu-satunya tantangan. Perubahan karakter geografis dan kondisi cuaca menjadi ujian tersendiri bagi pengendara sepeda motor jarak jauh.
Kadir menjelaskan, setidaknya ada tiga karakter medan utama yang harus diantisipasi dalam etape Teheran–Tabriz.
Bagian pertama, jalur Teheran menuju Qazvin. Ruas ini didominasi jalan lebar dan bebas hambatan. Meski relatif mendukung perjalanan jarak jauh, kepadatan kendaraan, terutama kendaraan bertonase berat, menuntut konsentrasi ekstra.
Memasuki jalur Qazvin–Zanjan, karakter medan berubah menjadi dataran tinggi terbuka. Sejumlah ruas jalan lurus justru menyimpan tantangan berupa embusan angin kencang. Tanjakan ekstrem juga menjadi bagian dari rute yang harus dilalui.
Tantangan semakin terasa ketika memasuki jalur Zanjan menuju Tabriz. Lanskap perbukitan dan pegunungan batu mulai mendominasi pemandangan. Kondisi suhu udara pun cenderung semakin dingin dibandingkan kawasan sebelumnya.
"Memasuki jalur Zanjan menuju Tabriz, pemandangan perbukitan dan pegunungan batu semakin dominan. Suhu udara di sepanjang rute ini juga cenderung berubah menjadi jauh lebih dingin," ungkap pria asal Sarongan tersebut melalui pesan singkat.
Bagi Abdul Kadir, etape ini bukan sekadar perjalanan berpindah dari satu kota ke kota lain. Setiap kilometer menjadi bagian dari perjuangan menuntaskan misi mengelilingi dunia bersama Radar Banyuwangi.
Dukungan KBRI Teheran menjadi suntikan semangat tersendiri sebelum menghadapi tantangan berikutnya. Setelah menuntaskan perjalanan menuju Tabriz, petualangan lintas negara ini akan kembali berlanjut, membawa nama Indonesia melintasi berbagai belahan dunia. (aif)
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!




